DENPASAR – Kamis sore yang seharusnya cerah ceria dengan kopi Bali dan sunset Instagramable, mendadak berubah jadi suasana film horor—lampu mati, WiFi hilang, dan netizen pun panik massal. Bukan karena nonton konser K-pop gagal streaming, tapi karena Pulau Dewata diduga kena blackout total!
Listrik puffff! lenyap dari Denpasar sampai Karangasem. Lampu padam, kulkas mogok, bahkan pompa air ngambek. Warga pun hanya bisa menatap kegelapan sambil berkata, “Yah, PLN ngambek lagi, rek.”
“Kami hanya butuh sedikit penerangan, bukan pencerahan. Tapi yang datang malah kegelapan total!” ujar Pak Gede, sambil mencoba ngecas HP pakai tenaga batin.
—
Jejak Langkah Blackout: Sejarah Gelap yang Tak Pernah Terang
Blackout ini bukan kejutan. Mirip mantan yang tiba-tiba ngirim chat jam dua pagi, kita sudah sering “digelapin.” Tahun 2005, Jawa-Bali mati lampu massal. Tahun 2019, Jakarta sempat gelap gulita dan influencer terpaksa ngonten pakai lilin. Lalu 2024, Sumatera Selatan pun ikut masuk klub “gelap nasional.”
Dan sekarang… giliran Bali? Wahai PLN, kenapa pilihannya Bali, bukan kantor DPR?
—
Genset Naik Daun, Pariwisata Turun Tangan
Para pelaku usaha kelabakan. Hotel bintang lima mendadak downgrade jadi bintang remang-remang. Restoran fine dining terpaksa jadi picnic dinner di halaman parkir, dengan lilin sebagai satu-satunya dekorasi.
“Turis bule kira ini bagian dari paket budaya spiritual,” keluh Bu Ni Luh, sambil mencoba nyalain genset yang bunyinya mirip suara kompor gas marah.
—
Internet Mati, Rakyat Mati Gaya
Di zaman digital, blackout itu ibarat social suicide. Anak muda Bali kehilangan sinyal dan arah hidup. TikTok nggak bisa, Spotify buffering, dan dompet digital pun jadi dompet kosong karena QR code nggak kebaca. ATM? Mati. Kasir? Bingung. Uang cash? Entah ke mana.
Bahkan ada laporan warga mencoba bayar parkir pakai daun lontar karena panik.
—
Pemerintah, Tolong Jangan Seperti Lampu Jalan: Ada Tapi Tak Menyala
Sampai berita ini ditulis, PLN masih adem ayem. Mungkin lagi cari colokan yang longgar. Tapi rakyat butuh lebih dari sekadar permintaan maaf template. Ini soal kehidupan! Soal kulkas yang menyimpan ikan tuna hasil melaut! Soal AC yang mati di tengah panas tropis!
Kami tahu Bali kuat. Tapi jangan biarkan Pulau Dewata jadi Pulau Derita.
—
Gareng berpesan: “Kalau PLN gelap, hati jangan ikut-ikutan gelap. Nyalahkan keadaan boleh, tapi nyalakan juga lilin solidaritas.”
Petruk menambahkan: “Kalau pemerintah nggak bisa nyalain lampu, ya minimal nyalain nurani.”
—
Bali, tetaplah terang. Meski PLN lupa, rakyatmu tak pernah lalai untuk menyalakan harapan.
















