Banyuwangi, garengpetruk.com – Di saat banyak sekolah sibuk mikirin ranking dan seragam, SMP Q-Safinda di Banyuwangi justru pasang badan lawan narkoba. Bukan karena takut diserbu zombie, tapi karena sadar: masa depan bangsa bisa rusak bukan karena ulangan Matematika, tapi karena serbuk haram yang merusak logika.
Tanggal 5 Mei 2025, sekolah yang adem ayem di bawah naungan Yayasan Pesantren Safinda ini mendadak ramai. Bukan karena ada ulangan dadakan, tapi karena kedatangan tamu: tim Garda Mencegah dan Mengobati alias GMDM, yang datang bukan bawa raport, tapi bawa semangat pencegahan narkoba.

Narkoba Bukan Teman Main, Tapi Musuh Bangsa
Pak Herman, yang namanya udah kayak profesor tiga gelar—M.Pd., M.Th., CBC—muncul sebagai pembicara utama. Gayanya tenang tapi nendang. Bahasa lugas, tapi nggak ngebosenin. Katanya, pelajar itu ibarat tanaman cabe rawit: kecil-kecil tapi pedas. Kalau dibina bener, bisa jadi pemimpin masa depan. Tapi kalau kena narkoba? Ya bisa jadi figuran di sinetron kriminal.
“Anak-anak itu bukan mesin fotokopi. Mereka perlu pemahaman, bukan sekadar perintah. Makanya edukasi soal narkoba itu kudu rutin, jangan cuma pas HUT sekolah,” ujar Herman sambil nunjukin poster bahaya narkoba yang lebih serem dari nilai merah di rapor.
Diskusi Bukan Basa-Basi
Acara ini bukan cuma ceramah satu arah ala pengajian dadakan. Ada sesi tanya jawab seru, di mana siswa nanya tanpa takut dikatain sok tahu. Pertanyaannya pun macam-macam, dari “Kenapa narkoba bisa bikin ketagihan?” sampai “Apa narkoba bisa nyembuhin patah hati?” (jawabannya tentu: tidak, Dek. Itu mah tugas waktu dan es krim).
Sekolah Serius, Narkoba Minggir
Kepala sekolah, Ibu Fajar Tri Nawangsih, juga nggak tinggal diam. Beliau ngasih sambutan yang bikin merinding, bukan karena mistis, tapi karena tulus. “Kami ingin anak-anak kami punya masa depan cerah, bukan karena lampu ring light, tapi karena hidup sehat tanpa narkoba,” katanya, disambut tepuk tangan para guru dan siswa yang (kali ini) bukan disuruh tepuk-tepuk duluan.
Gareng bilang:
“Kalau anak sekolah bisa ngerti rumus phytagoras, masa nggak bisa ngerti bahaya narkoba? Ayo, guru ngajarin, siswa nyimak, orang tua ngawasin, pemerintah jangan ngilang!”
Bukan Sekadar Sosialisasi, Tapi Revolusi Mental
GMDM dan SMP Q-Safinda sepakat: ini bukan acara tahunan yang cuma numpang lewat. Ini awal dari gerakan panjang: bikin sekolah yang nggak cuma bersih dari sampah plastik, tapi juga bersih dari narkoba. Biar anak-anak bisa belajar tanpa was-was, dan orang tua bisa tidur nyenyak tanpa mikir anaknya main ‘kapsul kebahagiaan’ ilegal.
Jadi, kalau kamu masih nganggep edukasi narkoba itu hal receh, mending ikut satu sesi di SMP Q-Safinda. Siapa tahu, yang berubah bukan cuma pola pikir, tapi juga masa depan bangsa.
















