Jombang (GarengPetruk.com) – Lilik Setyorini (43), ibu rumah tangga dari Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, sukses membuat geger kampung dan bikin salut satu Indonesia. Kenapa? Bayangkan, ia membayar biaya umrah sebesar Rp31 juta lebih… pakai uang koin! Yup, bukan main-main, satu gerobak penuh koin hasil tabungan gigihnya sejak 2020!
Lilik, yang setiap harinya rajin menyisihkan sisa belanjaan harian, mengumpulkan recehan-recehan ini dalam berbagai toples dan galon. Persis seperti mau buka warung camilan, tapi ini lebih berfaedah—buat berangkat umrah!
“Toples warna putih ada 22 biji, toples bening 8 biji, plus 2 galon. Isinya koin semua. Toples putih berisi Rp1 juta, toples bening Rp400 ribu, dan masing-masing galon ada Rp1,5 juta,” tutur Bu Lilik dengan senyum sumringah, Kamis (3/10/2024), sambil menunjuk koleksi recehannya.
Jalan Menuju Umrah yang Dipenuhi Toples dan Galon
Kebayang nggak sih betapa sabarnya Bu Lilik menabung satu demi satu koin dari sisa belanja selama empat tahun? Dan akhirnya, saat hari H tiba, bersama kerabatnya, ia mendorong gerobak berisi uang koin itu menuju kantor travel haji dan umrah Assalaam Berkah Abadi (ASABI) yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya. Jalan kaki, Bro!
Buya Febri, pemilik ASABI, nggak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Luar biasa, baru kali ini ada yang bayar umrah pakai koin sebanyak itu. Semoga menjadi inspirasi buat orang lain,” ujar Buya, yang terlihat tetap tenang walau di hadapannya ada gunungan koin yang harus dihitung satu-satu.
Saking takjubnya, Buya Febri juga menambahkan, “Selama ini belum pernah ada jemaah yang membayar umrah pakai koin sebesar ini. Tapi nggak masalah, semua dihitung dengan ikhlas. Tenaga kami ada 12 sampai 15 orang, siap menghitung koin sebanyak itu.”

Gerobak Koin, Jalan Tanpa Transit
Nah, setelah semua koin dihitung dan dicatat, kabar baiknya: Lilik Setyorini dijadwalkan berangkat umrah pada 14 Oktober 2024. Langsung ke tanah suci tanpa transit! Ini artinya, setiap koin yang dia kumpulkan selama empat tahun itu benar-benar jadi tiket untuk meraih impian ke Tanah Suci.
“Kalau kita menabung dengan ikhlas, meski koin demi koin, pasti bisa! Insya Allah, berangkatnya lancar dan berkah,” ujar Buya Febri menutup cerita inspiratif ini.
Pelajaran dari Bu Lilik? Kalau koin saja bisa membawanya ke Tanah Suci, apa lagi yang kita tunggu? Yuk, jangan cuma nyisihin receh buat bayar parkir, tapi tabung buat impian besar! Karena, seperti kata pepatah bijak ala Gareng: “Kalau koin bisa bawa ke Mekkah, apalagi hati yang tulus?”
Selamat berangkat, Bu Lilik! Toples-toplesmu mungkin berat, tapi perjalananmu ringan dengan doa dan ikhlas.
Diliput oleh : Moh.Anwar















