• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 23, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Sumpah Pemuda yang Sudah Beranjak Tua: Masihkah Kita Setia pada Tanah, Air, dan Bahasa Indonesia?

Pidato Ketua Umum DPP Pasukan 08 Pada Acara Pelantikan Pengurus DPD Pasukan 08 Jawa Timur

maisput by maisput
Oktober 29, 2025
in Berita Jawa Timur
0 0
0
Sumpah Pemuda yang Sudah Beranjak Tua: Masihkah Kita Setia pada Tanah, Air, dan Bahasa Indonesia?

Ketua Umum DPP Pasukan 08 Bersama Jajaran Pasukan 08 Jawa Timur

0
SHARES
25
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Sumpah Pemuda yang Sudah Beranjak Tua: Masihkah Kita Setia pada Tanah, Air, dan Bahasa Indonesia?

Ada yang menua, tapi bukan usia. Ada yang lapuk, tapi bukan kayu.
Itulah Sumpah Pemuda — janji suci yang dulu lahir dari dada para pemuda yang matanya menyala, darahnya menyala, dan mimpinya menembus langit penjajahan. Kini, ia berdiri renta di tengah arus zaman yang deras, di antara bisingnya kepentingan dan bisu-nya nurani bangsa.

READ ALSO

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

Dulu, ketika 28 Oktober disebut, dada bergetar.
Kita mengenang mereka yang bersumpah dengan segenap jiwa:
Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Tiga kalimat itu bukan sekadar seruan. Ia doa, ia janji, ia pengorbanan.
Namun kini — di usia senjanya — Sumpah Pemuda berdiri sendirian, menatap anak cucu yang tak lagi memegang tangannya.

 

Sumpah yang Tak Lagi Suci

Kini, sumpah itu tidak lagi dihafal dengan hati, melainkan hanya dibaca di atas podium — seperti mantra kosong yang kehilangan ruhnya.
Pemuda kini lebih sibuk memperdebatkan siapa paling nasionalis, ketimbang menjaga persatuan itu sendiri.
Bahasa Indonesia yang dulu dijunjung tinggi, kini dikalahkan oleh gengsi bahasa asing.
Tanah air yang dulu dijaga dengan darah, kini dijual dengan tanda tangan.
Bangsa yang dulu disatukan oleh derita, kini dipecah oleh ambisi.

Sumpah Pemuda kini adalah sumpah yang sulit ditepati, sumpah yang kehilangan kesucian, sumpah yang terkhianati.
Di bawah bendera merah putih yang masih berkibar, ada luka yang tak lagi diobati — luka karena lupa.

 

Renungan dari Hati yang Sepi

Pernahkah kita merenung, di tengah derasnya modernitas, apakah masih ada ruang di dada kita untuk Indonesia yang sederhana dan tulus?
Indonesia yang tak sibuk mencari pujian, tapi bekerja tanpa pamrih?
Indonesia yang berdiri bukan di atas kekuasaan, tapi di atas kejujuran dan cinta?

Jika dahulu pemuda berani mati demi merah putih, kini banyak yang hidup tanpa rasa malu di bawah bayangannya.
Kita bersumpah setia pada tanah air, tapi sering mengkhianatinya demi kepentingan pribadi.
Kita bersumpah satu bangsa, tapi membenci sesama anak negeri.
Kita bersumpah satu bahasa, tapi kini saling menghina dengan kata-kata yang lahir dari amarah, bukan dari cinta.

 

Sufisme di Tengah Luka Bangsa

Dalam sunyi, jiwa ini bertanya:
Mungkinkah sumpah itu masih suci bila tak lagi dihidupi oleh cinta?

Para sufi berkata, “Setia itu bukan di bibir, tapi di napas.”
Dan mungkin benar — sumpah itu hanya bisa hidup jika kita menghidupkannya dalam keseharian: dalam kejujuran, dalam gotong royong, dalam kesetiaan menjaga tanah ini dengan kasih, bukan ambisi.

Tanah air bukan sekadar batas peta, tapi medan spiritual tempat jiwa ini belajar arti pulang.
Bahasa Indonesia bukan sekadar alat bicara, tapi jembatan ruhani yang menyatukan ribuan hati yang berbeda.
Dan bangsa Indonesia bukan sekadar identitas di KTP, tapi perjalanan batin yang panjang menuju kemanusiaan sejati.

 

Sumpah yang Masih Bisa Ditebus

Meski renta, meski berdarah, meski sepi — Sumpah Pemuda belum mati.
Ia hanya menunggu generasi yang berani membasuhnya dengan air mata kejujuran dan peluh pengabdian.
Ia menunggu pemuda yang tak hanya lantang di mikrofon, tapi juga berani jujur di kehidupan nyata.
Ia menunggu mereka yang mau bersujud dalam sunyi, lalu bangkit membawa cahaya.

Karena setia pada Indonesia bukan sekadar mengenang sejarah,
tapi meneruskan nyala api yang diwariskan — bukan dengan bicara, tapi dengan berbuat.

 

Dan kelak, jika suatu hari negeri ini kembali merunduk karena keletihan, biarlah kita yang menegakkannya — bukan dengan sumpah di bibir, tapi dengan cinta di dada.

Karena Indonesia tak butuh sumpah yang diucapkan,
Indonesia butuh kesetiaan yang dijalankan. 🇮🇩

Post Views: 566

Related Posts

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA
Berita Jawa Timur

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

November 24, 2025
Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!
Berita Jawa Timur

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

November 13, 2025
Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”
Berita Batu

Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”

November 13, 2025
Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper
Berita Pasuruan

Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper

November 6, 2025
BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!
Berita Batu

BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!

November 6, 2025
BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!
Berita Pasuruan

BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!

November 6, 2025
Next Post
Hati-Hati! Jalan Delanggu–Juwiring Longsor, Tapi Bukan Hati Kamu yang Jatuh, Mas!

Hati-Hati! Jalan Delanggu–Juwiring Longsor, Tapi Bukan Hati Kamu yang Jatuh, Mas!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Hati-Hati! Jalan Delanggu–Juwiring Longsor, Tapi Bukan Hati Kamu yang Jatuh, Mas!

Hati-Hati! Jalan Delanggu–Juwiring Longsor, Tapi Bukan Hati Kamu yang Jatuh, Mas!

Oktober 31, 2025
Robot Boleh Pintar, Tapi Jangan Lupa Nasi di Meja!

Robot Boleh Pintar, Tapi Jangan Lupa Nasi di Meja!

Mei 30, 2025

Marine Combat Veteran Kills 12 In Crowded California Bar

Juli 2, 2025
Gareng, Petruk, dan Abunawas: Akal Cerdik, Sindiran Pedas, dan Dunia yang Terbalik

Gareng, Petruk, dan Abunawas: Akal Cerdik, Sindiran Pedas, dan Dunia yang Terbalik

Maret 8, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In