Jember, garengpetruk.com – Jika Anda kemarin mencium bau daging dari langit, itu bukan karena bidadari sedang barbeque di surga. Itu tandanya Masjid Al Istiqomah Perum Muktisari, Tegal Besar Kaliwates, Jember, lagi serius melaksanakan kurban Idul Adha 1446 H dengan tema yang gak main-main: “Semangat Kebersamaan”.

Dan kebersamaannya itu bukan cuma di status WhatsApp, tapi benar-benar dieksekusi nyata: total 26 ekor hewan – terdiri dari 8 sapi dan 18 kambing – disembelih secara sah, halal, dan syahdu. Jangan tanya berapa kilo dagingnya, karena timbangan sempat kejang-kejang ngitungin semua potongan.
Pagi Sabtu (7/6/2025), halaman Masjid Istiqomah berubah jadi runway pemotongan hewan yang lebih heboh dari MasterChef. Ketua Ta’mir Masjid dan Ketua Panitia Kurban, Pak Ir. Djayadi, bukan cuma hadir buat foto-foto sambil pose salam dua jari, tapi memimpin langsung prosesi kurban. Serius, beliau bahkan nyaris diceburin ke kolam wudhu karena semangatnya berapi-api.

> “Idul Adha itu bukan cuma soal nyate, bro. Ini momen nyata buat nunjukin kalau kita bisa kompak, gotong royong, dan gak cuma akur waktu kondangan,” ujar Pak Djayadi sambil megang mic, yang katanya lebih berat dari kambing kecil.
Lebih dari 1.250 kupon daging dibagikan, menjangkau panti asuhan, pondok pesantren, hingga warga sekitar. Jadi kalau kamu kemarin gak kebagian, bisa jadi kamu lupa silaturahmi ke panitia. Atau mungkin… memang bukan jatahmu. Hehe.

Prosesi penyerahan hewan kurban secara simbolis digelar pukul 14.00 WIB. Ada drama juga di situ. Seekor kambing sempat kabur pas mau difoto bareng panitia. Mungkin dia malu, atau sedang lari dari mantan.
Kerja Tim, Tak Hanya di Medsos
Yang bikin kita terharu, penyembelihan ini gak dilakukan oleh robot AI atau tukang daging outsourcing, tapi oleh 10 orang ahli sembelih, dibantu oleh 80 warga Perum Muktisari. Mulai dari yang muda sampai yang tua, semua bahu-membahu. Ada yang motong, ada yang bungkusin, ada yang ngopi sambil ngegosip, dan tentu saja ada juga yang ngerekam buat konten TikTok.

> “Semua daging udah dicek kesehatannya. Gak ada yang sakit, gak ada yang palsu. InsyaAllah sehat dan berkah,” ujar Ustad Habullohir Ridlo, M.Pd. Beliau ini kalau ngomong tenang banget, cocok buat narator film dokumenter tentang kambing nasionalis.

Sindiran Penuh Cinta: Ayolah, Jangan Cuma Idul Adha Baru Kompak!
Dari kegiatan ini kita belajar, ternyata warga Muktisari tuh kalau kompak bisa luar biasa. Tapi sayang, kadang kekompakan itu cuma muncul setahun sekali. Saat kurban. Sisanya? Ada yang ngambek karena jemuran tetangga nutup sinyal WiFi.
Bayangkan kalau semangat kurban ini dijaga tiap hari: gak ada lagi yang lempar sampah sembarangan, gak ada yang rebutan lahan parkir masjid, dan gak ada lagi yang julid soal volume speaker ngaji subuh.
Karena sejatinya, kurban bukan cuma potong hewan. Tapi juga potong ego, potong rasa iri, dan potong kebiasaan males gotong royong.
Kurban itu ibadah. Tapi kalau dilakukan bareng-bareng, bisa jadi revolusi sosial.
Salam dari kami, kru GarengPetruk.com yang lagi ngunyah sate sambil ngetik berita ini.
GarengPetruk.com – Lucu, Gokil, Tapi Ada Isinya 🐄🐐🔥
















