Bogor, GarengPetruk.com –
Alhamdulillah walasholatu wasalaamu ‘ala rasulillah…
Kabar baik datang dari Kabupaten Bogor, Cak! Bukan cuma kabar angin musim hujan yang biasa bawa jemuran masuk rumah, tapi kabar Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia 2025 alias MAN Mendunia yang menggetarkan langit nusantara dan bikin netizen bertanya: “Ini adzan atau simfoni surgawi?”
Acara akbar ini menjadi bagian dari rangkaian Tasyakur dan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, dimulai sejak 13 Dzulhijjah 1446 H (27 Juni 2025). Bukan hanya seremoni biasa, ini pesta ruhani akbar, dengan kegiatan padat berfaedah, mulai dari muhasabah akbar, dzikir kebangsaan, hingga Musabaqah Adzan Virtual bertema Pesona Alam dan Damai Nusantara.

—
Dr. H. Mulyadi, MMA: Suara dari Senayan, Hati di Bogor
Salah satu tokoh utama yang membuka acara bukan main-main, Cak! Dr. H. Mulyadi, M.M.A., Anggota DPR RI Dapil Jabar 5 Kabupaten Bogor, bukan hanya hadir, tapi meresmikan peluncuran kegiatan ini dengan penuh hikmat dan semangat.
Dengan suara khas legislator agamis, beliau bilang:
> “Dengan Bismillahirrahmanirrahim, kami luncurkan rangkaian kegiatan Tahun Baru Islam 1447 H dan Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia 2025. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi kontribusi Indonesia untuk dunia dalam hal syiar, ukhuwah, dan kemaslahatan umat.”
Lha iki! Di saat banyak yang sibuk debat di parlemen soal revisi undang-undang dan hak istimewa, Pak Mulyadi hadir bicara syiar dan kedamaian. Ini baru wakil rakyat yang bisa adzanin hati, bukan cuma adzanin janji.
—
Tamu Agung, Jamaah Hebat, Masjid Meriah
Acara ini juga mengundang tamu-tamu top tier, Cak. Bukan sekadar RT dan Lurah, tapi tamu negara dan tokoh besar seperti:
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (direncanakan hadir menyampaikan amanah bangsa)
Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara
Duta Besar Negara Sahabat
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (siap sampaikan pesan kebudayaan Islam dan lingkungan)
Ulama, tokoh masyarakat, dan 20.000 jamaah dari berbagai penjuru negeri.
Yang jadi tuan rumah, Masjid Darussalam Bogor, siap tampung lautan umat. Tapi tenang, bukan cuma siap sajadah, tapi juga siap parkiran dan tenda-tenda full spiritual service. Ini bukan festival food truck, tapi festival suara langit.
—
Kegiatan: Bukan Cuma Adzan, Tapi Syiar Plus-plus
Kata Kang Fuad, Ketua Penyelenggara, ini bukan sekadar lomba adzan, tapi juga pesan cinta damai dan keindahan nusantara. Peserta dari seluruh dunia bisa kirim video adzan virtual dengan latar alam seperti:
Pantai, gunung, sawah, pasar tradisional, atau di depan masjid kampung yang toa-nya legendaris.
Pesan harus mengandung nilai ukhuwah, keberagaman, dan semangat persatuan.
Pendaftarannya? Digital, Cak. Jadi jangan salah upload video TikTok joget, nanti panitia malah bingung: “Ini mau adzan apa mau trending?”
—
Gareng Bilang:
Acara ini membuktikan, Bogor bukan cuma kota hujan, tapi kota seruan langit. Saat banyak orang adu suara di media sosial untuk hal tak bermakna, di sini justru suara adzan yang dikumandangkan demi ukhuwah, bukan drama.
Dr. H. Mulyadi, sebagai tokoh Bogor yang punya akar kuat di masyarakat dan akar serat di parlemen, tampil tidak hanya dengan jas, tapi juga dengan niat yang jelas — menyalakan semangat kebangsaan lewat spiritualitas.
Dan buat semua peserta: Adzanlah dengan hati. Bukan untuk juara, tapi untuk mengingatkan diri kita sendiri — bahwa waktu dunia ini tidak kekal, dan suara yang paling dinanti nanti bukan sirine deadline, tapi adzan subuh yang mengetuk jiwa.
Gareng Petruk pamit. Di negeri yang penuh kebisingan, semoga adzan bisa jadi pengingat bahwa sunyi pun bisa penuh makna.
















