Gareng:
Cekrek! Srut srut! Gubrak!
Ndilalah kok ya ora ilok, Museum Angkut – tempat selfie sejuta umat dan spot konten para influencer yang sok vintage – mendadak kebul kayak dapur emak-emak pas bikin rendang Lebaran. Tepat di zona Eropa! Lha Harrods-nya kebakar, tapi bukan diskon gede, ini beneran api, rek!

Petruk:
Halah, kok iso kebakar to, Le? Mbok ya kalau ngangkut-angkut listrik, dicek sik kabelnya. Jare Damkar Kota Batu, api muncul karena konsleting listrik. Nah lo, listriknya mungkin stres, ya, disuruh nyala terus buat lampu gaya-gayaan. Alhasil, stereo foam, kayu, kaca mika… cling! Langsung jebluk jadi barbecue Eropa.
Gareng:
Santoso Wardoyo, jenderal Damkar, laporan jam 11.27 WIB. Pasukan Gajah 2, Gajah 3, sampai Regu Brama, Yudha, Jaya dikerahkan. Luar biasa! Tapi bukan buat perang kerajaan, lho. Ini perang lawan api yang merajalela, dan alhamdulillah padam dalam waktu 30 menit. Tapi kerugian? 150 juta! Duit segitu bisa buat beli bakso seumur hidup dan cicil rumah kontrakan.
Petruk:
Tapi ya Gar, hebatnya Jatim Park Group ini: setelah zonanya kebakar, jam 12.00 langsung buka lagi kayak nggak ada apa-apa. Lha ini to, Indonesia banget! Mau rusak, yang penting tetap buka. Mental “yang penting cuan jalan terus” merajalela. Untung pengunjung nggak disuruh foto dengan latar belakang abu-abu London!
Gareng:
Dan ya ampun, dua mobil display juga ikut hangus. Nah lho! Mobil-mobil tua itu harusnya kan istirahat di panti jompo besi tua, bukan dipanggang kayak sosis Jerman. Tapi salut, tidak ada korban jiwa. Kecuali mungkin pride dari kabel listrik yang kesambet.
Petruk:
Tapi ada yang lebih penting dari kebakaran ini: kebakaran ide dan tanggung jawab! Mbok ya pengelola wisata itu jangan cuma mikir “instagramable” tapi lupa “safety-able”! Jangan sampai wisata kita ini kayak kembang api – rame di awal, meledak di tengah, habis di akhir.

Gareng:
Jadi, wahai sedulur nusantara, mari kita renungi: museum boleh terbakar, tapi jangan sampai akal sehat kita ikut jadi arang. Mari kita rawat wisata bukan cuma dengan kamera, tapi dengan nalar dan nyali. Safety first, selfie belakangan!
Petruk:
Dan semoga ke depan, nggak ada lagi drama api-api-an. Kalau mau panas, ya cukup hati kita pas ditinggal mantan ke nikahan temen.
—
Sekian edisi “Gareng-Petruk: Sindir Tapi Mesra.”
Sampai jumpa di edisi berikutnya, dengan api semangat, bukan api konslet!















Tulisan yang bagus, dengan jenaka tapi esensinya tetap dapat
Terima Kasih Lurr