• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 23, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dari Puncak Rinjani, Aku Melihat Kesombongan Manusia (Dan Juga Gigi Gigi Tour Guide ku Yang Ketinggalan di Warung Tenda)

maisput by maisput
Juni 16, 2025
in Kolom Edukatif atau Inspiratif, Kolom Reflektif, Kolom Satir atau Sindiran Sosial, Pojok Opini, Serial Gareng Petruk
0 0
0
Dari Puncak Rinjani, Aku Melihat Kesombongan Manusia (Dan Juga Gigi Gigi Tour Guide ku Yang Ketinggalan di Warung Tenda)
0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

“Naik gunung itu bukan soal kuat, tapi soal niat dan betis yang tak tahu malu.”
—Petuah simbah waktu kami ngajak naik Rinjani, yang langsung muntir balik naik ojek sapi.

—

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Dulur-dulur kabeh,
Mari duduk melingkar, secangkir kopi di tangan kanan, gorengan di tangan kiri, dan sisa tagihan cicilan di belakang kepala.

Aku ingin cerita. Cerita tentang Rinjani.
Tentang gunung yang tinggi, tapi justru bikin aku merasa kecil.
Tentang alam yang agung, tapi justru membuatku menyadari betapa sombongnya manusia zaman sekarang.
Yang tiap update di Instagram, caption-nya selalu:

“Menaklukkan Rinjani.”

Eh, leh-aleh! Rinjani ditaklukke? Lah situ Napoleon kah? Atau Thanos?

—

Episode 1: Nafas ngos-ngosan, tapi ego masih ngotot

Perjalanan mendaki Rinjani itu kayak kehidupan: awalnya semangat, tengahnya nyesel, akhirnya pas nyampe atas malah pengen pulang cepet-cepet.

Di tengah pendakian, aku sempat merenung sambil ngunyah mie instan rasa ‘salah jalan hidup’.
Tour Guide ku, Pak Bowo, yang biasanya sok gagah, tiba-tiba diem, ngos-ngosan, matanya melotot seperti baru melihat tagihan listrik kosan.
“Bro, kita udah dekat puncak?” tanyaku.
“Dekat sih, tapi dekat neraka juga,” jawabnya.

Dan di situ aku sadar:
Kita ini sering sombong di bawah, tapi rapuh di atas.
Waktu sinyal kuat, kita jadi jumawa. Tapi pas naik gunung, sinyal hilang, baru nyari Tuhan.

—

Episode 2: Alam yang diam, tapi menegur

Sesampainya di puncak, aku berdiri sambil tiarap (karena kedinginan).
Di situ, bukan cuma angin yang menampar wajahku,
tapi juga rasa malu—karena terlalu sering menepuk dada di dunia yang sementara.

Kata Rumi,

“Gunung bukan untuk ditaklukkan. Tapi untuk menjadi cermin—sejauh mana engkau bisa menaklukkan dirimu sendiri.”

 

Cermin itu ya Rinjani.
Ia memantulkan semua:
Kesombongan para pendaki yang buang sampah sembarangan,
Selfie sambil nginjek bunga edelweiss,
Ngopi sambil ngerokok dan nyalahin alam karena dingin.
Padahal yang ngebul bukan gunungnya, tapi mulutnya.

—

Episode 3: Tangis yang turun bersama embun

Aku nangis di puncak, lho.
Bukan karena sedih. Tapi karena kedinginan dan lupa bawa jaket bulu angsa, malah bawa jaket mantan.
Tipis. Gak ngelindungi, tapi penuh kenangan.

Tapi ada hikmahnya juga.
Air mata itu jadi simbol.
Bahwa kesombongan manusia sering luntur oleh ketulusan alam.
Gunung itu diam,
tapi ajarannya keras.
Ia tidak marah, tapi ketika ia batuk—lahar bisa turun seperti utang KPR yang menumpuk.

—

Episode 4: Sufi bertopi kupluk

Di puncak itu, aku merasa seperti sufi:
Tak punya apa-apa, hanya tubuh, jiwa, dan perut yang minta jatah.

Dan aku tersenyum.
Karena sadar, hidup itu bukan tentang menjadi yang paling tinggi,
tapi tentang mampu tunduk bahkan saat kita di puncak.
Sebab sejatinya,
semakin tinggi seseorang, semakin keras angin yang harus ia hadapi.

Lah wong cemara aja bisa roboh kalau akarnya gak kuat,
apalagi manusia yang akarnya cuma di followers dan likes.


—

Epilog: Turun dari puncak, turun juga ego

Waktu turun gunung, aku ketemu mbah-mbah pemilik warung tenda.
Ia berkata dengan santai sambil ngaduk kopi:

“Nek mung munggah-munggah, walang kadung wae iso. Tapi sing iso mulih karo sadar awake dewe, kuwi sing sejati.”

 

(“Kalau cuma naik-naik, belalang pun bisa. Tapi yang bisa pulang dengan kesadaran diri, itu yang sejati.”)

Dan di situ, aku tertunduk.
Bukan karena malu, tapi karena punggungku keseleo gara-gara tas 30 liter isinya cuma kamera dan tongsis.

—

Penutup

Rinjani bukan puncak kesombongan. Ia adalah altar kesadaran.
Tempat kita menaruh ego,
mengganti ambisi dengan dzikir,
dan memandang dunia dengan mata air jiwa, bukan mata pencitraan.

Jadi, dulur…
Lain kali kalau naik gunung, jangan bawa niat menaklukkan.
Tapi bawa hati yang siap ditaklukkan.

Dan jangan lupa… gigi palsu Pak Bowo masih tertinggal di warung tenda Mbok Yem. Kalau nemu, tolong kembalikan.

—

— Gareng Petruk, sang pendaki rasa sufi, rasa nyeri lutut
🗻☕🧳

Post Views: 543

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post

These Delicious Balinese Street Foods You need To Try Right Now

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Peserta MPLS SMA Negeri 1 Manado

Kolaborasi Gokil: KPID Sulut dan SMA N.1 Manado Gandeng Siswa Jadi “Polisi Siaran” Sejak Dini!

Juli 9, 2025
Ziarah DHC BPK 45 ke-65: Hormat Pahlawan, Sindir Masa Kini!

Ziarah DHC BPK 45 ke-65: Hormat Pahlawan, Sindir Masa Kini!

April 24, 2025
Foto :Ribuan Pelari ikuti JAKIM 2025- Antara News

31 Ribu Pelari Ikuti JAKIM 2025: Lari dari Macet, Menuju Jakarta Tanpa Logika?

Juni 30, 2025
Ojol Minta Keadilan, Bukan Cuma Jalanan: FKJOB Jember Gedor Regulasi dengan Helm dan Harapan

Ojol Minta Keadilan, Bukan Cuma Jalanan: FKJOB Jember Gedor Regulasi dengan Helm dan Harapan

Mei 5, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In