JEMBER, garengpetruk.com –
Di tengah ramainya jalan raya yang makin mirip ajang adu gulat antar truk, Polres Jember bak superhero bersarung mulai menggelar Operasi Gabungan untuk menertibkan kendaraan ODOL alias Over Dimensi Over Loading. Nah lho, bukan odol buat gosok gigi, tapi odol yang bikin jalan berlubang dan jembatan nyaris pensiun dini!
Operasi ini digelar Rabu (05/06/25), dengan lokasi penuh kenangan: Jalan Raya Jember–Lumajang, tepatnya di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Bukan tempat wisata, tapi jalur maut yang sering bikin emak-emak berdoa lebih khusyuk kalau lewat situ.
Dikomandani langsung oleh AKP Bernardus Bagas Simarmata, 30 personel Polantas bersinergi bareng Dishub, Jasa Raharja, dan dua Dispenda (Provinsi & Kabupaten) turun ke medan. Bukan mau demo, tapi nyetop truk gede yang muatannya bikin aspal nangis darah.
“Kami periksa SIM, STNK, dan kondisi kendaraan, khususnya yang muatannya sudah kayak pindahan planet Mars,” ujar AKP Bagas sambil mengibaskan rambut ala drama Korea, biar sopir ODOL-nya luluh hati.
Setiap kendaraan bandel ditempeli stiker peringatan. Bukan stiker lucu-lucu kayak di kulkas, tapi yang ngasih pesan tegas: “Woy, jangan ngelunjak bawa truk kayak lemari jalanan!”

Sindiran Pedas Berbalut Edukasi
Tentu, ini bukan sekadar operasi, tapi juga bentuk cinta Polres Jember pada pengendara. Ya iyalah, kalau jalanan tiap hari dilewati truk ODOL, bisa-bisa jalan raya berubah jadi kubangan naga. Aspal jeblos, jembatan bengkok, dan motor nyusruk ke selokan. Mau hidup tentram kok kayak main petak umpet nyari lubang.
Gareng yang sejak dulu langganan ojek online sampai pengendara vespa butut, cuma bisa senyum miris. “Ora usah jadi ahli nujum, nek jalan terus dilewati ODOL, yang rusak bukan cuma jalan, tapi juga masa depan!” ucapnya sambil nulis artikel ini dari warung kopi.
Yang lebih sedih, kadang sopir cuma disuruh bos. Mereka ngejar setoran, tapi perusahaan angkutnya pura-pura suci. Lah, sopir dijerat, perusahaan malah tepuk tangan. Maka, AKP Bagas pun nambahin: “Sosialisasi bakal nyambangi perusahaan juga, biar semua pihak ikut tanggung jawab.”

Mimpi Jalanan Damai Tanpa ODOL
Operasi ini katanya bakal rutin. Artinya, sopir-sopir yang biasa ngangkut sampai truknya miring kayak mau bersin, siap-siap aja kena tegur. Kalau dulu jalan jadi arena Sumo Truck, sekarang harapannya berubah jadi catwalk damai, tempat truk melenggang elegan dengan muatan sesuai takaran.
Tentu ini bukan perkara mudah. Di negeri yang biasa menoleransi pelanggaran asal ada “uang rokok”, perubahan mental seperti ini mirip ngangkat truk pakai sedotan. Tapi kalau niatnya tulus dan semua ikut gotong royong, jalanan kita bisa lebih adem ayem, nggak penuh klakson marah dan lubang misterius.
Dan kata Gareng, “Yen truk ora ODOL, rakyat ora jebol!”
(= Kalau truk nggak ODOL, rakyat nggak jebol [jalan, jiwa, dan dompetnya])
Maka, mari kita dukung operasi ini. Bukan cuma demi lalu lintas yang tertib, tapi juga demi anak cucu kita yang kelak bisa naik sepeda tanpa takut diserempet truk segede kapal laut.
#GarengPetrukBicara #AntiODOL #JalanBukanArenaGulat
















