BANYUWANGI – Ada yang bikin geger dari Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Bukan Farel Prayoga nyanyi lagu baru, tapi… bapaknya yang nyangkut perkara lama: JUDI ONLINE. Iya, si Joko Suyoto — ayah dari artis cilik bersuara merdu — diciduk Satreskrim Polresta Banyuwangi gara-gara klik-klik HP bukan buat order Grab, tapi putar chip judi yang bikin dompet tipis dan masa depan kritis.
> “Penangkapan dilakukan di rumahnya sendiri. Alat bukti utama: HP yang bukan buat rekam suara anaknya, tapi bukti digital judi online,” kata Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, Rabu (11/6/2025), dengan wajah setegar polisi menangkap pemain Mobile Legends yang AFK di war.
—
🎲 Dari Ojo Dibandingke ke Ojo Ngalahi Hukum
Netizen tentu syok. Bapaknya Farel, si penyanyi cilik yang pernah goyang panggung Istana Negara, ternyata goyang jari di meja judi digital. Bukan ngejual pisang goreng, tapi chip virtual yang bisa bikin rumah tangga berderak dan pulsa tekor.
Dan seperti kisah klasik dalam sinetron-sinetron religi: istrinya, Siti Mujayanah, tak terbukti ikut-ikutan. Beliau cuma saksi mata, bukan saksi mata-mata. Setelah diinterogasi, Siti langsung dipulangkan, mungkin sambil membawa termos dan air mata.
—
👮 Petruk Bilang:
> “Ini bukan kisah bapak artis dapat endorsement, tapi kisah bagaimana seorang ayah bisa salah langkah walau anaknya sedang jadi bintang terang.”
—
📱 Bukti Kuat: HP Lebih Bahaya dari Bom Waktu
Dalam penggerebekan, tak ditemukan pistol, golok, atau harta karun. Tapi cukup satu HP yang berisi sejarah perjudian daring — lengkap dengan log transfer, game yang dimainkan, dan mungkin… nama panggilan online seperti “BangJudi123”.
Pihak kepolisian sekarang mendalami jaringan dan arus dana. Jangan-jangan ini bukan judi iseng, tapi masuk sindikat. Jangan-jangan ada grup WhatsApp “Srono Poker Club” yang anggotanya bukan hanya bapak-bapak nganggur, tapi juga oknum-oknum berbaju wangi.
—
🎭 Sindiran Halus ala Gareng Petruk
💸 Ketika ekonomi sulit, orang tua harus kuat. Tapi bukan berarti cari solusi lewat chip dan slot. Apalagi kalau anaknya kerja keras dari panggung ke panggung, sementara bapaknya main di meja judi daring.
🎙️ Farel bilang “Ojo Dibandingke”. Tapi hukum bilang “Ojo Dilangkahi”.
🎭 Artis naik karena suara. Jangan biarkan orang tuanya jatuh karena suara mesin jackpot digital.
—
🤹♂️ Penutup Bergaya Wayang
Petruk bilang:
> “Anak ibarat cahya, bapak ibarat bayangan. Kalau cahaya terang, tapi bayangannya bengkok, rakyat akan menoleh — bukan ke nyanyian, tapi ke berita.”
Semoga ini jadi pelajaran: bahwa kemajuan anak jangan dirusak oleh kelalaian orang tua. Dan judi online bukan solusi ekonomi — itu jebakan betmen digital, yang ujungnya bukan kaya raya, tapi jumpa jaksa.
—
Banyuwangi, negeri para talenta, tapi juga negeri hukum yang tak boleh dikalah
kan drama.
“Ojo Dibandingke”, tapi juga “Ojo Ngapusi Hukum”.
















