Bombana, 2024 — Pilkada Bombana 2024 semakin panas, tapi bukan karena debat visi-misi atau gebrakan program kerja dari para calon, melainkan karena derasnya kampanye hitam dan kabar miring yang menyelimuti atmosfer politik di wilayah ini. Namun, di tengah pusaran fitnah dan berita bohong, Burhanuddin, calon Bupati Bombana nomor urut 1, terus melaju dengan komitmennya untuk bekerja dan melayani rakyat.
“Nama saya tidak pernah jadi terpidana, saya hanya datang untuk meneruskan apa yang sudah dibangun oleh pejabat sebelumnya,” ujar Burhanuddin dengan nada tegas namun tetap tenang. Memang benar, di Pilkada ini, seolah ada dua dunia yang terpisah jauh: Burhanuddin dengan kerja nyatanya, dan paslon nomor 2 dan 3 yang sibuk menyebar isu dan berita bohong.
Fitnah dan Kampanye Hitam: Apa Kata Mereka?
Burhanuddin, yang sudah dikenal sebagai sosok pekerja keras di Bombana, mengaku menerima berbagai serangan fitnah yang bahkan menyentuh ranah SARA dan hate speech. “Saya memahami, semua ini bagian dari dinamika politik. Mungkin, semakin banyak fitnah yang saya terima, semakin besar dorongan bagi saya untuk bekerja lebih baik lagi. Saya ini manusia biasa, nggak bisa menyenangkan semua orang, tapi yang pasti saya selalu berusaha menyenangkan masyarakat Bombana,” tambahnya sambil tersenyum santai.
Tidak sedikit tuduhan yang diarahkan padanya. Pasangan calon nomor 2 dan 3 terkesan lebih sibuk mencari celah dan kekurangan, ketimbang menunjukkan program kerja nyata yang mereka tawarkan. Apa mereka lupa bahwa rakyat Bombana tidak mudah dibohongi dengan retorika dan narasi kosong? Ya, ini seperti melihat pertandingan sepak bola di mana tim lawan sibuk bikin pelanggaran tapi lupa bikin gol.

Paslon 2 dan 3: Sibuk Menyebar Isu, Program Kerja Mana?
Pasangan calon nomor urut 2 dan 3, bukannya mengedepankan program unggulan untuk memajukan Bombana, justru sibuk dengan jurus klasik politik lama: fitnah, kampanye hitam, dan berita bohong. Kabar burung beredar, mereka mengandalkan “strategi halus” dengan menyebar informasi yang menjatuhkan rival tanpa perlu berbicara soal visi misi. Ya, namanya juga politik, semakin mendekati hari H, semakin kentara siapa yang datang dengan niat bekerja dan siapa yang datang hanya dengan niat menjatuhkan.
Sayangnya, rakyat Bombana sudah cerdas. Era politik tipu-tipu sudah lewat, Pak! Mereka kini lebih memilih untuk mendukung pemimpin yang terbukti bekerja, bukan yang sibuk menghujat di belakang layar.
Burhanuddin: Ketulusan Adalah Kunci
Burhanuddin dikenal sebagai sosok yang terus melanjutkan program-program positif dari pejabat sebelumnya, menunjukkan bahwa kontinuitas pembangunan adalah prioritas, bukan sekadar ambisi pribadi. “Semua yang saya lakukan untuk Bombana ini adalah bentuk ketulusan saya bekerja untuk rakyat. Saya bukan datang untuk mengobral janji, saya datang untuk melayani,” katanya lagi, dengan nada yang penuh keyakinan.
Jika kita lihat, Burhanuddin tak pernah terpancing untuk menanggapi fitnah-fitnah yang dilayangkan kepadanya. Bukannya meladeni permainan politik kotor, ia memilih fokus pada hal yang lebih penting: melayani rakyat dan menyelesaikan program-program pembangunan.
Politik Merakyat vs. Politik Merusak
Dalam pertempuran politik ini, ada dua jalan yang bisa dipilih: jalan kerja nyata atau jalan merusak. Burhanuddin jelas memilih yang pertama. Sementara, paslon nomor 2 dan 3 terlihat lebih tertarik menggarap jalan yang kedua—yang lebih mudah, memang, tapi juga penuh jebakan. Mengapa mereka seakan hanya mampu bergerak dengan menyebar kampanye hitam? Mungkin mereka sadar, bahwa di depan rakyat, program mereka tak cukup meyakinkan untuk bersaing dengan kerja nyata Burhanuddin.
Rakyat Bombana bukan hanya butuh janji manis di atas podium, mereka butuh aksi nyata di lapangan. Ketika paslon lain sibuk memutar berita palsu, Burhanuddin terus berlari, memegang tanggung jawabnya dengan tulus dan tanpa banyak bicara.
Penutup: Siapa yang Akan Dipilih?
Pada akhirnya, rakyat Bombana akan menilai dari siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka. Kampanye hitam dan fitnah mungkin bisa menyebar cepat, tapi kerja keras dan ketulusan akan bertahan lebih lama di hati rakyat. Pilkada kali ini bukan hanya tentang siapa yang paling keras suaranya, tapi siapa yang paling tulus melayani.
Jadi, buat paslon nomor urut 2 dan 3, mungkin saatnya hentikan fitnah dan mulai bicara soal program kerja yang nyata. Karena rakyat Bombana, sekali lagi, bukan penonton yang mudah dibohongi.
Burhanuddin terus bekerja. Paslon lain? Terus saja memfitnah. Dan kita semua tahu siapa yang akan dipilih rakyat Bombana pada akhirnya.
















