Kritik Halus untuk Paslon 2 dan 3, Mereka Ke Mana Aja?
Bombana, Gareng Petruk News – Jangan dikira hanya pakai jas doang bisa jadi simbol elegan! Calon Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bikin gebrakan segar dalam kampanyenya dengan mengunjungi Dusun Bajo Terapung, Kelurahan Boepinang Barat. Tidak cuma kunjungan biasa, Bung! Burhanuddin membawa pesan mendalam: kebersamaan, penghargaan, dan kedekatan dengan rakyat kecil, khususnya suku Bajau, simbol penghasil ikan-ikan segar yang selalu kita nikmati tanpa banyak ribut.
Tanggal 19 September 2024, Burhanuddin bersama istri tercintanya, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., menyapa warga pesisir ini. Kunjungan ini bukan cuma formalitas atau sekadar “mampir,” tapi penuh makna. Ibarat ikan yang berenang dalam laut, Burhanuddin dan istrinya dengan luwes membaur dengan warga. Sementara Bu Hj. Fatmawati bertemu dengan komunitas wanita FATIMAH PEMBERANI, yang jelas-jelas pemberani beneran karena mengarungi kehidupan keras di laut, Pak Burhanuddin memilih cara klasik tapi efektif: menyusuri pesisir jalan kaki. Langsung dengerin curhatan rakyat tanpa embel-embel protokol ketat—ini baru pemimpin yang “mau denger!”
“Kalau nggak ada suku Bajau, mungkin kita nggak bakal makan ikan enak,” kata Burhanuddin dengan senyumnya yang khas. Ini bukan sekadar basa-basi, tapi janji nyata. Beliau berkomitmen untuk memperkuat fasilitas masyarakat Bajau, baik di laut maupun darat. Lho, kok cuma laut aja? Eh, Burhanuddin tahu betul kalau masyarakat butuh lebih dari itu: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak juga diincarnya.
Nah, yang bikin kampanye Burhanuddin makin unik dan nendang adalah niatnya untuk mengenakan baju adat suku Bajau dalam setiap kampanye. Ini bukan sekadar simbol budaya, tapi penghargaan tulus. “Saya merasa nyaman dan dekat dengan masyarakat Bajau. Jadi, pakai baju adat mereka adalah wujud kebersamaan,” ujarnya penuh keyakinan. Hmm… kayaknya paslon lain perlu belajar dari sini. Paslon nomor 2 dan 3 mana suaranya? Apa malah sibuk cari-cari kostum panggung yang lebih nyentrik tanpa tahu makna di baliknya?
Burhanuddin datang dengan gagasan besar, bukan cuma janji manis ala politisi klise. Ini bukan soal tampil atau omong kosong di panggung kampanye, ini soal kerja nyata yang didengarkan langsung dari warga. Sementara itu, Paslon 2 dan 3? Kok ya sepi-sepi aja suaranya? Lebih banyak berputar-putar di isu yang bikin pusing, bukannya fokus pada masyarakat. Sebenarnya, kapan terakhir kali mereka menjejakkan kaki di pesisir? Bukan hanya untuk foto-foto, tapi benar-benar berinteraksi dengan rakyat yang mereka klaim akan “diperjuangkan.”
Hj. Fatmawati sendiri juga tak mau kalah dalam menunjukkan kepeduliannya. Saat bertemu kelompok FATIMAH PEMBERANI, ia membagikan jilbab sebagai tanda dukungan dan kepedulian terhadap komunitas perempuan. Ini bukan soal bagi-bagi hadiah, tapi simbol bahwa pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani benar-benar paham apa yang dibutuhkan masyarakat, dan itu bukan sekadar program formalitas yang ‘dibikin’ di kantor tanpa turun ke lapangan.
Dengan kehangatan yang disambut warga, Burhanuddin semakin teguh dalam komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir. “Masyarakat Bajau sudah terbiasa berjuang di laut, kita harus bantu mereka supaya hasil jerih payahnya semakin maksimal, bukan cuma untuk Bombana, tapi untuk kita semua,” tambahnya. Wah, paslon nomor 2 dan 3 udah siap belum nih ikut bantu atau masih sibuk atur strategi kampanye yang nggak nyambung sama kenyataan di lapangan?
Kesederhanaan dan kepekaan Burhanuddin inilah yang bikin lawan-lawan politik jadi semakin kepanasan. Apalagi, suara dukungan untuk pasangan ini makin menguat dari segala penjuru. Paslon 2 dan 3, boleh aja sibuk dengan janji-janji tinggi, tapi kalau nggak ada kedekatan nyata dengan masyarakat, ya nggak usah kaget kalau elektabilitas Burhanuddin makin melejit.
Jadi, buat para rival di Pilkada Bombana, mungkin sebaiknya jangan cuma sibuk “memoles” kampanye, tapi pelajari gimana Burhanuddin dengan rendah hati turun ke lapangan, dengar rakyat, dan lakukan aksi nyata. Karena sejatinya, pemimpin yang hebat bukan yang paling banyak berjanji, tapi yang paling banyak mendengar dan berbuat.
Gareng Petruk News – Kritik tajam, humor segar, tapi selalu bikin senyum!
















