Klaten, GarengPetruk.com — Ada kabar bahagia dari tanah Klaten, tapi bukan soal harga beras turun, melainkan soal “orang tidur di jalan” yang justru disyukuri warga. Ya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Klaten akhirnya memasang polisi tidur di perempatan Jalan Ngadisari, Mrisen, Juwiring, Rabu (5/11).
Bukan sembarang tidur—karena polisi yang ini tak minta gaji, tak pakai seragam, tapi langsung menindak pengendara yang suka kebut dengan cara elegan: “ngehantam suspensi motor tanpa pandang bulu.”
Langkah ini diambil setelah warga berbulan-bulan resah melihat perempatan yang lebih ramai tabrakan daripada ronda malam.
“Dalam sebulan, sudah lima korban. Terakhir malah baru seminggu lalu,” kata Yono, warga sekitar yang suaranya lebih serak daripada toa masjid karena sering teriak “awas truk!” setiap sore.
Pihak DPU-PR pun gerak cepat. Dengan aspal dan semangat gotong royong, mereka menanam “pengingat keras” di sisi timur dan barat jalan. Dalam hitungan jam, perempatan yang dulunya mirip sirkuit liar kini jadi tempat latihan kesabaran pengendara.
“Warga senang, akhirnya yang tidur di jalan bukan orang mabuk, tapi polisi tidur yang berguna,” ujar seorang ibu sambil menenteng belanjaan dan senyum lega.
Meski begitu, warga masih berharap ada tambahan “pernak-pernik keselamatan” seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan. Soalnya, kalau malam hari, perempatan itu lebih gelap dari hati mantan yang belum move on.
“Kalau dari arah barat, gak kelihatan. Lampu padam, hati pun gelap,” tambah Yono, yang kelihatannya sudah siap jadi juru bicara masyarakat Juwiring.
Langkah kecil ini diharapkan bisa menurunkan angka kecelakaan dan menaikkan kualitas tidur warga — karena kini tak perlu lagi kaget mendengar suara rem mendecit tengah malam.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus berjaga (jangan ikut tidur) agar infrastruktur jalan tetap aman dan nyaman. Sebab, kalau rakyat tenang di jalan, negara pun ikut damai di kasur.
Catatan Semar:
“Polisi tidur itu bijak, tak banyak bicara, tapi menampar dengan lembut setiap yang melanggar.” 😌
















