Jakarta – Kalau biasanya Halal Bihalal itu isinya salaman-salaman sambil desak-desakan cari rendang, yang satu ini beda. Tanggal 30 April 2025 nanti, Hotel Mercure Jakarta bakal jadi tempat ngumpulnya orang-orang penting — dari pejabat kementerian pendidikan, anggota DPR-RI, ketua-ketua umum organisasi profesi, sampai artis-artis dan… anak yatim. Ya, betul, lengkap seperti daftar belanja istri menjelang Lebaran.
Acara ini bukan sekadar makan-makan dan tukar senyum formalitas, tapi juga bakal diwarnai donasi untuk anak yatim. Jadi, selain perut kenyang, hati pun dijamin mengembang kayak roti yang sukses ngembang karena ragi keikhlasan.
Ketua Umum Forum Asosiasi Profesi, Dr. H. Ali Badaruddin, mengajak seluruh insan profesi, dari yang rambutnya masih tebal sampai yang tinggal kenangan, untuk ikut meramaikan acara ini. “Ini bukan hanya soal halal bihalal, ini soal menyatukan profesi, berbagi rezeki, dan menata kembali niat untuk mengabdi,” katanya, dengan nada serius tapi mata berbinar kayak ustaz habis dibayar.
DPR dan pejabat kementerian? Ada. Tapi ingat, kali ini bukan buat hearing atau rapat paripurna dadakan. Di sini, mereka diajak bukan buat pidato panjang-panjang yang bikin kantuk datang lebih cepat dari kopi panas, tapi buat berbagi dan menyatu dengan masyarakat.
Artis-artis juga hadir, bukan buat joget TikTok, tapi untuk menunjukkan bahwa kepedulian itu bisa lebih trending daripada drama perselingkuhan selebgram.
Anak yatim hadir, bukan sebagai pajangan, tapi sebagai tamu kehormatan. Karena dalam halal bihalal sejati, yang penting bukan siapa yang punya jabatan, tapi siapa yang masih punya rasa. Rasa peduli. Rasa empati. Rasa tanggung jawab, bukan cuma rasa dendeng sapi.
Gareng Ngomong Serius:
“Kalau selama ini profesi-profesi sering ribut urusan tunjangan dan regulasi, kali ini mari kita ribut urusan kebaikan. Ribut rebutan pahala, bukan rebutan proyek.”
Petruk Menimpali dengan Lelucon Tajam:
“Semoga yang hadir bukan cuma jasnya doang yang necis, tapi juga niatnya. Jangan sampai kita halal bihalal di luar, tapi haramkan kejujuran di dalam.”

Jadi, catat tanggalnya:
30 April 2025 – Hotel Mercure Jakarta.
Acaranya hangat, tamunya beragam, pesannya dalam, dan menunya… rahasia Tuhan dan panitia.
Pesan terakhir dari Ketua Umum, Dr. H. Ali Badaruddin:
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai cermin. Bukan cuma buat lihat dasi sudah lurus atau belum, tapi buat lihat: sudah seberapa lurus niat dan amal kita sebagai insan profesi yang katanya pengabdi masyarakat.”
Salam hangat dan penuh candaan makna, dari Gareng & Petruk: karena kadang, yang serius itu lebih enak kalau dibungkus tawa dan nasi kotak.














