• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Januari 24, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memuji Tuhan Melalui Senyuman

maisput by maisput
Mei 14, 2025
in Filsafat, Pojok Opini
0 0
0
Memuji Tuhan Melalui Senyuman
0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Dulu aku pikir memuji Tuhan itu harus dengan suara serak-serak merdu, kepala tertunduk 45 derajat, dan kening berparfum sajadah. Tapi rupanya, Tuhan lebih senang disenyumi—bukan cuma disembah.

 

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Senyuman itu ibadah, kata Jalaluddin Rumi sambil menari muter-muter seperti kipas angin spiritual. Tapi manusia zaman sekarang malah sibuk manyun: rebutan kuasa, ribut harga cabai, bahkan rebutan kebenaran yang seolah-olah cuma muat satu orang.

 

Padahal, kata Petruk, “Sing bener yo kudu ndadi lucu sik, ben ora mumet uripmu.” (Yang benar itu harus lucu dulu, biar hidupmu gak stres.)

 

Tuhan, Aku Ketawa Karena Aku Paham

 

Rumi bilang, “Gelak tawa yang datang dari hati yang mengerti, lebih dalam dari seribu ayat suci yang dibaca tanpa rasa.” Maka ketika Gareng lihat orang rebutan jabatan sampai lupa jabat tangan, ia hanya tersenyum simpul—simpuul banget, sampai kayak tali kolor kendor.

 

“Wahai manusia,” kata Petruk di tengah pasar, “kenapa kamu marah kalau orang beda pendapat, tapi diam saja ketika harga beras naik kayak harga outfit selebgram?”

 

Itulah kenapa senyuman kita harus punya makna. Bukan senyum yang penuh tipu daya, tapi senyum yang datang dari penerimaan: bahwa dunia ini memang panggung sandiwara, dan kita semua pemainnya, meski sering lupa skrip dan malah adu peran.

 

Sufisme: Ketika Hati Bicara, Logika Menunduk

 

Dalam filsafat, manusia bertanya: siapakah aku? Tapi dalam sufisme, manusia tersenyum dan berkata: aku bukan siapa-siapa kecuali cinta yang sedang mencari jalan pulang.

 

Gareng pun merenung di bawah pohon randu, sambil makan tempe mendoan basi.

 

“Lha iki piye, wong ngaku beriman tapi gampang marah, ngaku bertuhan tapi belum pernah tertawa dari hati, malah curiga kalau ada orang bahagia!”

 

Tuhan tidak segelisah itu dicurigai. Tuhan itu Maha Pemaaf, bukan Maha Kepo. Tapi manusia? Sedikit-sedikit nuduh: kafir, sesat, bid’ah, dan kalau bisa—block sekalian dari grup WA keluarga.

 

Senyum Itu Revolusi Sunyi

 

Senyum Petruk di pasar lebih keras dari orasi politisi. Karena senyumnya menyiratkan: “Aku tahu dunia ini kadang edan, tapi aku memilih waras—meski kadang pura-pura gila agar tidak terseret.”

 

Senyum adalah bentuk protes tanpa bakar ban. Ia tidak melukai, tapi menusuk lembut ke dalam nurani: “Wahai engkau yang berbaju agamis, jangan sampai senyummu tertutup karena takut dianggap tidak serius!”

 

Kritik Terakhir: Tuhan Tidak Butuh Dirimu Menjadi Marah

 

Petruk berkata sambil ngelus dada (yang mulai sesak karena cicilan), “Tuhan tidak sedang butuh tentara maya, yang kerjaannya ngatain orang beda pandangan sebagai musuh agama.”

 

Justru, Tuhan lebih terpanggil oleh orang yang bisa menyapa tetangganya meski beda pilihan, yang bisa senyum pada sopir angkot, yang bisa menahan lidah meski jari-jari gatal ingin berdebat di kolom komentar.

 

Karena di balik senyuman yang tulus, ada doa tak terucap. Di balik gelak tawa yang jujur, ada pujian yang lebih harum dari dupa.

—

Penutup: Senyumlah, Wahai Manusia

 

Jika engkau tak sempat ke masjid, tak cukup uang untuk sedekah, atau tak kuat puasa sunah—maka setidaknya senyumlah. Senyum itu juga amal. Dan barangkali, justru lewat senyumanmu, orang lain percaya bahwa Tuhan itu ada, dan cinta-Nya nyata.

 

Karena, seperti kata Gareng,

“Urip iku ora mung kanggo ngeluh, tapi kanggo guyu sing jero.”

(Hidup itu bukan cuma

untuk mengeluh, tapi untuk tertawa yang dalam.)

Post Views: 279

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Serial Petruk Rumi  Episode 1: “Petruk dan Kecap yang Maha Benar”

Serial Petruk Rumi Episode 1: "Petruk dan Kecap yang Maha Benar"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Oktober 17, 2025

EDITOR'S PICK

SANTUNAN 50 ANAK YATIM & GEMURUH DOA DI MALAM 10 MUHARRAM: KASIH SAYANG BUKAN SEKADAR CERAMAH!

Juli 6, 2025
Giat RAMPCEK Kesiapsiagaan Polres dan Dishub Jember mendukung Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H Aman Bagi Masyarakat.

Giat RAMPCEK Kesiapsiagaan Polres dan Dishub Jember mendukung Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H Aman Bagi Masyarakat.

Maret 25, 2025
Sarjana Gondal-Gandul: PR Besar Pendidikan dan Kementerian

Sarjana Gondal-Gandul: PR Besar Pendidikan dan Kementerian

Januari 14, 2025
Tunangan Rasa Pernikahan, Pasang Tenda Sampai Pasang Harapan

Tunangan Rasa Pernikahan, Pasang Tenda Sampai Pasang Harapan

Juni 8, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In