Situbondo – Weleh weleeh… Negeri ngisor gunung argopuro ini mendadak sumuk, bukan karena cuaca, tapi karena para pelaku korupsi mulai keringetan dingin! Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo, Pak Ginanjar Cahya Permana, kayaknya baru ganti oli premium—soalnya gas pol nyikat kasus korupsi di kota Santri ini!
Lewat tangan dingin tapi mata elangnya Pak Huda Hazamal (Kasi Intel), dua perkara korupsi sekarang udah resmi naik pangkat ke tahap penyidikan. Wah, ini bukan naik jabatan, lho… tapi naik ke meja hukum!
Kartu Emas: Emasnya Buat Siapa?
Yang pertama: Kasus Kartu Emas Pemda. Katanya sih, buat rakyat. Tapi entah kenapa emasnya malah keliatan kayak numpang lewat di APBD, terus nyasar ke rekening pribadi? Warga Situbondo yang berharap bisa dapat pelayanan sehat kayak sultan malah harus gigit daun jambu. Lha wong anggarannya 2023-2024, tapi sampai sekarang kartu emasnya lebih sering dipajang di proposal ketimbang di tangan rakyat.
Air Jadi Uang: Sumber Air atau Sumber Duit?
Lanjut yang kedua: Pengadaan Barang/Jasa Program Sumber Air. Ini air sumber atau sumber air mata rakyat, rek? Uang miliaran ngocor deras kayak bendungan jebol, tapi yang ngalir ke rakyat cuma janji manis kayak sirup kadaluwarsa. Tahun anggaran 2024, katanya air bakal jernih, nyatanya proyeknya yang “bening”—bening gak keliatan hasilnya!
Kejaksaan Naik Pit Onthel, Tapi Nabrak Maling Uang Negara
Kejaksaan Situbondo ini emang lagi ndandani rem motor hukum yang udah lama blong. Pak Huda bilang, ini semua berangkat dari “bukti permulaan yang cukup”. Bahasa halus dari: “Sabar ya, baru permulaan aja udah kebauan!” Kalau lanjut penyidikan, bisa-bisa aroma dosa anggaran sampek nyium ke Jakarta.
Katanya sih, semua pihak bakal diperlakukan adil. Gak ada tebang pilih. Tapi masyarakat Situbondo, sambil nyruput kopi, cuma bisa nyeletuk, “Ndilalah, tebang pilih kok seringnya tebang yang kecil, pilih yang gede.”
Tapi, Pak Huda ngotot: “Kita junjung tinggi asas praduga tak bersalah.” Mantap, Pak! Tapi ya jangan sampai “praduga tak bersalah” itu jadi tameng sakti mandraguna buat maling APBD kabur ke luar negeri naik kapal pesiar. Ngeri-ngeri sedap!
Sindiran Terakhir: Jangan-jangan…
Gareng jadi mikir, jangan-jangan semua proyek ini cuma bagian dari “pengadaan harapan palsu”? Janjine bangun sumber air, eh… yang keluar malah air mata warga. Janjine kasih kartu emas, yang dapat malah keluarga dekat pejabat.
Tapi tenang… Gareng masih percaya, di Situbondo masih banyak jaksa jujur, aparat waras, dan rakyat sabar. Kayak Pak Kajari dan Pak Kasi Intel, semoga terus tancap gas, jangan cuma nyalain sirine.

—
Catatan Gareng: Kalau jaksa udah nunjukin taring, jangan sampai taringnya malah tumpul gegara digosok lobi-lobi. Dan kalau proyek pemerintah mulai aneh, tanya aja: itu proyek rakyat apa proyek rayapan?
Situbondo, ayo bangun tanpa korupsi. Rakyat wis muak, tapi masih do’a. Semoga hukum jadi garang bukan buat rakyat kecil, tapi buat tikus berdasi yang doyan makan uang bansos dan proyek air!
Salam dari Gareng Petrok, saksi mata pembangunan jalan rusak yang tiap tahun diresmikan ulang. 🐭🛠️
















