Jember – (7 Mei 2025) – Malam itu, ketika orang-orang sibuk ngudek kopi dan nyalain sinetron, Gus Fawait, Bupati Jember, malah ngajak “wadul bareng” alias curhat berjemaah lewat acara Wadul Guse di kantor Dukcapil. Kata beliau, acara sempat mundur gara-gara semalam dipakai buat offline curhat edition bareng warga.
Gareng: “Yowes ben, yang penting jangan off-line dari kenyataan dan janji-janjian, ya Gus!”
Dalam forum itu, Gus Fawait nyletuk soal anggaran jalan 2025 yang katanya paling gede sepanjang sejarah peraspalan kabupaten ini. Tapi tenang, katanya bukan cuma aspalnya yang tebel, tapi juga komitmennya!
Katanya, ini bentuk “USB”—bukan colokan laptop, tapi Upaya Serius Bupati.
Petruk: “USB-nya jangan cepet rusak kayak flashdisk KW, ya Gus!”
Perbaikan jalan mulai dari yang sekadar ngambek ringan sampai yang sudah trauma berat, semua bakal disentuh. Jadi, jalan-jalan bolong yang biasanya dijadikan spot selfie warga sambil naik motor zig-zag, siap-siap tersingkir karena bakal mulus bin licin.
Sssst… Koperasi Merah Putih Ikut Manggung!
Nggak cuma jalan, Gus’e juga udah keliling 132 desa dan 31 kecamatan buat sosialisasi Koperasi Merah Putih.
Harapannya, koperasi ini jadi mesin diesel penggerak ekonomi desa.
Tapi Gareng ngomong, “Jangan sampe koperasinya merah doang, isinya kosong. Merahnya gara-gara warga kesel nunggu pencairan!”
Rencananya, koperasi ini juga bakal kolaborasi sama petani, pemuda, bahkan mungkin alien kalau perlu—asal ekonomi rakyat bisa naik.
Pendidikan, Pupuk, dan Prestasi PAI
Guru PAI juga nggak luput dari radar. Gus’e bilang guru PAI ini penting, karena mereka bisa jadi pintu keluar dari kemiskinan.
Petruk nyeletuk: “Kalau pintunya guru, tolong jangan dikunci pake birokrasi, ya Gus!”
Banyak sekolah rusak juga masuk daftar rehab. Soalnya, katanya, bagaimana anak mau pintar kalau belajar sambil ngindari genteng bocor?
Pendataan juga jalan terus. Program Verifikasi Data Tunggal Ekonomi Nasional udah nyampe 77%.
“Biasanya 30%, ini sekarang 77%. Ini kayak nilai ulangan saya waktu nyontek dulu,” kata Gareng sambil ketawa-ketiwi.
Bandara Hidup, Bulog Panen, Petani Senyum Tipis
Gus Fawait juga ngumumin Bandara Notohadinegoro siap terbang lagi. Wisatawan domestik dan luar negeri mulai berdatangan.
Petruk: “Moga-moga bandara aktif terus, jangan kayak mantan: muncul pas ada maunya!”
Yang bikin bangga, Bulog Jember berhasil menyerap 118.140 ton gabah petani.
Bahkan, katanya tertinggi di Jatim!
Gareng: “Nek iso, prestasi itu nggak cuma buat ditulis di banner, tapi juga masuk dapur rakyat!”
Pupuk juga jadi perhatian. Sudah dibentuk Pokja khusus buat ngulik permasalahan pupuk dan tanah.
Termasuk ngajak diskusi sampai ke sawah.
Petruk: “Wah, PPL diajak ke lapangan beneran? Jangan cuma ngisi absen, ya!”

—
Gareng Tutup Kalimaté: “Program oke, janji keren, tinggal kita tunggu: eksekusinya kapan?”
Program Pro Gus’e banyak. Tapi kayak nasi goreng: wangi doang nggak cukup, kudu dimakan, baru kenyang.
Yang penting, rakyat jangan dibikin lapar janji, kenyang wacana.
Dan semoga, seperti kata Gus’e: “Kita ini sedang merancang performa, bukan instan, tapi berkelanjutan.”
Petruk tambahi: “Wis pokoké, semangat Gus! Tapi ojo lali: rakyat butuh bukti, bukan puisi.”















