Jember – Desa Plalangan, 6 Mei 2025 – Suasana desa biasanya cuma rame pas musim panen, arisan, atau hajatan manten. Tapi kali ini beda. Lapangan Desa Plalangan jadi kayak panggung akbar. Kenapa? Karena TMMD ke-124 resmi dibuka!
Gus Fawait, sang Bupati yang jago ekonomi tapi tetap senyum kayak penjual angkringan, membuka acara dengan semangat nasionalisme level tinggi. “Ini bukti konkret, lho! TNI, Polri, dan Pemkab nggak cuma kompak di upacara, tapi juga saat nyangkul dan nyemen!” katanya.
Petruk nyeletuk: “Kompak nyemen? Wah, mantap. Tapi jangan sampai rebutan cangkul, lho!”
Dandim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah, tampil gagah dengan kalimat penuh semangat: “Kita kerja bareng, berat sama dipikul, ringan sama di-jenjang…”
Eh, maksudnya ringan sama dijinjing, Pak! Tapi ya wes ben, yang penting semangat gotong royongnya tembus sampe akar rumput.

TMMD = Tentara Membaur Masyarakat Desa
Dengan 150 personel TNI-Polri plus rakyat sipil yang kuat-kuat, proyek ini direncanakan rampung dalam waktu 1 bulan. Dari 6 Mei sampai 4 Juni. Wah, ini bukan TMMD, tapi Tentara Move On Mbangun Desa!
Mas Adi dari DPMD dan Pak Rahman dari DPRKPCK kompak menyuport. Mulai dari rehab rumah 30 unit, MCK biar nggak ngemper, sumur bor biar gak rebutan air galon, PJU biar malam nggak kayak kuburan, sampai jogging track biar bapak-bapak bisa olahraga selain ngerumpi di warung kopi.
Petruk komentar: “Jogging track penting, lur! Biar yang ngegosip bisa sekalian cardio!”
Pak Kades Sofyan sampe merem-melek bahagia. “Harapan kami, potensi desa bisa maksimal. Dari pertanian, ekonomi, sampai sepak bola.”
Gareng mikir, jangan-jangan nanti Desa Plalangan punya striker andalan yang muncul dari jogging track ini. Siapa tahu, dari desa langsung ke Liga 1!

Gareng Tutup Kalimaté: “Tentara nyemen, warga semangat, desa melompat!”
TMMD bukan sekadar program fisik. Tapi jadi pengingat, bahwa kalau kita mau maju, jangan nunggu pemerintah terus. Warga kudu aktif. Pemerintah kudu tulus. Tentara? Wah, ternyata bisa nyemen dan nyambung hati rakyat juga!
Petruk bilang begini:
“Kalau TNI aja bisa gotong royong di desa, masa kita masih males bantu tetangga benerin pagar?”
















