Jayapura, GarengPetruk.com – 16 Mei 2025
Biasanya uang jalan-jalan masuk dompet rakyat dari ATM, kali ini beda: uangnya naik kapal perang! Dalam misi yang setara film aksi nasionalis, Bank Indonesia barengan TNI Angkatan Laut melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2025. Lokasinya bukan mal mewah atau gedung kementerian, tapi langsung dari Mako Satrol Lantamal X Jayapura, ditemani tarian adat dan semangat nasionalisme level dewa.
Lho, emang kenapa uang harus disapa-sapain segala? Ya, karena di pelosok Papua sana, Rupiah itu bukan cuma alat bayar, tapi bukti negara gak lupa alamat! Jadi jangan heran kalau pelepasan ekspedisi ini berasa seperti mengantar duta besar Indonesia yang paling dicintai: Pak Uang.
—
Negara Hadir, Bukan Cuma Pas Pemilu
Menggunakan KRI Tatihu-853, para pejuang ekonomi ini akan menyusuri laut dan ombak selama tujuh hari. Tujuannya bukan cari harta karun atau lokasi syuting reality show, tapi mengantarkan uang dan edukasi ke lima pulau terluar: Bromsi, Padaidori, Bras, Numfoor, dan Yapen. Total perjalanan? 1.773 mil laut, atau setara dengan muter-muter Jakarta sambil cari parkiran di akhir pekan.
Brigjen TNI (Mar) Freddy JH Pardosi, sang Komandan Lantamal X Jayapura, menyatakan dengan tegas, “Kami hadir bukan cuma bawa kapal, tapi bawa harapan dan sinyal kuat bahwa negara ini tidak hanya hadir di televisi dan WhatsApp grup RT.”
Cieee… negara ngasih sinyal, netizen mah masih suka nyari sinyal.

—
Uang Datang, Ilmu Ditraktir, Anak Sekolah Dapat Hadiah
Bukan cuma bawa duit—yang nilainya Rp14,8 miliar, lho ya, bukan receh hasil kembalian minimarket—ekspedisi ini juga bawa edukasi. Tema andalannya: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Ya, biar masyarakat gak cuma bangga selfie sama uang baru, tapi juga ngerti nilainya dan cara jaganya.
Gak cuma itu, perlengkapan sekolah dibagiin buat anak-anak, dan para pelajar diajak naik kapal perang. Bukan buat wajib militer, tapi biar ngerasain, “Oh, begini toh rasanya naik kapal negara, bukan cuma kapal cinta di FTV.”
—
Rupiah, Identitas Bangsa yang Sering Dianggap Sepele
Sejak 2012, ERB udah menyambangi 655 pulau 3T. Coba pikir: kalau Rupiah bisa naik kapal dan nyebrang samudra demi ketemu rakyat, masa pejabat cuma muter-muter Jakarta nunggu polling naik?
Penjabat Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, ikut menyaksikan ekspedisi ini. Ada juga para tokoh masyarakat, OJK, bankir, sampai akademisi yang ikut menatap matahari senja sambil berharap: semoga negara gak cuma datang waktu launching, lalu hilang saat listrik padam.
ERB Papua 2025 juga bakal nyambung ke Festival Cenderawasih (FESCEN) bulan depan. Karena cinta Rupiah gak cukup dengan seremoni, tapi juga dengan literasi.

—
Catatan Gareng & Petruk:
Uang memang gak punya mulut, tapi kehadirannya bisa bikin perut tenang dan masa depan punya harapan. Maka dari itu, ekspedisi macam ERB ini bukan cuma soal distribusi fisik uang, tapi soal distribusi rasa: rasa bahwa rakyat pelosok pun punya harga diri dan hak ekonomi yang sama.
Jadi buat para elite: kalau Rupiah aja bisa bela negara, masa pejabatnya malah hobi pamer saldo?
Salam dari Sabang sampai Rupiah nyampe ke rumah!
– Redaksi GarengPetruk.com
















