• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Februari 8, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Drama di SPBU Gempol: Dua Pelaku Pemalsuan Uang Tertangkap, Uang Asli Tipis, Uang Palsu Menipis!

maisput by maisput
April 16, 2025
in Berita Hukum, Berita Jawa Barat
0 0
0
Drama di SPBU Gempol: Dua Pelaku Pemalsuan Uang Tertangkap, Uang Asli Tipis, Uang Palsu Menipis!
0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Cirebon – Dalam sebuah sinetron kriminal seru yang terjadi di dunia nyata, Polsek Gempol berhasil menangkap dua pelaku pemalsuan uang yang kedapatan mencoba mengelabui petugas SPBU. Dua pelaku berinisial AT (62) dan SA (53), yang mungkin berfikir mereka bisa “mengisi BBM gratis dengan uang palsu,” kini harus berurusan dengan hukum. Mereka ditangkap dalam operasi spontan penuh drama di SPBU Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (22/9/2024).

“Isi Pertamax dengan Uang ‘Seratus Persen Palsu'”

READ ALSO

Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi

SUKAMAKMUR SIAP KIRIM KARYA KE FESTIVAL FILM KABUPATEN BOGOR!

Kejadian bermula saat AT dan SA mencoba membayar BBM jenis Pertamax di SPBU tersebut. Namun, bukannya membayar dengan uang asli, mereka justru menyerahkan tiga lembar uang pecahan Rp 100 ribuan yang ternyata palsu. Mungkin berharap aksi mereka tidak terendus, keduanya segera pergi dengan mobil pick-up hitam mereka, namun seperti kata pepatah, sepandai-pandainya bajing meloncat, akhirnya ketahuan juga.

Karyawan SPBU yang jeli langsung menyadari keanehan pada uang tersebut. Tanpa banyak bicara, ia mengejar kedua pelaku, yang mungkin merasa sudah lari cukup jauh—tapi sayang, belum jauh dari kenyataan pahit.

“Kembali ke TKP, Uang Palsu Melimpah”

Setelah pelarian singkat yang lebih mirip adegan komedi daripada film laga, kedua pelaku akhirnya dikejar dan dibawa kembali ke SPBU. Di sanalah patroli Polsek Gempol yang tiba-tiba datang bak pahlawan menyelidiki mobil tersangka. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan uang palsu dalam jumlah besar, sebanyak 906 lembar pecahan Rp 100 ribu, yang dengan apik dibungkus plastik.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, dengan tenang menjelaskan aksi para tersangka, “Mereka sempat mencoba membeli BBM dengan uang palsu dan tak lama kemudian kita temukan uang palsu lebih banyak lagi di dalam mobilnya. Entah bagaimana pikiran mereka, mungkin mereka berharap bensin bisa bikin mobil jalan dengan uang yang tak bernilai.”

“Uang Murah ala Jakarta, Beli Mahal di Hukum”

Dalam penyelidikan, kedua tersangka mengaku bahwa uang palsu tersebut mereka dapatkan dari seorang teman di Jakarta dengan harga Rp 25 juta. Transaksi dilakukan secara ‘elegan’, melalui transfer ke rekening BCA milik SA. Ironis, mereka membeli uang palsu senilai Rp 90,6 juta hanya dengan Rp 25 juta, tetapi kini harga yang harus mereka bayar adalah kebebasan mereka selama 15 tahun ke depan.

Menurut Kapolresta, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 26 Ayat (1), (2), dan (3) juncto Pasal 36 Ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang ancamannya sungguh tidak main-main: hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 50 miliar.

“Cerdas atau Ceroboh?”

Yang menggelitik dari kasus ini adalah bagaimana dua pria berusia lanjut bisa berpikir bahwa menyebar uang palsu di era teknologi digital seperti sekarang akan mulus-mulus saja. Selain itu, apa yang mereka lakukan tampaknya mengabaikan fakta bahwa petugas SPBU masa kini sudah sangat peka dan memiliki cara mudah untuk memeriksa keaslian uang.

“Kalau mau nekat, pikir-pikir dulu, Ng! Kita hidup di zaman di mana teknologi bisa bedain mana asli mana palsu, bahkan cuma lewat kamera hape,” celetuk Gareng sambil tertawa kecil di warung kopi sebelah Polsek Gempol.

