Manisrenggo, garengpetruk.com — Sabtu siang (26/4/25) di halaman Masjid An-Nur, Barukan, Manisrenggo, Klaten, suasana panas bukan cuma karena matahari, kawan, tapi juga karena semangat luar biasa dari keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manisrenggo yang resmi mengukuhkan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KKM).
Ketua PCM Manisrenggo, Irfan Wahyudi — dengan suara lantang penuh rasa cinta tanah air dan cinta umat — berharap KKM ini bisa membantu pemerintah dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar secara terstruktur, terukur, dan tidak semrawut kayak kabel tiang listrik.

Jumlahnya?
Gile… 60 mubaligh siap tempur! Tapi jangan dibayangkan bawa tombak, ya. Ini tempurnya pakai mikrofon, dalil, akhlak, dan senyum, bukan pakai adu jotos.
Mereka tidak dibiarkan langsung turun ke lapangan kayak ayam lepas kandang. Ojo kesusu! Nantinya mereka akan dibekali pembekalan materi dakwah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Biar apa?
Ya biar kalau berdakwah itu bisa dipertanggungjawabkan, bukan asal cuap-cuap lalu viral tapi isinya zonk.
Tantangan besar, kata Pak Irfan, adalah anak muda zaman sekarang.
“Gimana caranya bikin anak muda betah di masjid, bukan betah di warung kopi sambil scroll TikTok semaleman?” katanya sambil ngelus dada.
Sementara itu, dari pihak pemerintah, Bupati Klaten lewat Asisten III, Himawan Purnomo, ikut ngasih wejangan.
Beliau bilang, mubaligh zaman now jangan cuma khotbah dari mimbar ke mimbar, tapi harus aktif juga di masyarakat, sekolah, bahkan dunia digital.
Sampai medsos pun kudu dimasukin, kawan! Biar anak muda lebih kenal ustaznya daripada selebgram endorse skincare.
Pesan Gareng:
“Pak Mubaligh, Bu Ustazah, jangan ceramah sambil ngantuk, jangan dakwah sambil cek saldo ShopeePay.
Kalau mau generasi muda balik ke masjid, kasih mereka contoh nyata, bukan cuma ceramah pakai bahasa langit yang gak dipahami anak milenial!”
Teriak Petruk:
“Kalau dakwah itu kayak jualan, maka bahasa, cara, dan pendekatan harus ngena di hati pembeli alias umat.
Jangan sampai dakwah malah bikin orang kabur, kayak tamu kabur lihat tagihan catering!”
Akhir kata, dengan pengukuhan KKM ini, harapannya bukan sekadar ramai acara, foto, dan nasi kotak, tapi ramai pula masjid, akhlak, dan amal kebaikan di tengah masyarakat.
Semangat terus, PCM Manisrenggo! Semoga makin banyak yang cinta masjid, bukan cuma cinta scroll reels!
(Tim Redaksi Klaten – GarengPetruk.com)















