Situbondo, 14 Juni 2025 – Gareng Petruk
Di tengah gegap gempita dunia yang makin ramai dengan perpisahan anak TK yang pakai lighting konser Coldplay dan make up level seleb TikTok, SDN 4 Saletreng Kecamatan Kapongan justru membuktikan: perpisahan gak harus mahal, yang penting menyentuh! 💔✨
Sabtu (14/6/2025), halaman sekolah yang biasanya jadi tempat upacara dan kejar-kejaran sandal jepit, mendadak berubah jadi panggung perasaan. Perpisahan kelas VI SDN 4 Saletreng berlangsung ora neko-neko, sederhana tapi merasuk sampai ubun-ubun.
Tari-tarian, puisi, fashion show, sampai lagu perpisahan, semua disuguhkan bukan buat konten YouTube, tapi buat ngucap salam perpisahan yang tulus dari hati. Anak-anak tampil dengan baju terbaik yang kadang warnanya gak matching, tapi semangatnya matching banget sama suasana haru. 🎭🎶
Bu Hidayati, kepala sekolah yang dari dulu dikenal galak tapi hatinya kayak marshmallow yang kebanyakan direbus, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
> “Kami bangga melihat perkembangan anak-anak kami selama enam tahun terakhir. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat menjadi bekal berharga untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar beliau sambil ngelap air mata (atau keringat, belum dikonfirmasi).
Di saat perpisahan sekolah di kota lain sibuk sewa MC profesional dan nyanyi lipsync pakai autotune, SDN 4 Saletreng membuktikan bahwa kebersamaan dan doa jauh lebih menyentuh ketimbang efek visual dan sound system seharga motor.
Momen ini juga jadi panggung buat orang tua, guru, dan siswa saling bertatap mata—bukan layar—untuk menyampaikan terima kasih. Mungkin di antara mereka ada yang baru sadar: ternyata selama ini, guru yang cerewet itu bukan nyebelin, tapi sayang.
Lalu, apakah ini cukup?
Cukup banget. Karena yang bikin perpisahan jadi berkesan bukan dekorasi dari WO Ibukota, tapi cinta, doa, dan kenangan yang dibungkus tawa dan tangis bareng. Di sinilah letak makna yang sering hilang di tengah euforia: pendidikan bukan cuma soal nilai ujian, tapi juga nilai kehidupan.
Sementara sekolah-sekolah lain heboh soal ranking dan gengsi, SDN 4 Saletreng justru ngajarin bahwa hidup harus punya rasa. Kadang, justru yang sederhana itu yang paling kita ingat lama—kayak mie rebus tengah malam, sederhana tapi bikin nagih. 🍜📚
Dan kalau kata Gareng:
> “Sekolah bisa saja kecil, tapi hati dan cintanya jangan pernah disempitkan. Sebab anak-anak bukan butuh sekolah mewah, tapi guru yang ikhlas dan tulus nuntun mereka jadi manusia.”

Salam hormat untuk guru, anak-anak, dan orang tua SDN 4 Saletreng. Kalian adalah bukti bahwa kehangatan itu bukan dijual di toko, tapi dibangun dari kebersamaan dan kasih sayang.















