DENPASAR – Malam itu, Jalan Pulau Biak, Denpasar, tiba-tiba berubah menjadi ajang reuni besar. Bukan reuni sekolah, melainkan reuni politik penuh keriuhan ala warga Bali. Ratusan pendukung memadati acara sosialisasi pasangan calon Wali Kota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra dan I Nengah Yasa Adi Susanto (Ambara-Adi), Selasa (1/10/2024) malam. Tidak hanya itu, calon Gubernur Bali yang lagi naik daun, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, juga ikut meramaikan suasana.

De Gadjah, yang akrab dipanggil dengan nama heroiknya ini, menyempatkan hadir sebagai bentuk “temu kangen” dengan warga Denpasar, tempat ia dulu meraih dukungan kuat dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu. Dengan senyum lebar dan gaya khasnya, De Gadjah menyapa para pendukung yang berkerumun.
“Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi temu kangen, karena Denpasar adalah dapil saya. Semoga kita bisa selaras, dari Pak Prabowo, Mulia-PAS, hingga Ambara-Adi. Bersama-sama kita akan bekerja menyelesaikan berbagai masalah di Denpasar,” kata Ketua Gerindra Bali itu penuh semangat.
Denpasar: Kota dengan Masalah Macet dan Sampah?
Dalam kesempatan tersebut, De Gadjah tak ragu mengangkat topik-topik yang menyentil keseharian warga Denpasar. “Denpasar memang perekonomiannya berkembang pesat, tapi kita nggak bisa tutup mata—ada macet, ada masalah sampah, dan ada pengangguran yang perlu segera diatasi,” tegasnya.
Tanpa banyak basa-basi, ia menegaskan akan mengikuti instruksi langsung dari Prabowo Subianto untuk menangani isu-isu ini secara lebih efisien. “Pak Prabowo nggak mau setengah-setengah, jadi kami juga nggak akan setengah-setengah!” ucapnya sambil tertawa, namun serius.

1.000 Startup dan UMKM, Jalan Keluarnya?
De Gadjah, yang memang dikenal penuh terobosan, mengumumkan rencana ambisiusnya untuk meluncurkan 1.000 startup berbasis pariwisata dan UMKM. Program ini akan difokuskan untuk memberdayakan ekonomi lokal yang sempat terpukul oleh pandemi.
“Dukungan untuk UMKM ini sangat penting, mereka adalah tulang punggung kita saat pandemi. Kami komit memberikan pinjaman lunak dan bantuan yang dibutuhkan agar perekonomian lokal bisa tumbuh,” tambahnya, sambil berharap masyarakat Denpasar siap memanfaatkan peluang ini.
Doa, Dukungan, dan Sedikit Bumbu Politik
Sebelum mengakhiri pidato penuhnya, De Gadjah juga menyelipkan harapan besar untuk Bali dan Denpasar, serta memohon doa dari masyarakat agar visi misi Mulia-PAS, Ambara-Adi, dan tentu saja Prabowo-Gibran, bisa berjalan mulus. “Semua aspirasi masyarakat Denpasar sudah kita dengar, dan kita masukkan ke dalam visi dan misi. Bersama-sama kita bikin Denpasar lebih baik, Bali lebih baik, dan tentunya satu jalur dengan Prabowo di pusat!”
Seperti biasa, De Gadjah mengakhiri dengan penuh karisma, “Kami akan memberikan seluruh jiwa dan raga untuk rakyat Bali, khususnya Denpasar.” Kata-kata yang pasti membuat para pendukungnya semakin yakin untuk ikut bersama di jalur politik ini.

Gareng dan Petruk Bergumam:
“Gareng, ini De Gadjah keren ya, dari urusin macet sampai bikin startup.” “Iya, Truk. Bali bukan cuma buat liburan, tapi juga buat maju! Gimana kalau kita ikutan startup juga?”
Dengan janji-janji ambisius dan gaya khasnya, De Gadjah terus mengukir langkah dalam kontestasi politik Bali yang panas. Apakah rencana 1.000 startup dan solusi sampah akan segera jadi kenyataan? Hanya waktu yang akan menjawab. Tapi satu yang pasti, Denpasar malam itu penuh dengan optimisme yang segar!
Diliput oleh : Bernie Wie Rido















