Malang, Juni 2025 – Kota Malang siap kembali bergetar, bukan karena gempa, tapi gegara seniman dari 28 daerah dan Jepang bakal datang berjoget ria dalam Festival Obah Nggedrug Bumi (ONB) edisi ke-6! Judulnya saja sudah bikin punggung pengin ikut nggedruk. Hati-hati sandal copot, ini bukan festival biasa. Ini festival akbar, gratisan, dan internasional!
ONB bukan singkatan dari “Ojo Nganggur Bro”, meskipun cocok. Tapi ini adalah panggung seni yang sejak 2020 telah menjadi arena campur sari antara reog, tari kontemporer, jaranan, sampai pertunjukan dari negeri yang suka makan sushi.
“ONB tahun ini makin ndadi. Tanggal 4-6 Juli 2025, kita goyang bumi bareng 60 komunitas dari 28 daerah plus satu grup seni dari Jepang,”
ujar Winarto Ekram alias Win Ekram, tokoh sakti ONB sekaligus duta rambut gondrong Malang Raya.
Lokasi Festival:
Pelataran Nggedrug Singo Ludro
Jalan Pisang Agung III, Kampung Sumber Sareh, Pisang Candi, Malang
(Sebelah barat Universitas Merdeka. Gampang. Tanya tukang cilok juga tahu.)
Jadwal Jogetan:
Jumat, 4 Juli 2025 – 13.00 s/d 22.00 WIB
Sabtu, 5 Juli 2025 – 08.00 s/d 22.00 WIB
Minggu, 6 Juli 2025 – 08.00 s/d 22.00 WIB
Apa yang Ditonton?
Macam-macam, Rek! Mulai dari seni tradisi, eksperimental, sampai tari yang kalau dilihat dari jauh kayak sedang kesurupan. Tapi semua dibingkai dengan semangat saling peluk budaya – nggak ada “siapa lebih hebat dari siapa”, tapi siapa yang lebih luwes pas jatuh lalu bangkit sambil tetap menari.
Gareng Petruk Ngomong:
Kita patut curiga… eh maksudnya patut bangga, kok ada festival gratisan tapi isinya keren-keren. Biasanya yang gratis cuma seminar MLM dan nasi bungkus saat kampanye. Tapi ONB? Ini beda.
Ini festival yang berani ngumpulin lintas komunitas, lintas daerah, bahkan lintas negara, tanpa embel-embel politik atau jargon pencitraan.
Lha piye, sekarang ini banyak acara seni malah jadi alat dagang popularitas. Sementara ONB?
Seni ya seni.
Tari ya tari.
Tidak ditunggangi kepentingan. (Kalaupun ditunggangi, paling cuma penari jaranan.)
“Kami ingin ONB jadi ruang silaturahmi dan ekspresi. Tempat para seniman bisa bertukar ide dan membangun jejaring,”
kata Win Ekram dengan tatapan jauh ke panggung yang masih kosong tapi penuh harapan.
Festival yang Bukan Cuma Foto-foto
Zaman sekarang, banyak yang datang ke festival cuma buat update story: “Aku di sini, kamu di mana?”
Padahal, seni bukan buat eksis doang.
Seni itu refleksi. Seni itu revolusi. Seni itu… kadang butuh dana juga.
Jadi, meski gratis, jangan lupa bawa uang buat beli kaos, merch, atau setidaknya cilok. Karena semangat komunitas harus dirawat, bukan cuma diposting.

Komunitas Lokal: Garda Terdepan
Dukungan dari Reog Singo Ludro, RW 05 Pisang Candi, dan para warga, adalah bukti bahwa kalau rakyat digandeng, bukan dipangku, maka festival bisa jalan tanpa drama proposal yang hilang di laci dinas.
“Solidaritas warga ini bukan sekadar partisipasi, tapi perlawanan terhadap monotonitas,”
ujar seseorang yang tak mau disebut namanya tapi selalu bawa ukulele.
Catat Nomor Penting:
Win Ekram – 0857-3600-6242
Vira – 0856-0663-5099
Widi Hendro – 0822-2002-2224
Garengpetruk.com mengajak seluruh umat pecinta seni dan yang masih punya jiwa menari meski lutut ngilu, untuk datang dan meramaikan ONB ke-6.
Karena kalau seni sudah bergerak, maka bumi ikut nggedrug.
Dan kita? Jangan cuma jadi penonton selfie.
Mari ikut goyang… demi warisan budaya, demi jiwa yang tak mau diam!
ONB bukan hanya festival, tapi ajakan:
Obah bareng, goyang bareng, hidup bareng!
















