Jakarta, GarengPetruk.com – Di tengah semangat menyambut Hari Bhayangkara dan harapan akan PWI yang bersatu, ada kabar lain yang bikin rakyat langsung menarik napas dalam-dalam (karena ngisi bensin pun sekarang mesti mikir napas panjang). Yup, BBM Naik Lagi, Pemirsaaaah!
Per 1 Juli 2025, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU se-Indonesia. Kalau Anda merasa bensin cepat habis, tenang, sekarang bukan cuma cepat habis, tapi juga cepat bikin habis saldo dompet!
Dilansir dari laman resmi mypertamina.id/fuels-harga, inilah rincian harga terbaru yang berhasil bikin netizen mengelus dada sambil ngelirik saldo e-wallet:
Daftar Harga BBM per 2 Juli 2025:
Pertamax (RON 92): Naik Rp 400/liter
Pertamax Turbo (RON 98): Naik Rp 450/liter
Pertamax Green 95: Ikut naik, walau katanya ‘green’
Pertamina Dex (CN 53): Naik Rp 580/liter
Dexlite: Tentu, ikut naik biar gak ketinggalan tren
Kenapa Naik?
Kata mereka sih ini bukan iseng atau prank tahunan, tapi mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan hasil revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. Kalau rakyat harus paham semua kode ini, kayaknya harus kuliah jurusan Minyak & Gas dulu.
“Kita sesuaikan harga dengan formula internasional, mengikuti harga pasar dunia,” ujar suara dari balik layar Pertamina, yang entah kenapa selalu muncul tiap kali harga naik, tapi gak pernah muncul waktu harga minyak dunia turun.
Gareng Bersabda:
“Waktu harga BBM naik, rakyat disuruh maklum. Tapi waktu rakyat mau naik kelas hidup, disuruh sabar. BBM katanya nonsubsidi, tapi efeknya tetap bikin subsidi hati kita bocor!”
Rakyat Ngomong Apa?
Di lapangan, suara warga pun beragam. Ada yang masih pakai Premium nostalgia (tapi itu cuma tinggal cerita), ada yang sudah pindah ke Dexlite tapi makin mikir panjang, dan ada juga yang akhirnya serius install MyPertamina, bukan buat poin, tapi buat tahu kapan harus jalan kaki.
Bu Jumini, tukang sayur dari Bekasi, bilang:
“Sekarang isi bensin kayak beli skincare mahal, mikir dulu baru putuskan. Mendingan jalan kaki, sekalian diet!”
Catatan Akhir:
BBM naik itu kayak gebetan toxic: datang tanpa aba-aba, bikin beban, dan tetap harus diterima karena gak ada pilihan lain. Tapi jangan lupa, setiap liter bensin yang naik, artinya liter harapan rakyat untuk hidup sejahtera juga diuji.
Jadi, buat yang ngisi Pertamax, silakan rasakan sensasi seperti orang kaya di negeri yang naik turun seperti harga bensin.
Buat yang masih setia dengan motor karbu dan pengiritan maksimal, tetap semangat, karena bukan cuma mesin yang harus kuat, tapi juga mental dompet kita.
Redaksi GarengPetruk.com – Karena kritik sosial tidak harus panas, cukup dikocok dengan tawa dan logika waras.
















