• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Januari 24, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ibu Sainah, Perempuan Penjaga Api Budaya di Kaki Rinjani

Pewarta: Jim Editor: Tim Gareng-Petruk Biro: Nusa Tenggara Barat

maisput by maisput
November 6, 2025
in Uncategorized
0 0
0
Ibu Sainah, Perempuan Penjaga Api Budaya di Kaki Rinjani
0
SHARES
9
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

🪶 “Kalau bukan kita yang menjaga budaya ini, siapa lagi? Masa mau diserahkan ke TikTok?”
Begitulah celetuk Ibu Sainah—dengan logat Sasak-nya yang khas, sambil menepuk-nepuk bahu wartawan yang sedang ngos-ngosan naik ke rumah panggungnya. Di balik tawanya yang renyah, ada kobaran api yang tak pernah padam—api yang bukan untuk membakar, tapi untuk menerangi jalan budaya Sasak agar tak hilang ditelan modernisasi yang doyan scroll-scroll tanpa jeda.


🌾 Ibu Sainah dan Yayasan di Kaki Rinjani

Di Desa Ketapang Raya, Dusun Kedome, Lombok Timur—tempat di mana kabut Rinjani turun setiap sore dan ayam jago bisa jadi alarm alami—berdiri Yayasan Astapura Rinjani Ringganis. Tapi jangan bayangkan bangunan mewah dengan plakat emas. Yayasan ini sederhana, namun di dalamnya berdenyut semangat besar.

READ ALSO

Completion Of Jeneponto Wind Farm Accelerated To July

Celebrate Nyepi In True Bali Spirit With A Luxurious Day Of Silence

Anak-anak datang setiap hari, kadang nyeker, kadang bawa bekal singkong rebus. Di sanalah mereka belajar bukan hanya huruf A sampai Z, tapi juga aksara Sasak yang bentuknya bikin bingung tapi maknanya bikin bangga.
“Kalau aksara kita punah, nanti anak cucu nulis surat cinta pakai emoji semua,” kata Ibu Sainah sambil tertawa.


📜 Menyala dari Aksara yang Nyaris Padam

Ibu Sainah, atau yang disapa Inaq Guru Budaya, adalah kombinasi unik antara dosen antropologi, seniman, dan ibu RT yang kalau ngomel bisa bikin maling sadar diri. Ia tak cuma mengajar menulis aksara Sasak, tapi juga menyalakan kesadaran: bahwa budaya bukan fosil.

Dari tangannya, lahir generasi kecil yang pandai membaca lontar, bukan cuma membaca caption Instagram. Mereka menulis kembali aksara leluhur di papan bambu, dengan tangan kecil tapi hati besar.
“Ini bukan sekadar huruf, ini napas kakek-nenek kita,” ujar salah satu muridnya dengan bangga, sambil menghapus peluh di dahi yang masih beraroma minyak kelapa.


🪶 Seni, Laut, dan Limbah yang Berubah Jadi Lukisan

Kalau siang, Ibu Sainah berubah jadi seniman. Limbah hasil laut yang bagi orang kota dianggap “bau dan tak estetik,” di tangannya berubah jadi karya seni yang bisa bikin galeri di Jakarta minder.
Ia tak menjualnya—“Seni itu bukan buat dijual, tapi buat dijaga,” katanya. Lukisan itu diberikan kepada siapa saja yang berjanji akan menjaga budaya, bukan yang cuma jago selfie depan karya orang.


🕺 Senam Adat di Senja Hari

Sore hari di yayasan itu bisa bikin wartawan salah fokus. Para nenek-nenek dan kakek-kakek berkumpul, bersenam ria dengan irama musik tradisional Sasak.
“Senam ini bukan biar langsing, tapi biar warisan tetap kencang,” kata Ibu Sainah sambil memimpin dari depan, dengan selendang batik di pundak dan tawa yang tak kalah nyaring dari gong.


