CIREBON – Lagi-lagi, berita tragis datang dari sudut Cirebon. Kali ini, warga dikejutkan dengan peristiwa yang memilukan sekaligus menyayat hati. Jajaran Polresta Cirebon berhasil mengamankan NY (22), seorang warga Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang ditangkap karena membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya. Iya, Anda tidak salah baca. Bukan hanya ditinggalkan, tapi juga dikubur secara sembarangan.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, menjelaskan kejadian yang bikin bulu kuduk merinding ini. Menurutnya, tersangka NY melahirkan bayi dari hubungan gelap pada dini hari, Jumat (13/9/2024) di kontrakannya di Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Namun, alih-alih merayakan kelahiran buah hati, NY malah meninggalkannya hingga bayi malang itu menghembuskan nafas terakhirnya.
“Setelah bayi meninggal dunia, NY dengan tenang membungkus jasad bayinya menggunakan daster, lalu dimasukkan ke tas. Sambil membawa perasaan bersalah—atau mungkin malah tanpa perasaan sama sekali—ia pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, ia memutuskan mengubur bayi tersebut secara diam-diam di sebuah tempat yang sepi,” jelas Kombes Pol Sumarni.
Namun, secerdik-cerdiknya musang, ekornya ketahuan juga. Seorang warga yang secara tidak sengaja melihat tangan kecil bayi yang mencuat dari tanah langsung melapor kepada pihak berwenang. Tindakan cepat dari Polresta Cirebon pun berhasil mengamankan NY bersama barang bukti yang bikin miris: tas, daster, pakaian, gunting, dan… sendok untuk menggali kuburan bayinya. Sendok, Saudara-saudara!

“Menurut pengakuannya, tersangka melakukan hal ini karena ketakutan ketahuan telah melahirkan anak dari hubungan gelap. Namun, meski takut, tindakan semacam ini tentu tak bisa dibenarkan,” lanjut Kapolresta Sumarni dengan nada geram.
NY kini harus berhadapan dengan ancaman hukuman yang tidak main-main. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C UU tentang Perlindungan Anak atau Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Gareng dan Petruk Bergumam: “Petruk, ini orang udah pake sendok buat ngubur jenazah bayi. Bukannya beli sekop sekalian?” “Gareng, sekop tuh mahal. Uang buat sekop mungkin abis buat kontrakan!”
Dalam kehidupan yang serba susah dan terjepit, tragedi ini seharusnya jadi pelajaran bagi kita semua. Di balik hukum yang harus ditegakkan, ada masalah sosial yang perlu lebih diperhatikan. Jangan sampai keputusasaan mendorong seseorang pada tindakan yang tragis dan tak berperikemanusiaan. Di mana peran kita sebagai tetangga, sahabat, atau bahkan pemerintah ketika individu seperti NY tersesat dalam jurang ketakutan dan dosa?
Diliput oleh : Indralala















