JAKARTA – Ada yang luar biasa terjadi di jagat wartawan ibu kota. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya mendadak jadi rajin, bukan karena ikutan tantangan #30HariMenulis, tapi karena ngebut ngadain Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian alias OKK. Bayangin, bukan cuma satu, bukan dua, tapi TIGA OKK langsung disiapin. Mungkin karena wartawan zaman now makin banyak yang bisa nulis status, tapi belum tentu bisa nulis berita!
Dan yang jadi kelinci pertama? Bukan media mainstream, bukan juga TV nasional, tapi justru Garengpetruk.com, media yang dikenal lebih suka nyindir daripada nulis serius. Acaranya digelar di kantor mereka, di Gedung Cyber 2 Kuningan, tempat biasanya startup mimpi jadi unicorn—sementara GarengPetruk.com masih cukup puas jadi “Kuda Lumping Digital”.
“OKK Ini Bukan Obrolan Kopi-Kopi, Lur!”
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, yang juga sering nyentil pemain bola di layar kaca, bilang kalau OKK itu penting. “Biar wartawan nggak cuma jago nyari gosip, tapi juga ngerti etika,” ucapnya, sambil mengingatkan bahwa kode etik itu bukan cuma hiasan di dinding kantor.
Dan bener juga. Lha wong zaman sekarang, banyak yang ngaku jurnalis tapi hobinya nyebar hoaks, ngopi di warung, terus ngaku on the ground. Wartawan sejati itu bukan cuma nanya “gimana perasaannya?”, tapi juga harus paham Pasal 7 PD PRT, Undang-Undang Pers, sampai soal penulisan berita yang nggak bikin pembaca jadi bingung antara berita dan drama Korea.
Materinya Serius, Tapi Tetap Ada Kopinya
Untuk sesi in-house Garengpetruk.com, materi berat disampaikan oleh orang-orang yang tak kalah berat gelarnya:
Dar Edi Yoga (Bendahara PWI Jaya): ngomongin soal PD PRT, yang bukan nama produk pembersih rumah, tapi dasar organisasi wartawan.
Theo M Yusuf (Ketua Dewan Kehormatan): ngebedah hukum pers, supaya wartawan tahu batasan dan nggak main pukul pakai kata-kata.
Dr. Bagus Sudarmanto: kasih wejangan soal penulisan berita yang baik dan benar, bukan baik tapi salah arah.
GarengPetruk.com, Media Ngakak Tapi Serius Mau Profesional
Direktur GarengPetruk.com, Arfian D. Septiandri, yang punya titel panjang macam judul sinetron (S.Kom, MBA, CCA, CCSA, CIISA,C.ED—bikin orang bingung mana nama, mana gelar), bilang mereka pengen sinergi sama PWI Jaya. Ya maklum, media ini diisi para tokoh dari berbagai kalangan: ada yang mantan aktivis, mantan penyiar, bahkan mantan mantan.
Pemimpin Redaksinya, Eko Teguh Wiyono, konon bisa nulis sambil ngopi dan ngelawak. Jadi nggak heran kalau redaksi GarengPetruk.com itu isinya berita yang bikin mikir, tapi juga bisa bikin ketawa sambil nyumpahin nasib bangsa.
Masih Ada Dua Lagi, Lur!
Belum cukup dengan satu, PWI Jaya langsung geber dua OKK lagi. Dijadwalkan pada 2 dan 23 Juli di Sekretariat Seksi Film PWI Jaya di PPHUI. Mungkin habis ini PWI bisa bikin sinetron berjudul “OKK: Cinta dalam Etika Jurnalistik”.
Catatan dari Redaksi GarengPetruk.com :
Buat wartawan muda: ikut OKK itu bukan buat gaya-gayaan atau nambah feed Instagram. Tapi supaya kelak ketika wawancara, kita bisa lebih dari sekadar tanya, “Gimana perasaan Anda?” dan mulai bertanya, “Apa implikasi kebijakan ini terhadap rakyat kecil?”
Karena kalau wartawan nggak kritis, nanti malah jadi corong kekuasaan. Dan wartawan yang begitu, lebih cocok jadi alat musik. Karena fungsinya cuma… ditiup.
#WartawanNaikLevel
#OKKdanNgakak
#PWIJayaGasPol















