Palembang, 10 September 2025 – Suasana Hotel Beston Palembang mendadak semarak. Bukan karena ada konser dangdut, tapi karena Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pasukan 08 Sumatera Selatan yang digelar meriah. Acara dihadiri Forkopimda, 100 lebih undangan, dan jajaran pengurus baru, lengkap dengan yel-yel khas yang bikin tamu undangan sempat tersenyum geli sekaligus angkat jempol.
Ketua Umum DPP Pasukan 08, Arfian D. Septiandri, S.Kom, MBA, CCA, CCSA, CIISA, C.ED, hadir langsung dari Jakarta. Ia tidak datang sendirian, melainkan ditemani tiga pengurus teras: Royke Marpaung (Waketum OKK), Makmur Iskandar (Wasekjen), dan Angga Yuli (Wasekjen).
Arfian: Jangan Kehilangan Hati untuk Rakyat
Dalam pidato resminya, Arfian mengingatkan pentingnya menjaga empati dan simpati terhadap rakyat. Menurutnya, Pasukan 08 lahir bukan untuk gaya-gayaan apalagi flexing jabatan, tapi untuk benar-benar segaris dengan rakyat.
“Pasukan 08 harus selalu punya empati dan simpati terhadap rakyatnya. Tagline kita jelas: Segaris dengan Rakyat. Artinya, kita harus bisa merasakan apa yang rakyat rasakan, dan merasa bisa membantu rakyat. Itu modal dasar untuk menjaga kewarasan kita di tengah ketidakwarasan informasi di media sosial. Ingat, jangan kehilangan hati untuk rakyat dan cinta untuk negeri,” tegas Arfian, disambut tepuk tangan meriah.
Tak lupa, Arfian memberi selamat kepada Ketua DPD Pasukan 08 Sumsel yang baru dilantik, Aminuddin, SH, MH, bersama seluruh jajaran pengurusnya.
“Selamat untuk Saudara Aminuddin dan seluruh jajaran yang dilantik hari ini. Ingat, peran kita adalah kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah daerah. Kalau Gubernur, Bupati, atau Walikota punya program yang baik, ya wajib kita dukung. Apalagi program nasional dari Presiden Prabowo Subianto, itu hukumnya wajib kita sukseskan. Dan tentu kita juga punya kewajiban menjaga daerah ini, bermitra dengan Polda Sumsel dan Kodam II/Sriwijaya,” tambahnya.

Aminuddin: Pasukan 08 untuk Cuan yang Halal dan Mudah
Ketua DPD Pasukan 08 Sumsel terpilih, Aminuddin SH, MH, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ini lebih dekat ke masyarakat.
“Pasukan 08 Sumsel akan menjadi bagian dari nafas kehidupan berbangsa dan bernegara. Program kita jelas: ekonomi kerakyatan digital, pendidikan, sosial masyarakat. Intinya bagaimana rakyat bisa dapat cuan secepat-cepatnya, dengan cara sehalal-halalnya dan semudah-mudahnya,” ucap Aminuddin dengan nada serius tapi diselingi gurauan yang bikin hadirin terpingkal.
Ia juga menegaskan bahwa Pasukan 08 siap menjadi jembatan rakyat dan pemerintah, bukan penghalang, apalagi tukang ribut di pinggir jalan.
Gareng dan Petruk Ikut Menyindir
Di luar gedung, obrolan ala warung kopi pun tak kalah seru. Gareng, sambil ngudud tipis-tipis, nyeletuk:
“Iki organisasi jenenge Pasukan 08, tapi jangan sampe kayak pasukan film superhero—rame di poster, tapi zonk di lapangan.”
Petruk menimpali dengan gaya ngeselinnya:
“Sing penting ojo dadi pasukan flexing. Pasukan iki kudu pasukan kerja, pasukan cuan halal, pasukan sing iso nguripi rakyat. Nek cuma bisa selfie pas acara pelantikan, mending bubar wae.”

Nafas Baru untuk Sumsel
Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tapi juga janji. Janji bahwa Pasukan 08 akan hadir bersama rakyat, mendukung program pemerintah yang pro-rakyat, sekaligus mengawal agar negeri ini tidak tergelincir ke jurang kepentingan sempit.
Dan seperti kata Arfian di akhir pidatonya:
“Pasukan 08 bukan sekadar organisasi, tapi komitmen. Komitmen untuk segaris dengan rakyat, dan segaris dengan Indonesia.”
⚡ Dengan gaya khas Gareng dan Petruk, pelantikan ini jadi terasa unik: serius tapi santai, kritis tapi bijak, nyebelin tapi menyenangkan.














