KLATEN – Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Kabupaten Klaten, Kamis (11/9), ternyata adem ayem, jauh dari riuh rebutan kursi. Bukannya duel politik seru ala sinetron, yang muncul justru satu nama doang: Basuki Effendi.
Basuki, yang selama ini Bendahara DPD Golkar sekaligus anggota DPRD Klaten, tiba-tiba nongol sebagai calon tunggal Ketua DPD. Dari 31 pemegang suara, ia mengantongi 29 dukungan. Dua sisanya entah sedang ke kamar kecil atau belum sempat angkat tangan.

Ketua DPD Golkar Klaten Yoga Hardaya menegaskan pemilihan tidak pakai voting-votingan ribet. “Musyawarah mufakat saja, biar kayak keluarga. Semula ada empat kandidat, tapi syarat dukungan minimal 30 persen hanya dipenuhi satu orang, yaitu H. Basuki Efendi,” ujar Yoga sambil senyum tipis.
Dengan posisi seperti ini, Musda Golkar Klaten lebih mirip rapat RT membahas iuran ronda: semua sudah sepakat, tinggal ketok palu. Basuki pun diyakini melenggang manis jadi ketua periode mendatang tanpa harus keringat dingin.
Pertanyaannya, apakah Golkar Klaten makin solid dengan “calon tunggal”, atau justru ademnya Musda ini jadi tanda politik di daerah sedang masuk musim kemarau panjang ide-ide segar?

Yang jelas, Basuki Effendi kini sudah satu langkah lebih dekat duduk di kursi ketua, kursi yang mungkin lebih empuk daripada kursi DPRD tempatnya biasa duduk.
