Petruk yang duduk di sampingnya ikut menimpali, “Kasus begini nih, Ng, yang bikin kita heran. Sudah tahu salah, tapi tetap dilakoni. Mereka lupa kali, kalau rakyat kecil kayak karyawan SPBU itu justru sering kali lebih pinter nyium bau kecurangan.”

“Sindiran Halus Buat Mereka yang Suka Nipu”

Kasus ini adalah pengingat keras untuk siapa saja yang berniat curang. Kalau kamu berencana mengedarkan uang palsu, mungkin sudah saatnya dipikirkan ulang. Teknologi sudah canggih, petugas pun makin sigap. Kasihan, kan, kalau akhirnya menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik jeruji hanya karena ambisi kecil yang sebenarnya mudah terendus?

Petruk menyimpulkan sambil menghabiskan pisang gorengnya, “Nah, Ng, mungkin mereka cuma kurang latihan nonton acara investigasi di TV. Atau mungkin mereka butuh kursus kejujuran, biar gak main-main sama hukum.”

“Penutup: Dari Uang Palsu ke Hukuman Nyata”

Jadi, bagi kalian yang punya uang palsu di saku, ingatlah bahwa meski uang itu tampak mirip, tetapi hukum tak pernah berpihak pada kepalsuan. Uang bisa dicetak, tapi kejujuran sulit dibentuk ulang, apalagi kalau sudah menyalahi aturan.

Inilah drama uang palsu yang berakhir di balik jeruji besi. Harapan semoga negeri ini tak hanya bebas dari uang palsu, tapi juga bebas dari janji-janji palsu—baik di pemerintahan, maupun di keseharian kita.

Liputan Oleh : Indralala

Post Views: 4,029
Tags: Kapolres SumarniKapolrs SumarniUang Palsu

Related Posts

Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
Berita Bandung

Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi

Januari 15, 2026
SUKAMAKMUR SIAP KIRIM KARYA KE FESTIVAL FILM KABUPATEN BOGOR!
Berita Jawa Barat

SUKAMAKMUR SIAP KIRIM KARYA KE FESTIVAL FILM KABUPATEN BOGOR!

Oktober 21, 2025
Semarak 17-an Warga RW 29 Vila Nusa Indah 2: Karnaval, Hadiah, dan Nasi Berkat Kebersamaan
Berita Jawa Barat

Semarak 17-an Warga RW 29 Vila Nusa Indah 2: Karnaval, Hadiah, dan Nasi Berkat Kebersamaan

Agustus 19, 2025
Mengelola Masjid Layaknya CEO: Ikhtiar Baru Kebangkitan Umat di Zona Madina
Berita Jawa Barat

Mengelola Masjid Layaknya CEO: Ikhtiar Baru Kebangkitan Umat di Zona Madina

Agustus 15, 2025
Sultan RPM Volley Ball 2025 – Turnamen Voli Terbesar di Kabupaten Bogor, Hadiah 100 Juta & Gratis Pendaftaran!
Berita Jawa Barat

Sultan RPM Volley Ball 2025 – Turnamen Voli Terbesar di Kabupaten Bogor, Hadiah 100 Juta & Gratis Pendaftaran!

Agustus 13, 2025
Penyerahan Donasi dari TIm Gareng Petruk dan Pasukan 08
Berita Subang

Emak Madami, Pemulung 92 Tahun yang Masih Mengais Harapan di Subang

Agustus 9, 2025
Next Post
“Ngaji Demokrasi: Polresta Cirebon Gelar Silaturahmi Ulama dan Forkopimda, Jelang Pilkada, Semua Kompak Menjaga Kabupaten Tetap Kondusif”

“Ngaji Demokrasi: Polresta Cirebon Gelar Silaturahmi Ulama dan Forkopimda, Jelang Pilkada, Semua Kompak Menjaga Kabupaten Tetap Kondusif”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Polisi Kawal 67 Gereja Saat Kenaikan Isa Almasih: Malang Aman, Iblis Libur Panjang

Polisi Kawal 67 Gereja Saat Kenaikan Isa Almasih: Malang Aman, Iblis Libur Panjang

Mei 31, 2025
BUNGA DESA: Ketika Gus Bupati Bawa Tenda, Tapi Rakyat Masih Bawa Cemas

BUNGA DESA: Ketika Gus Bupati Bawa Tenda, Tapi Rakyat Masih Bawa Cemas

April 24, 2025
Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Juni 24, 2025

Here Are 6 Top Brands And Designers To Look Out For The Next Year

Juni 23, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In