PAMEKASAN — Di hari lebaran, kambing disembelih, rakyat liburan, maling? Meringis!
Soalnya… Satpolairud dan Polsek Pademawu Polres Pamekasan lagi pasang radar di Pantai Jumiang. Bukan buat nyari hiu, tapi nyari gangguan keamanan!
—
Pantai Jumiang: Antara Pasir, Pecel, dan Patroli
Pantai Jumiang, tempat rakyat menyatu dengan semilir angin dan gorengan tiga biji seribu, kini jadi sasaran utama patroli aparat. Bukan karena curiga ada aktivitas bajak laut, tapi karena jumlah pengunjung yang masyaAllah padatnya—kayak isi toples nastar di rumah nenek waktu masih belum disentuh cucu.
AKP Sri Sugiarto, sang pengawal ketertiban rakyat + pemilik suara yang bikin wartawan mingkem, bilang begini:
> “Kami hadir untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung obyek pantai wisata.”
Mantap, Pak. Jangan cuma kasih rasa aman, kalau bisa sekalian kasih pelampung gratis dan wifi!
—
Patroli: Antara Keamanan dan Kegalauan Remaja Pantai
Petugas bukan cuma muter-muter. Mereka juga:
Ngasih himbauan ke pengelola wisata.
(Biar jangan cuma jual tiket doang, tapi juga jaga keselamatan.)
Ngasih peringatan ke pengunjung.
(Awasi anak, jaga barang bawaan, jangan ninggalin sandal jepit di karang!)
Ngasih sinyal ke pelaku kejahatan:
“Nek arep maling, libur sek Rek!”

—
Pamekasan Beraksi, Bukan Cuma Nonton!
Di saat wilayah lain sibuk bikin tenda darurat gara-gara pengunjung over dosis selfie, Pamekasan justru sudah siap dengan “Pengamanan Berlevel Bintang Lima”.
Kalau ada yang bikin onar?
> “Segera lapor ke petugas. Jangan malah upload ke TikTok,” kata AKP Sri tegas.
—
Kritik Tipis-tipis: Wisata Aman Bukan Cuma Urusan Polisi
Hei, para pengunjung yang budiman dan budimin,
Wisata bukan tempat buang sampah sembarangan.
Jangan karena lihat polisi patroli, terus mikir pantai ini bebas dari tanggung jawab.
Toh aparat bukan Super Mario Bros, bisa muncul di tiap sudut.
Jaga anak, jaga etika, jangan buang plastik pop mie di pasir.
Karena kalau pantai rusak, nanti anak cucu kita cuma bisa lihat laut dari wallpaper HP.
—
Penutup: Polisi Sigap, Rakyat Harus Ikut Giat
Libur Idul Adha tahun ini, jangan cuma jadi momen makan sate dan update Instagram.
Biar petugas udah keliling, bukan berarti kita bebas nyantai kayak kerupuk tenggelam.
Karena menjaga keamanan bukan cuma tugas seragam, tapi kewajiban semua insan beradab.
—
Salam pantai, salam damai, salam nggak buang bungkus ciki sembarangan.
Gareng Petruk pamit sambil nyari tahu:
“Apa benar suara debur ombak itu seperti suara rakyat kalau ada BBM naik?”















