• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 2, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

AKU RINDU HAKIM, JAKSA, DAN PENGACARA YANG MEMPERJUANGKAN KEADILAN INI MEMILIKI JIWA KEKANAK-KANAKAN

maisput by maisput
Mei 6, 2025
in Karya Tulis, Kolom Edukatif atau Inspiratif, Pendidikan, Pojok Opini, Universitas Mpu Tantular Jakarta
0 0
0
AKU RINDU HAKIM, JAKSA, DAN PENGACARA YANG MEMPERJUANGKAN KEADILAN INI MEMILIKI JIWA KEKANAK-KANAKAN
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Di dalam ruang pengadilan yang dingin dan penuh formalitas, kadang kita lupa bahwa hukum sejatinya lahir dari rasa keadilan, bukan hanya dari teks dan pasal. Tapi mengapa keadilan hari ini terasa kering? Mengapa putusan hukum sering kali lebih banyak menimbulkan luka daripada menyembuhkan?

Mungkin, karena hukum kini ditentukan oleh jiwa-jiwa dewasa—jiwa yang penuh dendam, penuh amarah, penuh kepentingan. Jiwa yang terlalu sibuk menimbang untung rugi, bukan rasa dan nurani. Jiwa yang terlalu takut dianggap lemah jika menunjukkan belas kasih.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Bayangkan jika hukum ditentukan oleh jiwa yang kekanak-kanakan. Jiwa anak-anak yang jujur, polos, dan belum diracuni oleh ego dan kepentingan. Mereka tahu kapan sesuatu itu tidak adil, bahkan sebelum tahu apa itu hukum. Mereka bisa menangis melihat orang lain kelaparan, bisa membagi bekalnya tanpa berpikir panjang.

Bayangkan sebuah kasus:
Seorang ayah tertangkap mencuri makanan demi istri dan anaknya yang sudah tiga hari tak makan. Hakim dewasa akan memutuskan: “Bersalah, karena mencuri tetaplah mencuri.”
Tapi seorang hakim dengan jiwa anak-anak akan berkata:
“Benar, ini salah. Tapi lebih salah lagi kita semua yang membiarkan seorang ayah kelaparan di tanah yang katanya kaya ini. Maka, selain vonis, kami putuskan bahwa semua yang hadir di ruang ini—hakim, jaksa, pengacara, wartawan, bahkan penonton—harus ikut bertanggung jawab. Kita semua memberi santunan untuk anak dan istri terdakwa. Karena hukum bukan hanya menghukum, tapi juga menumbuhkan kasih di antara sesama.”

Bukankah itu keadilan yang sesungguhnya?
Adil, namun tidak membunuh rasa. Tegas, tapi tetap manusiawi.

—

KUTIPAN ARFIAN (Founder Bantuan Hukum Prabowo (BAHU PRABOWO)

> “Keadilan bukan sekadar soal benar dan salah menurut hukum, tapi tentang siapa yang berani menanggung luka orang lain—walau hanya dengan sepotong roti, atau sepenggal rasa belas kasih.”

—

PERTANYAAN UNTUK KITA SEMUA

Masihkah kita percaya bahwa hukum bisa menyentuh hati, jika hati kita sendiri sudah tak mau disentuh?

Beranikah kita mengadili seseorang sambil melihat matanya dan merasakan laparnya?

Jika kita adalah anak dari si pencuri itu, akankah kita berkata: “Bapak bersalah dan pantas dipenjara”, atau justru berteriak: “Siapa yang membiarkan kami kelaparan?”

—

Penutup:

Kadang, keadilan lahir bukan dari pasal, tapi dari imajinasi—dan kadang, hanya anak-anak yang berani membayangkannya.

Post Views: 842

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Yunus Digebukin di Sarang Rentenir: Amrullah Kirim Pasukan 50 Pengacara, Koperasi Titil Bakal Gigit Jari!

Yunus Digebukin di Sarang Rentenir: Amrullah Kirim Pasukan 50 Pengacara, Koperasi Titil Bakal Gigit Jari!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Basuki Effendi Calon Tunggal, Musda Golkar Klaten Mirip Rapat RT

Basuki Effendi Calon Tunggal, Musda Golkar Klaten Mirip Rapat RT

September 13, 2025
Polres Lumajang & HMI Kompak: Curanmor Mahasiswa KKN Harus Diusut Tuntas!

Polres Lumajang & HMI Kompak: Curanmor Mahasiswa KKN Harus Diusut Tuntas!

Agustus 13, 2025
Kritik Seni: Antara Sindiran Halus, Petuah Bijak, dan Pecut Rasa di Dunia yang Mulai Tipis Kulitnya

Kritik Seni: Antara Sindiran Halus, Petuah Bijak, dan Pecut Rasa di Dunia yang Mulai Tipis Kulitnya

Mei 12, 2025
Foto bersama, Pengurus FKUB Klaten, Forkopincam Jatinom, serta kelompok sadar kerukunan berbasis budaya kec. Jatinom. Dok. FKUB Klaten

Sarasehan Budaya di Jatinom: Kerukunan Dihidupkan, Apem Disiapkan!

Agustus 1, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In