Jangan kaget kalau suatu saat Anda ketemu mantan narapidana di pasar, terus dia nyapa, “Excuse me, how much is this kangkung, Sir?” Nah, itu bukan karena dia habis ngaji di luar negeri, tapi bisa jadi dia adalah alumni Kelas Bahasa Inggris Lapas Banyuwangi!
Hari Sabtu (10/5), bukan cuma hari yang cocok buat rebahan atau cuci motor, tapi juga jadi hari bersejarah buat warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Mereka bukan lagi hanya ngitung hari sambil liat langit-langit, tapi sekarang ngafal grammar dan listening. Waduh, ini Lapas atau LIA cabang sel?

Dari “masuk bui” jadi “yes I can speak English”
Berkat kerja sama keren antara Lapas dan SKB Pokjar Giri, para warga binaan kini dijejali—eh, diajari—Bahasa Inggris. Bahkan katanya, ada juga praktisi asing yang turun langsung ngajarin. Waduh, dulu masuk gara-gara “keblinger”, sekarang keluar bisa ngomong “I have a dream”.
Kalapas Mochamad Mukaffi pun angkat bicara, tapi pake Bahasa Indonesia.
“Bahasa Inggris itu penting, Bro. Zaman sekarang nggak cukup bisa nulis surat cinta, tapi juga harus bisa balas email dari HRD,” ujar beliau, walaupun warga binaan-nya belum tentu punya laptop. Tapi semangatnya patut diacungi jempol dua!

Kritik halus ala Gareng:
Nah, ini yang menarik, Pak Kalapas ngomong soal hak pendidikan. Betul! Jangan sampai di luar lapas aja banyak yang nggak bisa sekolah, apalagi di dalam. Tapi jangan-jangan malah warga binaan yang dapat pelatihan, sementara warga perkampungan malah sibuk nyari sinyal buat belajar online. Ironis tapi nyata, Pak.
Warga binaan juga sumringah.
Salah satu napi berkata, “Ini buat masa depan kami, Mas. Biar bisa dapat kerja, bukan balik ke penjara.” Mantap. Move on dari masa lalu, tapi dengan vocab yang baru.

Visi Lapas: Bukan cuma tempat ngasih ganjaran, tapi juga ngasih harapan.
Program pelatihan ini dirancang agar warga binaan keluar bukan cuma bawa koper dan surat bebas, tapi juga ilmu, skill, dan pronunciation yang mendingan. Jadi, ketika mereka balik ke masyarakat, mereka bukan lagi mantan napi, tapi fresh graduate of Lapas Language Program.
Catatan Gareng:
Di negeri ini, kadang orang bebas malah pikiran dan akhlaknya yang terpenjara. Sementara yang dipenjara justru mulai belajar bebas dari kebodohan. Mungkin kita memang perlu tukeran tempat sebentar, biar tahu siapa yang benar-benar butuh pembinaan.
Hidup pendidikan!
Hidup warga binaan!
Hidup guru Bahasa Inggris yang sabar ngajarin “This is a pen” 37 kali!















