• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Kamis, Juni 4, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pojok Jenaka Gareng Petruk: “Di Balik Kolor Pak Bagyo”

maisput by maisput
Juli 13, 2025
in Serial Gareng Petruk, Pojok Opini
0 0
0
Ilustrasi Kolor Pak Bagyo

Ilustrasi Kolor Pak Bagyo

0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

DI BALIK KOLOR PAK BAGYO

Desa Kecemani — Kalau sampeyan lewat depan balai desa dan lihat Pak Bagyo, kepala desa kita itu, lagi duduk di kursi plastik warna biru muda sambil nyeruput kopi dan garuk-garuk perut, jangan anggap remeh tampilan merakyatnya. Di balik kolor yang setia ia kenakan sejak zaman kampanye pilkades dulu itu, tersembunyi sebuah kisah tragis nan jenaka, absurd tapi nyata: nafsu, birahi kekuasaan, dan selembar kuitansi pengadaan tenda hajatan.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Pak Bagyo dikenal warga sebagai “Kepala Desa Merakyat”. Tapi rakyat mana, belum jelas. Karena sejak ia menjabat, jalan rusak nggak dibenerin, tapi ruang kerja beliau dipasangi AC tiga biji: satu buat kepala, satu buat pinggang, satu buat kolor. Katanya, biar pikirannya adem waktu mikir proyek dana desa. Nyatanya, yang adem malah niatnya buat ngelobi tender.

Kolornya? Jangan salah! Itu kolor legendaris. Warna hijau lumut pudar, sudah jadi semacam simbol kekuasaan ndeso. Konon katanya, tiap dia pakai kolor itu ke rapat RT, keputusan langsung diketok. Pernah waktu warga ribut soal pembagian bantuan sosial, Pak Bagyo datang cuma pakai kolor, sendal jepit, dan kaos oblong. Hasilnya? Semua warga langsung setuju, bukan karena sepakat, tapi karena jijik mau debat sama kepala desa yang… bau kecut.

Tapi bukan cuma soal gaya berpakaian, di balik kolornya tersimpan rahasia keinginan tak terbendung: ingin tiga periode, empat kalau bisa. “Kalau Jokowi bisa dua, aku harus lebih. Ini bukan ambisi, tapi panggilan kolor,” katanya suatu malam saat ngopi di warung Mbok Yem.

Beberapa warga menduga kolor itu sudah dimantrai dukun politik. Karena tiap musim Pilkades, entah kenapa, calon lain tiba-tiba mundur. Alasannya macam-macam: ada yang katanya kesurupan, ada yang kabur ke kota, ada juga yang tiba-tiba jual angkringan dan tobat politik. Katanya, “Saya gak sanggup hadapi kolor itu!”

Lebih lucunya lagi, kolor itu juga sering dipakai sebagai “alat negosiasi”. Waktu inspeksi pembangunan jalan desa fiktif, Pak Bagyo cuma datang, duduk selonjoran di pinggir jalan, colak-colek batu kerikil sambil bilang, “Ojo ribut, sing penting anggaran cair.” Dan cairlah… ke rekening pribadi atas nama “Pak Beji”, tetangganya yang mantan pemain ketoprak.

 

Di balik kolor Pak Bagyo, ada cerita tentang kekuasaan yang tak mau lepas.

Ada birahi untuk disanjung, ada hasrat untuk mengatur bahkan saat gak tahu apa yang diatur. Ada nafsu untuk terus duduk di kursi walau sudah nggak ada yang percaya. Dan tentu, ada korupsi. Karena ternyata, kolor itu juga dibeli pakai dana desa tahun anggaran 2021, kode anggaran: Pakaian Tradisional Kepala Desa (1 potong, Rp 2.450.000).

 

“Wong ndeso kok kolor-ne branded, merek ‘Kolor Suci Nawaitu Korupsi’.”
— Petruk, sambil nyengir dan garuk-garuk dengkul karena geli liatnya.

 

Catatan: Semua tokoh dan kolor dalam cerita ini fiktif. Jika ada kesamaan nama dan bentuk kolornya, itu berarti Anda pernah jadi korban kepala desa yang sama. 😁

Redaksi: Harian Nasional Gareng Petruk – Lucu-lucu ngangkat isu, nyelekit tapi bikin ketawa dulu baru mikir kemudian.

Post Views: 1,524

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Ilustrasi Bagong dan Bapaknya

Hari Pertama Bagong Sekolah: Mie Goreng, Telor Ceplok, dan Wejangan Bapak yang Menggigit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Polantas Humanis: Jangan Hanya Ramah Saat Kamera Menyala!

Polantas Humanis: Jangan Hanya Ramah Saat Kamera Menyala!

Juni 12, 2025
AKU ORANG PATI — Antara Pajak, Kepercayaan, dan Komunikasi yang Hilang

AKU ORANG PATI — Antara Pajak, Kepercayaan, dan Komunikasi yang Hilang

Agustus 14, 2025
Perang Melawan Mafia Impor: Ketika Negara Mulai Berani Melawan Para “Raja Gelap”

Perang Melawan Mafia Impor: Ketika Negara Mulai Berani Melawan Para “Raja Gelap”

Oktober 31, 2025
Pasuruan Bergelut dengan Kedaulatan Laut: Antara Perjuangan Nelayan dan Harapan Ekonomi Maritim

Pasuruan Bergelut dengan Kedaulatan Laut: Antara Perjuangan Nelayan dan Harapan Ekonomi Maritim

Mei 19, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In