Situbondo, (Gareng-Petruk) —Di bawah terik matahari Situbondo yang panasnya bisa bikin telur ayam menetas sebelum sempat dierami, berlangsunglah acara akbar: Panen Raya Serentak Tahap 1 di UPT Dinas Pertanian Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kamis (26/04/2025).
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, SIK, MIK tampak gagah berkemeja lapangan sambil mencangkul… eh, maksud kami, memegang tongkol jagung. Di sampingnya, Dandim 0824, Letkol Inf. Alexander AB, SE, berdiri bak bodyguard panen. Tak ketinggalan, Sekdakab Wawan Setiawan, SH, MH, dengan senyum yang lebar seolah ikut menikmati ‘manisnya’ hasil jagung rakyat.
Kegiatan ini bukan sekadar gaya-gayaan panen sambil selfie, lho!
Pemkab Situbondo melalui Dinas Pertanian, yang dikomandoi oleh Pak Dadang Aries Bintoro, S.Sos, MSI, menargetkan lahan jagung seluas 61.954 hektare. Iya, betul, Enam Puluh Satu Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Empat hektare! Luasnya hampir bisa buat ngubur kenangan pahit se-Indonesia!
Pak Dadang berkata penuh semangat, “Sejak Januari sampai April 2025 ini, sudah ribuan hektare yang ditanami jagung.”
— Meski katanya, jumlahnya masih malu-malu kucing dibanding target yang segede gaban itu.
Untuk itu, strategi mereka bukan cuma menanam jagung, tapi juga menanam harapan, doa, dan mungkin sedikit jurus kebal gagal panen. Pemerintah menggandeng segala unsur: dari Polres, Kodim, sampai Perhutani — biar petani hutan juga ikut rame-rame nanem jagung. Asal jangan jagungnya dipanen pas belum meletus, ya, Pak!
Sindiran Gareng:
Kalau polisi dan tentara sampai turun tangan di kebun, mungkin bukan cuma maling jagung yang takut, tapi belalang dan tikus pun bakal gelar demo: “Stop Kriminalisasi Hewan Sawah!”
Bayangkan kalau 61 ribu hektare itu sukses, Situbondo bisa jadi negeri jagung terbesar. Bukan cuma Amerika yang punya popcorn, kita juga bisa: Situbondo Corn Festival 2025 — lengkap dengan lomba melempar jagung dan fashion show bertema daun jagung!
Tapi ingat ya, Situbondo,
Jangan cuma jagung yang dipanen. Panen kerja nyata, panen kesejahteraan petani, dan panen senyum di wajah rakyat juga harus lebih luas dari lahan jagung itu sendiri.
Karena rakyat bukan butuh janji doang kayak angin muson, tapi butuh bukti kayak jagung manis yang kriuk dikunyah sore hari sambil nonton berita!
Salam jagung kriuk,
(Gareng Petruk – Laporan di Tengah Panen dan Semangat Membajak Sindiran)
















