• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Februari 8, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ngaku-ngaku Solusi Dua Negara, Padahal Jualan Satu Kata: Gimmick

maisput by maisput
Mei 31, 2025
in Kolom Analisis Ringan, Pojok Opini
0 0
0
Ngaku-ngaku Solusi Dua Negara, Padahal Jualan Satu Kata: Gimmick
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Aduh Mak, Palestina-Mu Kini Jadi Status WhatsApp Diplomatik!

 

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Dulu, kalau ngeliat anak muda upload foto bendera Palestina, terus caption-nya “Free Palestine” sambil selfie di kafe, kita masih maklum. Namanya juga solidaritas dari jarak jauh. Tapi begitu pejabat kita ngomong soal “Solusi Dua Negara” sambil senyum-senyum di forum internasional, bendera Palestina rasanya kayak ditarik jadi taplak meja negosiasi.

 

Eh, jangan salah, bukan kita anti perdamaian, lho. Tapi kalau perdamaian versi dagang sapi politik luar negeri, ya kita harus waspada. Apalagi kalau yang ngomong “kami akan mengakui Israel kalau mereka kasih kemerdekaan dulu ke Palestina”—lha situ ngomong kayak jualan cilok: “Kalau kamu beli dua, saya kasih satu gratis.” Ini bukan promo Indomaret, Pak! Ini tanah, nyawa, darah, dan sejarah!

—

Solusi Dua Negara: Kayak Rujuk Sama Mantan yang Udah Nikah Sama Tetangga

 

Kata Muhammad Husein dari Gaza, ide Two-State Solution itu kayak kamu diusir dari rumah sendiri, trus disuruh negosiasi biar bisa tinggal di gudang belakang. Coba bayangin: tanahmu dijarah, rumahmu disulap jadi pangkalan militer, kamu diusir, eh disuruh senyum dan bilang, “Ya udah, setengah rumah buat kamu, setengah lagi buat saya.” Lah elah, ini bukan bagi kue ulang tahun, Bos.

 

Yang lebih lucu (baca: tragis) lagi, ternyata sebagian besar warga Gaza dan pemimpin mereka kayak Hamas dan Fatah, katanya juga setuju sama solusi dua negara itu. Kenapa? Karena mereka realistis. Bukan karena lupa sejarah, tapi karena sadar dunia ini bukan panggung sinetron Ramadhan. Musuhnya enggak cuma satu—yang ngedukung Israel itu geng barat, bawaannya satu geng Avengers.

—

Israel Itu Negara atau Startup Kolonial?

 

Kata Husein, Israel bukan negara, tapi proyek. Serius. Proyek strategis kolonialisme barat. Ibaratnya, Israel itu kayak cabang franchise imperialisme modern. Mirip-mirip startup: modal gede, branding meyakinkan, punya investor dari Amerika sampe Eropa, dan model bisnisnya “invasi dan ekspansi.”

 

Bayangin mereka kumpul di tahun 1907—belum ada iPhone, tapi udah mikirin gimana caranya ngejajah dunia pakai konsep baru. Mereka sadar model kolonial zaman VOC udah out of date. Maka lahirlah metode baru: jajahnya pakai dalih demokrasi, HAM, dan—ini yang paling canggih—kita serang duluan tapi kita ngaku diserang.

—

Prabowo dan Jurus “Jebakan Batman Diplomatik”

 

Kita mesti jujur juga, cara Pak Prabowo ngomong itu licin manis manja—kayak mau ngajak ribut, tapi sambil ngelucu. “Kami akui Israel asal mereka akui Palestina merdeka.” Cerdas, Pak. Kayak ngajak maling tobat dulu baru dikasih ijin dagang. Karena semua orang juga tahu, Israel paling anti sama yang namanya negara Palestina. Boro-boro kasih tanah, ngaku salah aja enggak pernah.

 

Ini kalau di sinetron, Prabowo lagi ngomong ke Israel kayak:

 

> “Aku akan mencintaimu… kalau kamu balikin seluruh isi rumah mantanmu yang dulu kamu rampok, minta maaf di depan publik, terus pindah kontrakan.”

Tapi karena kita tahu Israel tipe cowok yang gaslighting, ujung-ujungnya dia bilang:

 

> “Loh, kan dulu kamu juga yang ninggalin aku, bukan aku yang ngambil rumahmu…”

—

Tugas Kita: Bukan Cuma Posting, Tapi Mengawal Narasi

 

Kata Husein, Palestina bukan sekadar politik. Ini akidah. Baitul Maqdis itu amanah. Tapi perjuangannya harus pakai otak dan hati, bukan jempol doang. Jangan dikit-dikit marah, dikit-dikit nuduh “pengkhianat!”—ngomongin strategi bukan berarti melepas prinsip.

 

Justru kalau kita tahu ini cuma akal-akalan diplomasi, ya kita kawal. Kita desak agar solusi dua negara itu bukan omong kosong, tapi ngikutin Resolusi PBB 242: Israel harus cabut dari tanah jajahan, balikin pengungsi, stop bikin permukiman ilegal, dan buka blokade Gaza. Kalau enggak, ya jangan ngaku-ngaku siap damai.

—

Kesimpulan dari Warung Kopi Gareng

 

Solusi dua negara itu mirip kayak perjanjian bagi gorengan pas buka puasa:

 

Kita boleh setuju kalau sama-sama dapet tahu isi.

 

Tapi kalau satu pihak dapet bakwan doang, dan satunya lagi bawa pulang piringnya, itu bukan solusi—itu pembodohan!

Jadi, dear pemerintah, kalau mau diplomasi, silakan. Tapi jangan sampai diplomasi itu kayak menjual harga diri bangsa Palestina buat dapet tepuk tangan di forum internasional.

 

Dan dear netizen, kalau mau dukung Palestina, jangan cuma update story. Dukung dengan edukasi, diskusi, dan jaga nalar. Karena perjuangan itu butuh lebih dari sekadar hashtag, butuh nurani, logika, dan secangkir kopi hangat sambil mikir:

 

> “Kita bela Palestina bukan karena politik, tapi karena ini soal kebenaran yang dicampur darah dan air mata.”

—

Gareng Petruk mengakhiri dengan satu pesan penting:

“Kalau solusi itu bikin kita lupa siapa yang dijajah dan siapa yang menjajah, itu bukan solusi. Itu kamuflase.”

Post Views: 439

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Polisi Kawal 67 Gereja Saat Kenaikan Isa Almasih: Malang Aman, Iblis Libur Panjang

Polisi Kawal 67 Gereja Saat Kenaikan Isa Almasih: Malang Aman, Iblis Libur Panjang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Pergantian Kepala Polisi : Rakyat Butuh Pengayom, Bukan Pengayom Penjahat

Pergantian Kepala Polisi : Rakyat Butuh Pengayom, Bukan Pengayom Penjahat

September 14, 2025
Dr.H.Mulyadi Anggota DPR RI, Bongkar Utang BUMN: Bunga Nol Persen, Tapi Beban Daerah Makin Berat

Dr.H.Mulyadi Anggota DPR RI, Bongkar Utang BUMN: Bunga Nol Persen, Tapi Beban Daerah Makin Berat

Mei 20, 2025
Ketua DPW Pasukan 08 Jember Deklarasikan 10 Personil Divisi Rescue

Kemeriahan Acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Pasukan 08 DPW Kabupaten Jember

April 13, 2025
Esai Gaya Gareng Petruk: Chairil Anwar, Puisi, dan Petasan Jiwa Bangsa

Esai Gaya Gareng Petruk: Chairil Anwar, Puisi, dan Petasan Jiwa Bangsa

Juni 15, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In