Di hari Sabtu, 10 Mei 2025, sejak ayam belum sempat nyanyi “kokok”, suasana Tanggul, Jember, sudah gegap gempita. Bukan karena konser dangdut keliling atau pasar murah minyak goreng, tapi karena 2261 jamaah haji asal Kabupaten Jember siap diberangkatkan ke tanah suci. Dan tahu-tahu… Depan Masjid Darul Mutaqqin udah kayak terminal tapi penuh doa dan haru, bukan klakson dan umpatan.
Acara sakral, tapi tetap ngangenin.
Acara pemberangkatan ini lengkap: mulai dari pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya (biar tetep cinta tanah air walau bentar lagi cium Hajar Aswad), sambutan dari Bupati yang diwakili, doa, azan, sampai pengibaran bendera start. Mirip MotoGP, tapi yang ini niatnya bukan adu cepat, melainkan adu khusyuk dan sabar di padang Arafah.
Sambutan pejabat? Wajib. Tapi ada maknanya juga.
Bupati Jember H. Muhammad Fawaid, SE., M.Sc., melalui Kabag Kesra Drs. H. Achmad Musaddaq, M.Si, menyampaikan harapan mulia: semoga para jamaah sehat wal afiat dari berangkat sampai pulang. Lebih penting lagi: semoga pulangnya bawa predikat “Haji Mabrur”, bukan “Haji Mabur” yang langsung hilang dari pengajian begitu balik.

Minta didoakan, semoga Jember makin cetar membahana.
Kata Pak Musaddaq, “Tolong dong, doain Jember biar makin maju, aman, damai, tentram, sejahtera, dan gak ada lagi jalan berlubang yang lebih cocok buat kolam lele.” (Oke, yang terakhir itu tambahan redaksi GarengPetruk.com).
Jumlah jamaah? Jangan dikira sedikit!
Total 2261 jamaah, broh! Terdiri dari jamaah reguler, cadangan, petugas kloter, petugas KBIHU, dan petugas haji daerah. Sampai harus dibagi jadi 7 kloter. Kloter bukan dari bahasa Jawa “klotak-klotak”, tapi singkatan dari Kelompok Terbang. Karena memang mereka akan terbang, bukan naik odong-odong.
Kecamatan Tanggul juga unjuk gigi.
Adnan Widodo S.Ag., M.Hi, Kepala KUA Kecamatan Tanggul, kasih bocoran: dari Tanggul aja ada 56 orang. Lengkap dari berbagai KBIHU, dari Miftahul Ulum sampai Ar Roudhoh. Pokoknya kayak miniatur Mekkah versi Tanggul.
Akhirnya, bismillah! Kloter 33 tancap gas!
Tepat dengan lafadz “Bismillahirrahmanirrahim” yang bikin bulu kuduk berdiri karena syahdu, 775 jamaah Kloter 33 naik 9 armada bus. Bukan mudik lebaran, tapi hijrah sementara ke tempat suci, bawa semangat dan doa, demi ridho Allah dan perubahan diri yang lebih baik. (Semoga juga bawa pulang oleh-oleh yang bukan cuma air zamzam dan kurma, tapi juga kesabaran dan semangat gotong-royong yang bisa menular ke kampung halaman.)
Catatan Gareng:
Pak Bupati, para jamaah memang doain Jember biar aman dan maju. Tapi jangan lupa, yang di rumah juga perlu perhatian: petani yang padi-nya belum panen, guru honorer yang honornya masih honor aja, dan rakyat kecil yang hatinya besar. Semoga haji tahun ini bukan hanya spiritual, tapi juga inspirasi sosial. Amin!
















