JEMBER, 6 Mei 2025 – Hari itu bukan hari biasa di Plalangan, Kecamatan Kalisat. Lapangan desa tiba-tiba mendadak nasionalis, penuh barisan seragam loreng dan kemeja rapi-rapi.
Acara bukan arisan RT, tapi hajatan negara: Pembukaan TMMD ke-124 Tahun Anggaran 2025, resmi digelar oleh Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait yang tampil gagah seperti biasanya—tanpa lupa senyum dan sambutan penuh semangat ala ustaz naik podium.
Petruk nyeletuk: “Kalau kepala desa dikasih 30 bedah rumah, kepala rakyat minta satu: jangan PHP soal pembangunan!”

Acara ini dihadiri oleh para pejabat lintas dinas—dari Dandim, Kapolres, Kepala DPMD, sampai semua OPD dan para Kades se-Kecamatan.
Tentu saja, suasana jadi lebih hangat dari biasanya—karena warga ikut hadir sambil nenteng harapan: “Mudah-mudahan ini bukan proyek lewat doang.”
Bupati Gus Fawait bilang:
“Dengan TMMD, kita bangun infrastruktur, kita lawan kemiskinan!”
Gareng nyeletuk: “Amin, Pak. Tapi jangan lupa, kadang yang bikin miskin bukan jalan rusak, tapi sistem yang retak!”
Kepala Desa Plalangan, Sofyan Zulkarnain Malik, suaranya bergetar antara bangga dan bahagia.
“Desa kami dipilih! Dapat 30 bedah rumah, infrastruktur dibangun, dan masyarakat terlibat langsung!”
Warga katanya siap bantu, gotong royong, bahkan siap nyediain fasilitas buat para tentara.
Petruk komentar: “Wah mantap. Kalau rakyat nyediain fasilitas, pejabat nyediain apa? Jangan-jangan nyediain janji aja, lho!”
Gus Fawait sendiri tampak semangat. Maklum, TMMD ini ibarat vitamin buat citra pemimpin. Selain pembangunan fisik, ada juga pembangunan rasa: rasa dihargai, rasa dibantu, dan rasa lapar yang mudah-mudahan berkurang kalau ekonomi desa meningkat.

TNI jadi idola baru di desa. Bukan cuma jago perang, tapi juga jago ngecor jalan, ngedek rumah, dan ngobrol dengan warga.
Gareng kagum: “Wong tentara bisa bangun rumah, masa birokrat cuma bisa bangun wacana?”
Tapi pesan paling penting datang dari Pak Kades:
“Harapan kami, masyarakat jangan cuma menikmati hasil, tapi juga ikut merawat, menjaga, dan melestarikan!”
Petruk angguk: “Setuju! Jangan baru dibangun langsung dipakai lomba balap truk dan jemur gabah. Sayangi infrastruktur, kayak nyayangi mantan yang udah tobat.”
—
Penutup dari Gareng-Petruk:
TMMD bukan cuma soal bangunan, tapi soal rasa—rasa ikut memiliki negeri. Tapi ingat, pembangunan bukan panggung pencitraan. Kalau niatnya tulus, hasilnya akan terus. Kalau cuma numpang poto-poto, ya hasilnya… cuma story WhatsApp!
















