KLATEN— Kalau biasanya lesung cuma jadi “alat tempur dapur” buat numpuk padi, di Klaten benda kuno ini naik pangkat jadi instrumen musik yang bikin gegap gempita. Dalam rangkaian HUT RI ke-80, Pemkab Klaten gelar Festival Gejog Lesung di Lapangan Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Sabtu (23/8) pagi. Temanya juga nggak main-main: “Kumandang Lesung Tuwuh Ngrembaka Jatining Budaya Bangsa.” Wuih, judulnya panjang, kayak skripsi!

22 Kontingen Tanding Suara Lesung
Sebanyak 22 kontingen dari seluruh kecamatan ikut “gebrak” lesung bareng-bareng. Mereka bukan cuma mukul kayu kosong, tapi bikin harmoni lagu Jawa. Ada jurinya juga, jadi jangan kira ini sekadar orang rame-rame mukul talenan raksasa.
Lesung: Dari Dapur ke Panggung
Buat yang lupa sejarah: lesung itu aslinya alat petani buat numpuk padi biar jadi beras. Terbuat dari kayu gede yang tengahnya dilubangi. Nah, ternyata kalau dipukul bareng-bareng, suaranya bisa jadi kayak gamelan rakyat. Gratisan pula, nggak perlu kabel atau sound system.
Bupati Ikut Nge-lesung
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, ikut nimbrung dalam gegap lesung ini. Katanya, acara ini bukan sekadar hiburan, tapi komitmen pemerintah melestarikan budaya Jawa sekaligus ngenalin ke generasi penerus.
“Ini atraksi budaya luar biasa, biar anak muda tahu kalau zaman dulu ngolah padi itu nggak segampang beli nasi kotak via aplikasi,” ujarnya sambil melempar senyum.

Pesan Gotong Royong dari Suara Kayu
Festival ini juga bawa pesan: kekompakan, kembali ke alam, dan gotong royong. Ya, mukul lesung sendirian sih bisa, tapi suaranya paling banter kayak ketukan orang bikin wedang ronde. Kalau rame-rame, baru jadi musik yang indah. Filosofi Jawa banget: bareng-bareng itu lebih asik.
Sudah Punya HAKI
Budaya Gejog Lesung ini bahkan sudah punya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Artinya, selain bikin bangga, juga bisa jadi “branding” Klaten ke daerah lain. Jadi kalau ada yang nekat klaim dari luar negeri, siap-siap dulu, wong ini udah ada cap resmi!
Ngakak Plus:
Coba bayangin kalau lesung beneran masuk daftar lomba Asian Games. Bisa jadi cabang baru: Wooden Drum Battle. Indonesia pasti juara umum!
















