Jakarta, 11 Desember 2024 – Kalau biasanya santri ndeso cuma sibuk istighotsah dan ngopi di pojokan pesantren, kali ini Gus Zainal bikin gebrakan. Dalam kunjungan ke Mabes Pasukan 08, sang pengasuh Majelis Istighotsah Padepokan Santri Ki Ageng Selo ini langsung disambut hangat oleh Ketua Umum Pasukan 08, Bung Arfian, Sekjen 08 Frendy Wongkar, dan beberapa pengurus Bogor-Bekasi. Wah, acara ini dari yang tadinya silaturahmi biasa mendadak jadi pembahasan serius bin nasionalis.
Selama ini, Gus Zainal dikenal dengan misi hubbul wathon minal iman—cinta tanah air adalah bagian dari iman. Bersama komunitas santri ndeso-nya, beliau keliling Indonesia bagi-bagi pengobatan gratis, bikin istighotsah untuk keselamatan bangsa, dan doakan negeri ini tiap malam Selasa. Bahkan katanya, jaringan santri ndeso sudah merambah berbagai provinsi. Hebat! Tapi, kalau yang dibahas sampai dini hari sama Pasukan 08 itu apa, ya?
Rapat Ala Dini Hari, Nasionalis Ketemu Religius
Katanya, dari obrolan santai itu, tercetuslah rencana besar: istighotsah rutin bersama Pasukan 08. Tidak hanya mendoakan keselamatan bangsa dan Presiden, tapi juga menyiapkan santri ndeso jadi kader militan Pasukan 08. Waduh, jadi santri apa tentara, ini?
“Pasukan 08 dan santri ndeso punya visi yang sama: nasionalis dan religius,” ujar Gus Zainal. Ealah, cocoknya klop, tho. Satu bikin acara doa, satu lagi bikin acara strategi. Lha, kok seperti koalisi politik rohani?
Tentu, rakyat ingin santri ndeso dan Pasukan 08 tetap pada jalurnya. Jangan sampai yang murni jadi abu-abu. Kalau benar-benar untuk NKRI, silaturahmi ini harus jadi aksi nyata tanpa embel-embel politik praktis. Karena bangsa ini butuh solusi, bukan simbolisasi.
Salam Nasionalis-Religius!
Gareng & Petruk
Komedi Satir Nusantara















