KLATEN — Sebuah langkah nyata dalam membumikan toleransi dan kerukunan umat beragama ditunjukkan oleh Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Enam rumah ibadah yang berada dalam satu kawasan di Kompleks Grha Bung Karno kini resmi dimanfaatkan untuk kegiatan peribadatan masing-masing umat beragama.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, menyampaikan bahwa pemanfaatan 6 rumah ibadah ini menjadi salah satu contoh konkret dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.
“Dengan adanya pusat edukasi kerukunan, masyarakat bisa belajar langsung bagaimana menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syamsuddin dalam keterangan resminya di kantor FKUB, Minggu (6/7/2025).
Keenam rumah ibadah tersebut diperuntukkan bagi umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Pada Minggu pagi, rumah ibadah Kristen digunakan untuk ibadah perdana umat Kristiani, menandai langkah awal pemanfaatan pusat edukasi tersebut secara aktif.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan ibadah perdana umat Kristen. Ini menjadi bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan saling menghargai,” lanjut Syamsuddin.
Menurutnya, interaksi antar tokoh lintas agama yang berada dalam satu kompleks akan memberikan ruang dialog yang sehat, serta memperkuat jejaring sosial antar umat beragama.
Pusat edukasi ini, kata dia, bukan sekadar tempat ibadah berdampingan, tetapi juga ruang edukasi dan silaturahmi yang strategis. Ia berharap daerah lain bisa meniru model ini sebagai contoh baik dalam membangun kerukunan nasional.
Catatan Redaksi:
Di zaman di mana perbedaan sering dijadikan bahan bakar keributan, langkah Klaten ini patut dicatat dengan tinta emas dan mungkin sedikit air mata haru. Karena ternyata, bisa juga rumah-rumah ibadah yang biasanya berjauhan, kini akur berdampingan—tanpa saling geser kiblat, tanpa saling nyetel volume pengeras suara tinggi-tinggian.
Mudah-mudahan bukan cuma di Klaten. Siapa tahu, suatu hari nanti, Masjid, Gereja, Vihara, dan Pura bisa selfie bareng… eh maksud kami, berdampingan membangun damai, tanpa bumbu curiga. Karena kerukunan bukan diukur dari seragam kita saat ibadah, tapi dari bagaimana kita menyapa mereka yang tidak memakai seragam yang sama.
#TagarGarengPetruk:
#KerukunanTanpaSyarat
#KlatenNgajariDamai
#RumahIbadahRukun
#PetrukBedaTapiRukun
#GrhaBungKarnoAdem















