Oleh: Gareng & Petruk
Waduh, Kang Gareng, ini DPR makin aneh aja. RUU TNI yang penting memang sudah disahkan, tapi RUU Perampasan Aset yang lebih penting buat lawan korupsi malah hilang dari meja sidang. Apa jangan-jangan masuk brankas besi berlapis keamanan tinggi, terus kuncinya dibuang ke samudra luas?

RUU TNI: Aman, Tak Sampai Dwi Fungsi
Kita kasih jempol dulu buat DPR yang berhasil mengesahkan revisi RUU TNI. Bagus ini, karena TNI memang butuh aturan yang lebih modern, adaptif, dan profesional. Tidak ada indikasi bakal kembali ke era Dwi Fungsi ABRI yang bikin tentara sibuk ngurusin politik.
RUU TNI ini katanya untuk memperkuat pertahanan, termasuk pengelolaan prajurit aktif di jabatan sipil tertentu. Pokoknya, asal tidak kebablasan masuk ke ranah yang bukan tugasnya, kita dukung! Tentara tugasnya jaga negara, bukan jaga kursi kekuasaan.
Tapi yang jadi masalah, kenapa RUU Perampasan Aset yang buat perang lawan koruptor malah ngilang?
RUU Perampasan Aset: Mengapa Tak Kunjung Disahkan?
Ini yang bikin kita mikir keras, Petruk. RUU Perampasan Aset itu penting banget buat Indonesia. Gimana nggak? Tiap tahun negara rugi triliunan rupiah karena korupsi, tapi duitnya nggak bisa diambil lagi. Udah kayak maling ketangkap tapi barang curiannya nggak dikembalikan.
RUU ini bakal bikin negara bisa langsung menyita harta hasil korupsi, bahkan tanpa perlu nunggu putusan pengadilan yang bertele-tele. Logikanya sederhana: kalau duitnya dari korupsi, ya kembalikan ke negara. Lah, kalau sampai sekarang belum disahkan, berarti ada yang nggak rela duitnya diambil balik?
Jangan-jangan… DPR takut?
DPR: Wakil Rakyat atau Wakil Koruptor?
Ayo kita tanya, para wakil rakyat yang terhormat: Kenapa RUU Perampasan Aset mandek? Apakah karena banyak yang nggak rela rekeningnya diusut? Apa takut kalau tiba-tiba rumah mewahnya, mobil sportnya, atau kebun duriannya disita?
Kalau memang bersih, kenapa takut? Atau jangan-jangan… di antara mereka ada yang bakal kena dampak langsung kalau undang-undang ini disahkan?
Masyarakat butuh bukti, bukan janji. Kalau DPR beneran peduli rakyat, segera sahkan RUU Perampasan Aset! Jangan biarkan koruptor pesta pora sementara rakyat merana.
Kesimpulan: Jangan Cuma Jago di Atas Kertas!
Kita apresiasi pengesahan RUU TNI. Tapi kalau bisa buru-buru sahkan itu, kenapa RUU Perampasan Aset malah digantungin? Apa karena yang satu ngurus pertahanan negara dan yang satu lagi mengancam kantong orang-orang tertentu?
Jangan sampai rakyat makin yakin bahwa DPR lebih peduli kepentingan sendiri daripada kepentingan bangsa. Kalau benar-benar wakil rakyat, buktikan! Segera sahkan RUU Perampasan Aset, sebelum rakyat sendiri yang turun tangan menagih janji.
Jangan sampai nanti ada yang bilang, “DPR: Dewan Pelindung Rampok!”














