Situbondo, Minggu Pagi yang Tak Biasa –
Gareng Petruk, pahlawan tanpa helm dan BPKB, sedang mendorong motornya yang mogok sambil menatap dompet yang isinya cuma angin dan kenangan. Sesampainya di bengkel, ia ketemu sama Momot, lelaki berkumis tipis dan omongan tajam, yang lagi selonjor sambil ngopi, dan mendadak nyelonong:
> “Wes krungu durung, Gareng? Tahun iki KONI Situbondo entuk dana hibah Rp1,5 miliar!”
Gareng melotot, dompetnya masih bolong tapi telinganya jadi tajam kayak busi baru.
—
Dari Mana Duit Itu?
Gareng bertanya dengan suara parau seperti motor bebek karatan:
> “Itu duit datang dari mana, Momot?”
Momot, dengan gaya sok tahu yang tak terbantahkan, menjawab:
> “Dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kang. Katanya buat pembinaan dan persiapan Porprov Jatim 2025.”
—
Si Pemilik Bengkel Turut Shock!
Tiba-tiba, Kang Warno, pemilik bengkel yang pecinta Road Race sejati—bukan pecinta rebahan—langsung menghentikan pompa bannya dan nyeletuk:
> “Duit sebanyak itu buat apa aja, Rek? Pembalap Situbondo aja latihan masih di jalan kampung. Kalau hujan, ya ngedrift di sawah!”
Sebelum Gareng bisa menjawab, ia malah meringis. Sakit gigi kambuh.
> “Aduh… Aduh…!” teriak Gareng, sambil wajahnya memerah kayak lampu rem motor.

—
2 Miliar Buat Persiapan Porprov, Tapi Di Mana Pembinaan?
Momot lanjut cuap-cuap sambil nyeruput kopi sachet:
> “Totalnya sih hampir Rp2 miliar, buat KONI. Katanya buat persiapan Porprov. Tapi… ra jelas juga pembinaan olahraganya ada di mana? Apalagi Road Race, kayak anak tiri.”
—
Muncul Misyono: Shahrukh Khan KW, Tapi Visi Tajam!
Datanglah Misyono, pemuda tampan bermimpi besar. Katanya wajahnya mirip Shahrukh Khan, tapi nasibnya lebih mirip kasir Indomaret shift malam.
Ia berkata:
> “Ayo, Gareng! Kita temui KONI. Kita tanya, IMI Situbondo itu fungsinya apa? Apa pernah turun ke lapangan? Apa pernah peduli sama pembalap lokal yang latihan cuma pakai sandal dan motor ngoprekan?”
—
Masalah Klasik: Tempat Latihan = MIMPI
Seorang pemuda urakan, rambutnya berdiri karena gel murah dan idealisme tinggi, nyeletuk:
> “Latihan balap di jalan umum sih berani. Tapi kalau lihat lampu rotator polisi? Langsung kabur! Lha, kalau gak ada sirkuit, apa kami harus latihan di kalender?”
—
Sindiran yang Nampol: Dana Ada, Tapi Pembinaan Kosong
Gareng Petruk akhirnya bisa ngomong lagi meski masih sambil megang pipi:
> “Kalau KONI dikasih Rp1,5 miliar, mestinya jangan cuma buat beli seragam dan banner. Bikin juga dong tempat latihan. Jangan-jangan, dana itu habis buat beli bola pingpong emas atau ngopi-ngopi sambil rapat di hotel!”
—
Menuju Porprov 2025: Jangan Sampai Situbondo Cuma Jadi Penonton
Porprov ke-9 sebentar lagi digelar di Malang Raya. Tapi jangan sampai Situbondo cuma kirim doa, bukan atlet.
Anak muda Situbondo penuh potensi, tapi kalau dibiarkan tanpa fasilitas, lama-lama prestasi jadi khayalan dan pencitraan.
—
Penutup: Gareng, Misyono, dan Mimpi Kolektif
Gareng Petruk menutup perbincangan sambil nyengir sumbing karena sakit gigi:
> “Jangan-jangan bukan kita yang perlu pembinaan, tapi pengurusnya. Kita butuh pembalap, bukan pejabat yang jago balap anggaran.”
Ayo semangat, anak muda Situbondo!
Buktikan kalau kita bukan cuma bisa ngebut di jalan raya, tapi juga bisa ngebut meraih prestasi…
asal dana KONI bukan cuma dibalap oleh proposal-proposal fiktif.
—
#GarengPetrukBalapDana
#RoadRaceBukanBalapLiar
#SirkuitUntukRakyat
#PrestasiBukanPencitraan
#SitubondoJanganCumaJadiPenonton
Salam ngegas dari garengpetruk.com! 🏁🔥
















