Jakarta – Astaga naga terbang, rupanya bengkel bisa jadi panggung seni juga, Cak! Itu terbukti dari Panca Fest 2025, gelaran kontes modifikasi motor yang bukan cuma penuh baut dan oli, tapi juga penuh gaya, seni, dan tentu saja—duit.
Bertempat di BrickHall Fatmawati City Center (yang kalau lihat parkirannya bisa bikin dompet ikut puasa), acara ini bukan cuma tempat pamer motor modif, tapi juga ajang adu kreativitas, ego, dan tentu saja—sponsor.
Panca Garage, rumah modifikasi yang konon biasa melayani artis-artis ibukota (dan mungkin juga artis yang baru jadi caleg), sukses menyatukan para “pemangkas rangka” dari seantero negeri. Mulai dari motor bebek yang jadi mirip Iron Man, sampai Harley Davidson yang lebih kinclong dari kaca depan rumah Menteri.
—
Moge-Moge dan Motor-Motor yang Tidak Biasa
Kelas spesial tahun ini? Big Bike dan Harley Davidson. Lah piye, cak! Ini bukan kelas motor yang bisa diajak ke pasar beli cabai. Ini kelas motor yang butuh SIM C khusus dan bensin khusus: isi pertamax, tapi hati tetap premium.
Dengan jumlah peserta 75 motor, termasuk 15 dari kelas moge dan 10 dari Harley Davidson, suasana kontes jadi kayak ajang pamer penghasilan. Motor-motor dengan opsi part branded, cat mengilap kayak cat kuku Syahrini, sampai decal yang bikin helm sebel karena kalah keren.
—
Seni Bertemu Mesin: Gaya Urban Anak Modifikasi
Dalam sambutannya, Wamen Parekraf Irene Umar, dengan gaya khas pejabat millennial, bilang bahwa ini bukan cuma kontes motor, tapi juga ajang airbrush show, mural, flash tattoo, dan fun riding. Pokoknya semua yang penting jangan sampai ada yang bawa proposal bansos, ya kan?
Beliau ingin seni dan otomotif bersatu. Waduh, kalau seni udah nyatu sama mesin, jangan-jangan nanti pelukis mural bisa ditilang karena helmnya hasil airbrush terlalu ekspresif.
—
Pesan Moral dari Para Sultan Roda Dua
Tak ketinggalan, Bamsoet, Ketua Umum IMI, turun tangan juga. Katanya modifikasi bisa membuka lapangan kerja, mengurangi impor, dan mendorong UMKM. Ucapan yang terdengar seperti musik di telinga rakyat, walau kadang nadanya mirip iklan sebelum kampanye.
Dan iya, katanya lagi, “Modifikasi harus ramah lingkungan.” Hmm… motor yang knalpotnya segede tabung gas, tapi katanya pakai cat yang bisa didaur ulang. Luar biasa! Lingkungan mungkin pusing, tapi minimal catnya bisa nyambung hidup.
—
Dari Bengkel ke Panggung Hiburan
Acara puncak pun makin semarak dengan hadirnya selebritas dan seledewan seperti Rafi Ahmad, Andre Taulani, Gading Marten, Rigen, dan Deni Cagur. Ya, inilah negeri kita: acara motor aja bisa jadi panggung selebriti. Mungkin kalau ada kelas motor rakyat, yang datang Bang Madun tukang tambal ban.
Dan jangan lupa, RANS Entertainment juga jadi media partner. Jadi kalau nanti kamu lihat motor modif di TikTok masuk FYP, ya jangan kaget. Di balik mesin berisik itu, ada konten yang siap ditonton sambil rebahan.
—
Gareng Bilang:
Wahai rakyatku yang masih kredit motor tiga tahun, jangan berkecil hati. Acara seperti ini memang bukan buat kantong rakyat, tapi inspirasi itu gratis, Cak!
Panca Fest 2025 nunjukin satu hal penting: di negara ini, kreativitas bisa tumbuh bahkan dari onderdil bekas. Tapi jangan lupa, modifikasi mental rakyat dan pejabat juga penting. Jangan cuma motornya yang kinclong, pikirannya juga kudu berkilau.
Dan untuk para modifikator, inget: keren itu bukan soal harga part, tapi soal ide yang nyambung dari knalpot sampai akal sehat.
Gareng Petruk pamit. Gas pol, tapi hati-hati jangan nabrak logika.
















