• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 2, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Keadilan di Negeri Dongeng: Ketika Timbangan Hukum Hanya Berat Sebelah

maisput by maisput
Januari 10, 2025
in Berita DK Jakarta, Berita Hukum, Kebijakan Pemerintah, Organisasi Masyarakat, Pendidikan, Politik Dalam Negeri
0 0
0
Keadilan di Negeri Dongeng: Ketika Timbangan Hukum Hanya Berat Sebelah
0
SHARES
15
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Oleh Tim Redaksi Gareng Petruk

Di sebuah negeri yang katanya “gemah ripah loh jinawi,” keadilan bukan lagi soal benar atau salah. Di sini, keadilan adalah pertunjukan sirkus, di mana hakim jadi pesulap, jaksa jadi badut, dan hukum? Ya, hukum jadi boneka yang dipermainkan penguasa.

READ ALSO

Rumah Masih Nyicil, Nasib Sudah Dilelang: Drama Kontrak Hidup di Kota Beton

Perang Melawan Mafia Impor: Ketika Negara Mulai Berani Melawan Para “Raja Gelap”

Masyarakat kecil mungkin masih percaya bahwa hukum itu seperti timbangan: adil dan seimbang. Tapi coba lihat lebih dekat. Timbangan itu sudah miring sejak lama, seperti menara Pisa yang mau roboh tapi tetap berdiri. Bedanya, timbangan hukum kita tidak akan pernah jadi objek wisata.


Tersangka Berdasi vs Tersangka Sendal Jepit

Keadilan di negeri ini sering kali seperti restoran mahal. Yang bisa membayar akan dilayani dengan senyuman dan hidangan terbaik. Yang tidak punya uang? Silakan antri di dapur belakang, kalau pun kebagian.

Contoh paling segar adalah si tersangka berdasi yang tertangkap basah mencuri uang rakyat. Dengan santai ia tersenyum di depan kamera, beralasan “lupa,” dan akhirnya dapat vonis ringan. Bandingkan dengan si pedagang kecil yang menjual bensin eceran tanpa izin. Hukuman? Dua tahun penjara tanpa ampun, plus kehilangan kiosnya.

“Lho, ini kan demi penegakan hukum!” kata seorang pejabat hukum dengan wajah penuh senyuman. Ya, hukum ditegakkan… tapi hanya untuk yang lemah.


Ketika Pengadilan Menjadi Panggung Opera

Ruang pengadilan kita kini lebih mirip panggung opera. Ada drama, ada air mata, ada adegan sandiwara. Para aktor—eh, maksud kami terdakwa—berlomba-lomba memainkan peran terbaik mereka.

Hakim yang katanya mewakili keadilan sering kali lebih fokus pada naskah undang-undang, lupa melihat kenyataan di depan mata. Jaksa sibuk berdebat, tapi lebih sering mengutip pasal-pasal yang hanya cocok untuk kepentingan mereka. Dan pengacara? Kalau kliennya kaya, pembelaannya seperti puisi yang indah. Kalau kliennya miskin, ya sekadarnya saja.


Keadilan untuk Siapa?

Masalahnya bukan pada hukum itu sendiri. Masalahnya adalah pada bagaimana hukum dipakai. Di negeri ini, hukum adalah pisau cukur: tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Ketika orang kecil meminta keadilan, ia harus bersiap membawa semua bukti, saksi, dan bahkan doa agar bisa didengar. Tapi, ketika orang besar butuh perlindungan, hukum dengan cepat melindungi mereka seperti payung yang tahan badai.

“Kita sudah berusaha adil,” kata seorang pejabat hukum, dengan wajah datar yang sulit dibedakan dengan patung. Tentu saja, adil versi mereka adalah membiarkan yang kuat menang dan yang lemah tumbang.


Keadilan atau Komedi?

Dalam pertunjukan hukum di negeri ini, kita semua adalah penonton. Dan seperti halnya dalam komedi, kita sering tertawa—bukan karena lucu, tetapi karena tak ada lagi yang bisa dilakukan selain tertawa pahit.