🔥 Menjaga Pusaka, Menjaga Jiwa

Di rumah panggungnya, tersimpan pusaka leluhur berusia ratusan tahun—bukan untuk pamer, tapi untuk dijaga seperti menjaga rahasia cinta pertama. Pembersihan pusaka dilakukan dengan tata cara yang hanya ia pahami.
“Ini bukan barang antik, ini saksi hidup,” katanya pelan. “Kalau pusaka dijual, harga diri ikut laku.”


🌺 Api yang Tak Pernah Padam

Yayasan Astapura Rinjani Ringganis bukan cuma tempat belajar—ia adalah napas kehidupan. Dari aksara hingga seni, dari doa hingga senam sore, semuanya menyala oleh tangan satu perempuan yang percaya: budaya bukan milik masa lalu, tapi bekal masa depan.

“Kalau bukan kita yang jaga budaya Sasak, nanti anak-anak kita cuma tahu Rinjani dari wallpaper ponsel,” katanya sambil tersenyum getir.
Lalu ia menatap ke gunung yang gagah di kejauhan—entah kepada siapa ia berbicara, mungkin kepada leluhur yang sedang tersenyum bangga di balik awan.


🪔 Gareng berkata:
“Wong sing eling karo budayane iku ora bakal ilang identitase, senajan jaman wis keblinger.”
(Orang yang menjaga budayanya takkan kehilangan jati dirinya, meski dunia sudah kebolak-balik.)


📜 Catatan Rakyat Jelata:
Dunia boleh maju, tapi hati yang ingat asal-usul akan selalu jadi penerang.
Di kaki Rinjani, ada seorang perempuan sederhana yang menyalakan lilin budaya.
Dan lilin itu, meski kecil, tak pernah padam—karena dijaga dengan cinta dan tawa.


Apakah Anda juga punya sosok seperti Ibu Sainah di kampungmu?
Kalau ada, jangan hanya kagum—tuliskan, viralkan, dan jagalah.
Karena seperti kata Petruk:

“Budaya iku ora mung kenangan, tapi warisan sing kudu diuripi—sambil ngopi!” ☕

Post Views: 158

Related Posts

Uncategorized

Completion Of Jeneponto Wind Farm Accelerated To July

Juli 24, 2025
Uncategorized

Celebrate Nyepi In True Bali Spirit With A Luxurious Day Of Silence

Juli 22, 2025
Uncategorized

NASA Astronauts Install High-Definition Cameras During Spacewalk

Juli 15, 2025
Ilustrasi gambar oleh Gareng Petruk
Uncategorized

HORE! PEMUTIHAN PAJAK DIPERPANJANG: Gareng dan Petruk Ikut Senang, Meskipun Motor Mereka Masih Kredit!

Juni 28, 2025
Generasi Milenial dan Tantangan Memiliki Rumah: Memerangi Beban Struktural dengan Solusi Inklusif
Uncategorized

Generasi Milenial dan Tantangan Memiliki Rumah: Memerangi Beban Struktural dengan Solusi Inklusif

Juni 11, 2025
Judul: Sekolah Rakyat? Wah, Miskin Boleh, Bodoh Jangan!
Uncategorized

Judul: Sekolah Rakyat? Wah, Miskin Boleh, Bodoh Jangan!

Mei 16, 2025
Next Post
BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!

BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Oktober 17, 2025

EDITOR'S PICK

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Maret 16, 2019
ORPRO Kembangkan Sayap, Mimpi Tembus Luar Negeri – Pak Ali Jadi Nahkoda!

ORPRO Kembangkan Sayap, Mimpi Tembus Luar Negeri – Pak Ali Jadi Nahkoda!

November 29, 2024
Ustadz Wifi Hati: Arfian, Sang Aktivis Teknologi yang Menemukan Jalan Pulang

Ustadz Wifi Hati: Arfian, Sang Aktivis Teknologi yang Menemukan Jalan Pulang

Mei 18, 2025
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Shandi Nugroho menerima kunjungan jajaran Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) dari Kongres Persatuan PWI. Foto: Eko TW/Ist/garengpetruk.com

Kapolri Minta PWI Rujuk Lagi, Jangan Sampai Wartawan Bercerai Tapi Tetap Satu Mikrofon!

Juli 16, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In