BATU – Rakyat Kota Batu lagi sibuk mikirin harga cabai yang bikin dompet ngos-ngosan, eh tiba-tiba DPRD Kota Batu lempar wacana bangun gedung baru senilai Rp70 miliar. Angkanya bikin rakyat salah kirain: “Itu anggaran buat bikin tol ke bulan apa gimana, rek?”
Rencana ini langsung bikin geger satu kampung sampai Suciwati, istri almarhum Munir, ikutan nyeletuk:
“Ini anggota DPRD mau kerja apa mau pamer gedung?”
Waduh, kena skakmat.
Gedung Baru: Simbol Gengsi atau Kantor Rakyat?
Katanya sih gedung lama udah nggak representatif. Tapi rakyat mikir:
-
Kalau rapat masih hobi pindah ke hotel bintang lima, buat apa gedung baru?
-
Kalau kunker ke luar kota nggak pernah jelas hasilnya, mau gedung segede apapun tetap aja kosong makna.
Bayangin, kalau beneran jadi, rakyat Batu bisa foto-foto depan gedung DPRD kayak di depan Universal Studio. Bedanya, kalau di Universal Studio tiket masuknya mahal, kalau di DPRD masuknya… ya nggak boleh kecuali diundang.
Kritik Suciwati: DPRD Makin Jauh dari Rakyat
Suciwati, yang dari dulu terkenal vokal soal hak rakyat, nyeplos lagi:
“Masih banyak warga yang miskin, anak putus sekolah, kontrakan mahal, pajak naik. Kok DPRD malah bangun gedung baru yang fantastis?”
Rakyat langsung tepok jidat. Kayak lagi ngelihat tetangga kontrakannya nunggak, tapi malah kredit Alphard.
DPRD, Tolonglah Jangan Kayak Nepo Baby
Menurut Suciwati, DPRD itu kayaknya lebih sibuk mikirin citra dan partai ketimbang rakyat. “Rakyat butuh lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, bukan kursi empuk buat rebahan,” katanya.
Kritiknya makin pedes:
“Kalau beneran jadi, itu gedung bukan jembatan aspirasi, tapi benteng yang bikin rakyat tambah jauh.”
Weh, kena lagi! DPRD jangan-jangan jadi kayak Nepo Baby politik: ada di situ bukan karena kerja, tapi karena nama keluarga dan partai.
Rakyat Bertanya-Tanya
-
Pertanyaan pertama: Kalau udah jadi, rakyat boleh numpang wifi gratis nggak?
-
Pertanyaan kedua: Bisa nggak gedung baru itu punya fasilitas karaoke biar rapat lebih hidup?
-
Pertanyaan ketiga: Kalau masih suka rapat di hotel, gedung baru dipakai siapa? Pocong?
Penutup:
Rakyat Batu nggak anti pembangunan, tapi kalau duit Rp70 miliar cuma buat bangun kantor yang isinya rapat-rapat formalitas, ya sama aja kayak beli rice cooker mahal tapi nggak pernah masak nasi.
Kata Suciwati, “Utamakan kebutuhan dasar rakyat dulu. Jangan gengsi doang.”
Nah, DPRD, dengerin tuh. Jangan sampai nanti rakyat bikin parodi:
“Selamat datang di Batu Disneyland—wahana utama: Gedung DPRD, tempat impian rakyat hanyut bersama janji-janji.”
