Ketika seorang petani dipenjara karena mencuri semangka, sementara koruptor miliaran rupiah hanya dijatuhi hukuman percobaan, apa yang bisa kita katakan? Apakah itu keadilan? Atau hanya lelucon buruk yang terus diulang-ulang?


Penutup: Jangan Lupa Tertawa

Keadilan di negeri ini adalah sebuah ironi, sebuah dongeng yang tak pernah selesai. Di atas panggungnya, para aktor hukum terus bermain dengan gaya mereka, sementara rakyat hanya bisa berharap pada keajaiban.

Tapi, hei, setidaknya kita masih bisa tertawa, bukan? Karena dalam lelucon yang gelap ini, tertawa adalah satu-satunya cara untuk tetap waras.

Gareng: “Ke mana perginya keadilan, Petruk?”
Petruk: “Ke tempat di mana timbangan hukum tidak miring, Gareng. Sayangnya, itu bukan di sini.”


Ditulis dengan rasa getir dan secuil humor khas Gareng Petruk.

Post Views: 636

Related Posts

Rumah Masih Nyicil, Nasib Sudah Dilelang: Drama Kontrak Hidup di Kota Beton
Berita DK Jakarta

Rumah Masih Nyicil, Nasib Sudah Dilelang: Drama Kontrak Hidup di Kota Beton

November 20, 2025
Perang Melawan Mafia Impor: Ketika Negara Mulai Berani Melawan Para “Raja Gelap”
Berita Nasional

Perang Melawan Mafia Impor: Ketika Negara Mulai Berani Melawan Para “Raja Gelap”

Oktober 31, 2025
Monumen Pers Siap Jadi Lokasi Pengukuhan Pengurus PWI Pusat 2025–2030
PWI

Monumen Pers Siap Jadi Lokasi Pengukuhan Pengurus PWI Pusat 2025–2030

Oktober 1, 2025
Tarif Listrik Tetap, Pikiran Tenang
Berita Nasional

Tarif Listrik Tetap, Pikiran Tenang

September 17, 2025
Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030
PWI

Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030

September 15, 2025
Gareng: Wah, Petruk, kau dengar tidak? UMT dan PasarHub bikin geger di Bekasi!
Universitas Mpu Tantular Jakarta

Gareng: Wah, Petruk, kau dengar tidak? UMT dan PasarHub bikin geger di Bekasi!

September 15, 2025
Next Post
Pasukan 08 DPD Riau Silaturahmi ke DPD Gerindra: Dorong Digitalisasi Ekonomi dengan PasarHub

Pasukan 08 DPD Riau Silaturahmi ke DPD Gerindra: Dorong Digitalisasi Ekonomi dengan PasarHub

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Ilustrasi tentang rasa oleh Gareng Petruk

Ganti Diksi, Ganti Nasib: Dari Merata ke Merasa, Demi Bangsa yang Lebih Berasa

Juni 30, 2025
Kampanye Riang Gembira RAPI X R1DO: Meriah dan Menantang Jakarta Baru!

Kampanye Riang Gembira RAPI X R1DO: Meriah dan Menantang Jakarta Baru!

November 29, 2024
Cuitan Panas dari Netizen Tiongkok Usai Laga Timnas: Komentar Nyelekit, Alarm Diam-Diam

Cuitan Panas dari Netizen Tiongkok Usai Laga Timnas: Komentar Nyelekit, Alarm Diam-Diam

Juni 9, 2025
Gareng Petruk Liputan Khusus: Mewarnai Masa Depan, Bukan Cuma Kertas!  Lomba Mewarnai Piala Bupati: Meningkatkan Kreativitas dan Percaya Diri Anak, Tapi Jangan Lupa, Pewarna Itu Mahal Lho, Pak!

Gareng Petruk Liputan Khusus: Mewarnai Masa Depan, Bukan Cuma Kertas! Lomba Mewarnai Piala Bupati: Meningkatkan Kreativitas dan Percaya Diri Anak, Tapi Jangan Lupa, Pewarna Itu Mahal Lho, Pak!

Mei 18, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In