• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Mei 3, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Resah Seorang Tua di Tanah Merdeka

maisput by maisput
Mei 7, 2025
in Karya Tulis, Pojok Opini, Puisi
0 0
0
Resah Seorang Tua di Tanah Merdeka
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Di sebuah sudut kamar yang sunyi, seorang lelaki tua duduk menatap jendela.
Matanya memandang jauh ke cakrawala merah, senja yang perlahan padam.
Di dada yang mulai rapuh, tersimpan sesak yang tak pernah sempat dikeluhkan.
Ia resah…
Bukan takut mati, tapi resah mati di tanah merdeka yang tak lagi ia kenali.

“Aku akan pergi,” batinnya,
“meninggalkan istri yang menua bersamaku, dan anak-anakku yang belum sempat menikmati damai negeri ini.”
Mereka tumbuh dalam bayang-bayang kekurangan,
padahal dahulu, ia menanam harapan dalam tiap tetes keringatnya.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Ia resah meninggalkan mimpi-mimpi yang belum sempat tumbuh,
janji-janji yang dulu ia titipkan pada bendera yang pernah ia kibarkan dengan air mata.
Usianya mungkin lanjut,
tapi ia tak pernah mencicipi masa tua yang seharusnya menjadi hadiah dari pengabdian.

Dalam diam, ia mengingat kembali derap langkah saat muda,
ketika tubuhnya lentur dan semangatnya menyala demi negeri ini.
Indonesia, seluruh hidupnya telah ia serahkan:
darahnya, untuk tanah ini;
keringatnya, untuk sawah petani;
tenaganya, untuk membangun jalan dan jembatan;
doanya, untuk masa depan bangsanya.

Namun kini, di ujung nafasnya,
resahnya tak terbendung.

Ia melihat sawah-sawah ditinggalkan,
bukan karena kekeringan, tapi karena hasilnya dicuri para tikus berdasi.
Ia melihat sekolah-sekolah tanpa buku,
bukan karena tak ada murid, tapi karena anggaran pendidikannya dikorupsi.
Ia melihat rakyat membeli bensin dengan setengah upahnya,
padahal negeri ini kaya akan sumber daya.

Dan ia pun bertanya,
“Untuk siapa semua ini? Untuk rakyatku, atau untuk para oportunis yang menari di atas penderitaan?”

Tangannya bergetar.
Ia menulis surat terakhirnya:

> “Oh Ibu Pertiwi, aku hanyalah lelaki tua yang resah.
Aku tak menyesal mengabdi,
tapi aku kecewa pada mereka yang tak mengerti arti pengorbanan.
Jika kelak aku tiada, tolong sampaikan pada anak-anakku:
perjuangan belum selesai.
Negeri ini butuh hati, bukan hanya janji.”

 

Lalu, ia menutup matanya perlahan.
Di peluk senja, lelaki tua itu pergi…
meninggalkan resahnya pada angin,
dan harapnya pada generasi yang lebih berani.

Post Views: 382

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
FUFUFAFA: Simbol Perlawanan Anak Muda dalam Politik

FUFUFAFA: Simbol Perlawanan Anak Muda dalam Politik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Budi Purnama dan Pancasila: Kompas Moral di Tengah Generasi yang Bingung Beda Netizen Sama Negara

Budi Purnama dan Pancasila: Kompas Moral di Tengah Generasi yang Bingung Beda Netizen Sama Negara

Juni 1, 2025
“Pusakamu Dicuci, Tapi Hatimu Masih Bau Pesing!” (Refleksi 1 Suro Bersama Petruk Sang Tukang Sindir)

“Pusakamu Dicuci, Tapi Hatimu Masih Bau Pesing!” (Refleksi 1 Suro Bersama Petruk Sang Tukang Sindir)

Juni 26, 2025
Perangkat Desa Klaten: “Pensiun Yo Pensiun, Tapi BPJS Ojo Ikut Pensiun Dong!”

Perangkat Desa Klaten: “Pensiun Yo Pensiun, Tapi BPJS Ojo Ikut Pensiun Dong!”

September 11, 2025
Misi Tronton: Pasukan 08 Gaspol Carol-Sendy, Tomohon Lebih Hebat?

Reshuffle Pasukan 08 Sulut: Dari “Tronton Demokrasi” ke Gerbong Perubahan

Desember 1, 2024

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In