Jember, GarengPetruk.com – Bulan Juni 2025 ternyata bukan cuma musim durian dan diskon online shop, tapi juga musim panen tersangka narkoba di Jember. Ora tanggung-tanggung, Polres Jember berhasil mengungkap 19 kasus dengan 27 tersangka. Bukan lomba, tapi kok ya angka-angkane ndlogok!
Kapolres Jember, AKBP. Bobby Adimas Candra Putra, dalam press release Jumat (4/7/2025), tampil seperti dosen yang lagi nyidang skripsi kasus narkoba. Katanya, dari total 27 tersangka, 23 pria dan 4 wanita, 10 di antaranya adalah residivis, alias alumni penjara. Hobi balik kandang, rek!
Barang buktinya? Ora nyedot nyowo, tapi nyedot akal sehat:
Sabu: 269,66 gram
Ganja kering: 222,64 gram
Pohon ganja hidup: 6 batang (ini mungkin niatnya bikin taman)
Ekstasi: 29 butir
Timbangan digital: 6 biji (buat ukur dosa?)
HP: 25 unit, mungkin buat koordinasi antar jaringan sambil nge-stories.
Kasus-Kasus yang Bikin Jember ‘Hot’
Kasus 1: Suami Istri Kompak Nyabu
Tanggal 8 Juni 2025 di Ambulu, ditangkaplah pasangan M dan R. Bukannya kompak bikin usaha rumah tangga, malah usaha sabu-sabu. Si istri, rupanya, sudah veteran narkoba. Dari mereka, disita 78,72 gram sabu. Cinta yang menggebu, sabu jadi peluru.
Kasus 2: Ganja Hidup dari Gumukmas
Tanggal 17 Juni 2025, pria berinisial AM ditangkap di Gumukmas. Bawa 6 pohon ganja hidup, ditambah ganja kering 0,83 gram. Ini jelas bukan berkebun hobi-hobi santai di rumah, lho! Biji ganjanya disebut-sebut berasal dari luar Jember. Polisi lagi menyelidiki, jangan-jangan ini proyek agro narkotika antar daerah.
Kasus 3: Residivis Lintas Pulau
Tanggal 27 Juni 2025, AN, seorang mantan penghuni bui, ketangkep lagi dengan sabu 51,81 gram. Dari situ, Satresnarkoba ngegas penyelidikan sampai Buleleng, Bali, dan nangkep WD. Nih orang nyebrang pulau bukan buat liburan, tapi kirim sabu. Masa depan suram dikemas rapi pake JNE ekspres, rek!
Hukumannya? Ora Main-Main
Para tersangka dikenai Pasal 114 dan 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman: 6-20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar + bonus sepertiga! Mending ikut arisan berhadiah, ya?
Gareng Nyindir:
“Saya ora ngerti, napa rakyat saiki luwih gampang golek sabu tinimbang golek kerja halal. Katanya ekonomi membaik, lha kok jaringan sabu makin banyak? Mbok ya dicari juga pabriknya, bukan cuma kurirnya.”
Petruk Nambahi:
“Polisi yo wis kerja luar biasa, tapi nek pengedar terus bertambah, jangan-jangan ada yang bocor dari dalam? Mosok residivis bisa buka cabang lagi?”
AKBP Bobby Tegas:
“Kami komitmen basmi narkoba sampai ke akar-akarnya!”
Tapi Gareng mbatin, “Nek akare ana ning pejabat atau oknum berseragam, berani ora dicabut?”
Pesan Moral: Kepada masyarakat, ojo mung jadi penonton. Laporkan kalau ada yang mencurigakan. Nek tetanggamu mendadak beli motor cash, tapi gak kerja, ya ojo ditanya, langsung lapor!

Foto Humas Polres Jember
Polres Jember ngegas, masyarakat ojo nge-rem. Narkoba gak bakal habis kalau masih ada yang diam dan pura-pura rabek alias rabakal ngerti!
















