Wewewa Barat, SBD –
Sejak Selasa (12/8/2025), halaman SMK Negeri 2 Wewewa Barat berubah jadi “kota tenda” yang penuh canda, semangat, dan bau sosis bakar. Perkemahan besar untuk memperingati Hari Pramuka ke-84 ini mengundang peserta dari SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Kepala Sekolah Yosias Malo, S.Pd. membuka kegiatan dengan penuh semangat. Warga dan orang tua murid pun tumplek blek ke lokasi sejak sehari sebelumnya, sampai parkiran penuh dan beberapa motor malah ikut “kemah” di bawah pohon.
Polisi Nggak Datang, Ternyata…
Di tengah meriahnya perkemahan, ada satu pemandangan yang bikin heran: tidak ada pengawasan dari pihak kepolisian. Padahal, untuk acara besar yang melibatkan ribuan orang, biasanya polisi nongol minimal untuk ngatur lalu lintas, atau sekadar jadi penonton baris-berbaris.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Wewewa Barat malah kaget.
“Kami tidak mendapat informasi, baik lisan maupun tertulis, dari pihak sekolah. Kegiatan sebesar ini seharusnya kami wajib melakukan pengawasan. Tapi ya… nggak ada pemberitahuan, jadi kami nggak datang,” ujarnya dengan nada bingung, mungkin sambil garuk kepala.
Kepala Sekolah Ngaku Keliru
Begitu mendengar komentar polisi, Yosias Malo langsung angkat tangan.
“Maaf kaka, saya keliru karena belum mengonfirmasi kepada kepolisian. Saya akan segera melaporkan kegiatan ini,” ucapnya singkat, dengan wajah yang mungkin setegar tenda di tengah angin malam.
Tetap Meriah
Meski ada “lupa mengundang polisi” dalam daftar agenda, acara tetap berjalan aman dan meriah. Peserta tampak semangat bernyanyi, berbaris, dan mengikuti lomba-lomba. Malam harinya, suasana makin hangat di sekitar api unggun, membakar semangat Pramuka di bumi Wewewa Barat.
Pesan Moral ala Gareng Petruk:
“Kalau mau bikin acara, jangan cuma ngundang peserta sama panitia. Ingat, pihak keamanan juga perlu diajak, biar acara tetap aman… dan kalau ada yang nyolong sosis bakar di tenda, bisa langsung ditindak.”
















