• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 2, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

WAISAK: LENTERA CINTA DI TENGAH KEGADUHAN DUNIA

maisput by maisput
Mei 12, 2025
in Berita Jawa Tengah, Berita Klaten, Kolom Reflektif, Pojok Opini
0 0
0
WAISAK: LENTERA CINTA DI TENGAH KEGADUHAN DUNIA
0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Wahai para pemirsa langit dan bumi, pembaca koran dan grup WhatsApp RT 03 yang suka sebar hoaks, mari kita jeda sejenak dari kegaduhan duniawi—dari cicilan yang belum lunas, dari polusi udara dan janji politik yang lebih mulus dari jalan tol. Hari ini kita bicara soal Waisak—bukan “wisak” dompet habis gajian—tapi Waisak, perayaan suci umat Buddha yang membawa pesan cinta, damai, dan kebajikan. Iya, yang kita sering lupa pas lagi rebutan diskon di e-commerce.

Satu Hari, Tiga Momen Sakti

READ ALSO

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya

Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip

Waisak itu ibarat promo kombo spiritual: tiga momen dalam satu hari—kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha. Luar biasa, bukan? Kalau dalam sinetron, ini kayak satu episode langsung lahir, jadi ustaz, lalu wafat sambil background-nya pakai musik sendu. Tapi ini bukan fiksi. Ini ajaran tentang bagaimana hidup bisa diisi makna, walau kadang dompet dan hati kosong bersamaan.

Borobudur: Bukan Cuma Tempat Foto Prewed

Perayaan Waisak di Indonesia itu biasanya epic. Candi Borobudur jadi panggung utama, bukan buat shooting iklan pariwisata, tapi buat meditasi dan merenung. Ada pengambilan air suci dari Umbul Jumprit—tempat yang lebih jernih dari niat politikus pas kampanye. Lalu api abadi dari Mrapen—yang kalau bisa ngomong, mungkin udah protes, “kok saya terus yang diambil, yang lain mana?”

Ada juga Pindapata, di mana biksu-biksu keliling minta makanan. Tapi jangan salah sangka, ini bukan ngemis, ini latihan rendah hati dan ajakan untuk berbagi. Bukan kayak influencer yang ngemis endorse tapi sok dermawan pas live donasi.

Dan tentu, pelepasan lampion. Harapan mengudara, doa terbang ke langit, jauh dari komentar julid netizen. Kalau bisa, lampion itu jangan cuma bawa harapan pribadi, tapi juga harapan biar manusia sadar: bumi ini bukan tempat lomba menang-menangan, tapi rumah bersama yang butuh cinta dan logika.

Cinta Kasih: Bukan Sekadar Caption Instagram

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin penuh gengsi dan debat kusir di medsos, ajaran Waisak itu seperti teh hangat di pagi mendung. Mengajak kita mempraktikkan metta (cinta kasih), bukan cuma ke gebetan, tapi ke semua makhluk—bahkan ke nyamuk, walau kadang mereka nyebelin pas kita lagi meditasi.

Ini saatnya refleksi: apakah kita sudah benar-benar menjadi manusia? Atau baru sebatas wujud manusia, kelakuan aplikasi pinjol?

Kritik Sosial Versi Lembut, Tapi Nyelekit

Waisak juga mengingatkan kita, bahwa kebajikan itu bukan cuma buat pencitraan. Di negeri yang doyan bikin regulasi tapi lupa implementasi, pesan Buddha tentang hidup sederhana dan penuh pengertian kadang terdengar seperti mimpi utopis. Tapi bukan berarti nggak bisa. Kalau elit bisa nahan diri nggak saling nyinyir, rakyat pun bisa belajar saling peluk—bukan saling pukul.

Waisak dan Kita: Masih Waras di Tengah Wacana

Di tengah berita penuh konflik, hoaks, dan debat receh soal sandal hilang di masjid, Waisak datang seperti angin segar. Mengajak kita berhenti sejenak, merenung: apakah hidup ini sekadar ngejar status, atau memperbaiki isi?

Karena sejatinya, manusia itu bukan dinilai dari berapa banyak dia update status, tapi seberapa tulus dia memperbaiki sikap.

Penutup: Jangan Cuma Diam, Mari Nyala

Waisak bukan hanya milik umat Buddha. Ini adalah panggilan nurani untuk semua manusia. Untuk lebih sadar, lebih peduli, dan lebih waras. Kalau pemerintah sibuk ngurus proyek mercusuar, mari kita yang kecil ini jadi lentera. Nyala kecil yang menerangi.

Semoga kita bisa jadi manusia seperti yang Buddha ajarkan—bukan cuma pinter ngomong “damai itu indah”, tapi juga bisa senyum pas di depan orang yang gak kita sukai. Berat? Iya. Tapi itulah kebajikan.

Batu, 1252025
Tertanda: Gareng-Petruk, Versi Keyboard

Post Views: 703

Related Posts

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
Berita Klaten

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya

Januari 15, 2026
Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
Berita Klaten

Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip

Januari 15, 2026
Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
Berita Klaten

Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji

Januari 12, 2026
Judul: Empat Pilar Diajari ke Gen-Z, Didik Haryadi Ngopi di Klaten: Dari Tukang Las ke Senayan
Berita Klaten

Judul: Empat Pilar Diajari ke Gen-Z, Didik Haryadi Ngopi di Klaten: Dari Tukang Las ke Senayan

Desember 20, 2025
Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
HUTAN JATI DONOLOYO: SAKRAL, RINDANG, LAN KAYA CERITA – EDISI NGOPI BARENG SEMAR
Berita Sukoharjo

HUTAN JATI DONOLOYO: SAKRAL, RINDANG, LAN KAYA CERITA – EDISI NGOPI BARENG SEMAR

November 24, 2025
Next Post
BUDAYA REK! DIHIDUPKAN LAGI — SAAT PUISI, MONOLOG, DAN MUSIK NGOPI DI TERAS DEWAN KESENIAN

BUDAYA REK! DIHIDUPKAN LAGI — SAAT PUISI, MONOLOG, DAN MUSIK NGOPI DI TERAS DEWAN KESENIAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Lampu Hijau Serempak di Kapongan: Semua Dapat Jalan, Semua Nyaris Celaka

Lampu Hijau Serempak di Kapongan: Semua Dapat Jalan, Semua Nyaris Celaka

Juni 16, 2025
Ilustrasi Petruk Jadi Raja

Pétruk Dadi Ratu: Pelajaran dari Sebuah Lakon Politik

Agustus 3, 2025
KOPERASI: SI DEMOKRASI YANG TIDAK MINTA PANGGUNG, TAPI MASAK NASIB RAKYAT DI DAPUR-DAPUR KAMPUNG

KOPERASI: SI DEMOKRASI YANG TIDAK MINTA PANGGUNG, TAPI MASAK NASIB RAKYAT DI DAPUR-DAPUR KAMPUNG

Juni 13, 2025
Jeda Dalam Hidup: Ketika Allah Menahan Langkah, Gareng Malah Bingung Cari Sandalnya

Jeda Dalam Hidup: Ketika Allah Menahan Langkah, Gareng Malah Bingung Cari Sandalnya

November 6, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In